Indonesia dan Tiongkok Jajaki Penguatan Produktivitas Pertanian di Kawasan Transmigrasi Salor

Thursday, 4 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Penguatan produktivitas pertanian di Kawasan Transmigrasi Salor, Papua Selatan, menjadi fokus kunjungan kerja bersama Kementerian Transmigrasi dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia. Pembahasan mencakup pengembangan riset, teknologi pertanian, sarana produksi, dan sumber daya manusia untuk mendukung ketahanan pangan.

Kunjungan kerja ini merupakan upaya Kementerian Transmigrasi dalam menyukseskan pencapaian Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), khususnya Kedaulatan Pangan serta Ekonomi Kerakyatan dan Desa.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan riset Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2025 menemukan sejumlah faktor yang memengaruhi produktivitas pertanian di kawasan tersebut.

“Bagian dari riset yang dilakukan oleh Tim Ekspedisi Patriot juga menemukan fakta beberapa hal untuk peningkatan produktivitas, di antaranya masalah bibit, masalah hama, masalah irigasi, juga masalah jalan usaha tani. Ada beberapa masukan dari pemerintah daerah, termasuk pengadaan bengkel untuk alat pertanian,” ujarnya saat kunjungan kerja di Kawasan Transmigrasi Salor, Distrik Kurik, Papua Selatan, Selasa (2/6).

Kawasan Transmigrasi Salor yang mencakup sekitar 40.000 hektare lahan merupakan salah satu sentra produksi pangan strategis di Papua Selatan. Dengan dukungan teknologi dan infrastruktur yang memadai, kawasan ini dinilai berpotensi meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional.

Duta Besar RRT untuk Indonesia, Wang Lutong, menyatakan Merauke memiliki peluang besar untuk pengembangan pertanian modern.

“Saya sangat terkesan dengan apa yang saya lihat dan dengar hari ini. Ada banyak potensi di sini. Tim ahli pertanian Tiongkok yang telah mengunjungi wilayah ini juga melihat peluang yang besar untuk pengembangan pertanian,” kata Dubes Wang Lutong.

Selain peningkatan produksi pangan, kedua pihak juga membahas peluang pengembangan industri pendukung pertanian, termasuk kemungkinan pembangunan fasilitas produksi alat dan mesin pertanian di Merauke.

See also  Penguatan Hubungan Bilateral: Prabowo dan Xi Bertemu di Beijing

“Oleh karena itu, kami mendukung pemanfaatan teknologi Tiongkok untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di kawasan ini,” lanjut Dubes Wang Lutong.

Pembahasan turut mencakup kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sektor pertanian dan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Hasil diskusi kami sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita ingin memberikan Pendidikan yang terbaik untuk masyarakat Papua. Sehingga masyarakat Papua tidak perlu juga datang ke Jawa untuk belajar,” kata Mentrans.

Menurutnya, kebijakan transmigrasi saat ini diarahkan pada program prioritas pembangunan kawasan ekonomi yang mampu meningkatkan produktivitas, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita nanti datangkan melalui program transmigrasi ini. Bukan lagi sekedar memindahkan orang, tetapi mendatangkan orang-orang pintar, orang-orang yang betul-betul well-educated untuk membantu rakyat Papua, mengelola sumber daya alamnya,” lanjutnya.

Rencana kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.

Berita Terkait

Pemerintah Perluas Penjualan Obat di Koperasi Merah Putih, Target 10.000 Gerai
Kementerian PU Percepat Penanganan Longsor di Pesisir Selatan, Pulihkan Akses dan Salurkan 8.000 Liter Air Bersih
Kementerian PU Perbaiki 1.900 meter Alur Sungai Batang Baliang di Solok
Bank Mandiri Raih Penghargaan CX100, Dinobatkan sebagai BUMN dengan Layanan Terbaik
Kementerian PU Salurkan 20.000 Liter Bantuan Air untuk Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kota Tarakan
Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi
Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan
Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas

Berita Terkait

Saturday, 17 October 2026 - 18:27 WIB

Pemerintah Perluas Penjualan Obat di Koperasi Merah Putih, Target 10.000 Gerai

Saturday, 17 October 2026 - 13:11 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Longsor di Pesisir Selatan, Pulihkan Akses dan Salurkan 8.000 Liter Air Bersih

Saturday, 17 October 2026 - 13:08 WIB

Kementerian PU Perbaiki 1.900 meter Alur Sungai Batang Baliang di Solok

Friday, 16 October 2026 - 09:21 WIB

Bank Mandiri Raih Penghargaan CX100, Dinobatkan sebagai BUMN dengan Layanan Terbaik

Friday, 16 October 2026 - 06:37 WIB

Kementerian PU Salurkan 20.000 Liter Bantuan Air untuk Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kota Tarakan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Ahmad Syauqi Kawal Revitalisasi SMK Muhammadiyah Prambanan

Saturday, 17 Oct 2026 - 18:22 WIB