Infrastruktur Jalan dan Air Dibangun, Harapan Baru untuk Wanam, Papua Selatan

Monday, 6 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Bagi Mamak Ema, warga Kampung Wogikel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, harapan dari pembangunan di Wanam sangat sederhana. Suatu hari nanti, keluarganya tidak perlu lagi membeli beras dari luar kampung.

“Selama ini kami beli beras. Kalau nanti kami sudah punya beras sendiri, kami tidak perlu beli beras lagi. Itu yang kami harapkan,” ujar Mamak Ema.

Harapan itu kini mulai tumbuh seiring hadirnya pembangunan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum di Wanam. Di atas lahan yang sebelumnya berupa rawa dan belum dapat dimanfaatkan secara optimal, pemerintah membangun jalan, menyiapkan air, membuka akses, dan mempersiapkan kawasan pertanian yang diharapkan menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat.

Melalui pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional atau KSPEAN di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pembangunan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Lebih dari itu, pembangunan ini menjadi investasi besar negara untuk membuka kesempatan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, serta menumbuhkan mimpi baru bagi masyarakat Papua Selatan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan di Wanam tidak boleh dilihat hanya dari angka panjang jalan, luas lahan, atau progres fisik pekerjaan. Di balik pembangunan tersebut, ada masyarakat yang menunggu perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Di Wanam, kita tidak sedang membangun jalan dan saluran air semata. Kita sedang membuka jalan hidup baru bagi masyarakat. Ada ibu-ibu yang ingin berasnya tumbuh dari kampung sendiri, ada anak-anak yang ingin berangkat sekolah dengan lebih nyaman, dan ada warga yang ingin punya pekerjaan dari tanahnya sendiri. Itu yang harus kita jaga,” kata Menteri Dody.

Menurut Menteri Dody, infrastruktur sumber daya air dan konektivitas menjadi fondasi penting agar lahan yang sebelumnya sulit dimanfaatkan dapat tumbuh menjadi kawasan produktif. Dengan air yang tertata dan akses yang terbuka, masyarakat diharapkan dapat ikut bergerak bersama pembangunan kawasan.

See also  Bertemu Bupati Pohuwato, Wamen Viva Yoga Siap Jadikan Sandalan Pusat Ekonomi Gorontalo

“Kalau airnya ada, lahan bisa hidup. Kalau jalannya terbuka, hasil panen bisa keluar. Kalau masyarakat ikut bekerja dan ekonominya bergerak, maka pembangunan ini bukan hanya terlihat di peta, tetapi terasa sampai ke rumah-rumah warga. Bagi saya, di situlah arti infrastruktur yang sebenarnya,” ujar Menteri Dody.

Untuk mendukung kawasan tersebut, Kementerian PU membangun jaringan irigasi primer, bangunan pintu-pintu air, drainase primer dan sekunder serta pengendalian banjir guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Dari sisi konektivitas, Kementerian PU juga membangun Jalan Wanam-Muting sepanjang 138,5 kilometer, koridor Jalan Merauke-Kaliki-Nakias-Bade sepanjang 206,2 kilometer, serta koridor Wogikel-Wanam sepanjang 11,93 kilometer.

Pembangunan jalan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik, serta meningkatkan akses warga terhadap sekolah, layanan kesehatan, pasar, dan pusat kegiatan ekonomi.

Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan infrastruktur sumber daya air telah mencapai 27,36 persen, sedangkan pembangunan jalan dan konektivitas mencapai 22 persen. Seluruh pekerjaan dipersiapkan untuk mendukung kegiatan pertanian, sekaligus mendorong tumbuhnya pusat ekonomi baru di Papua Selatan.

Perubahan itu mulai dirasakan masyarakat. Kepala Kampung Wanam, Kosmas Sirilus Dawi Gaise, mengatakan pembangunan kawasan membuka cara pandang baru terhadap mata pencaharian warga. Jika sebelumnya sebagian besar masyarakat mengandalkan berburu dan menangkap ikan, kini pertanian mulai dilihat sebagai peluang untuk hidup lebih mandiri.

“Dulu kami pikirannya masih berburu dan mencari ikan. Sekarang masyarakat mulai terbuka wawasannya. Kami melihat pertanian ini bisa jadi pekerjaan, hasilnya bisa kami makan sendiri, dan juga bisa dijual. Kami ingin kampung ini berubah menjadi lebih baik,” ujar Kosmas.

Menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Merauke Nonce Saman, pembangunan infrastruktur di Wanam juga akan diikuti dengan pendampingan kepada masyarakat. Pemerintah ingin memastikan infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga setempat.

See also  PLN Mobile Proliga 2025: Bhayangkara Presisi Kembali Raih Juara

“Kami tidak hanya menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Kami juga akan mendampingi masyarakat, mengajarkan cara mengelola air irigasi dan bertani bersama. Harapannya, masyarakat di sini bisa menjadi petani yang mandiri, perekonomiannya meningkat, dan pembangunan ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang,” ujar Nonce.

Bagi Mamak Ema, pembangunan akan semakin terasa apabila akses jalan di kampung juga terus ditingkatkan. Jalan yang baik, menurutnya, bukan hanya memudahkan orang dewasa bekerja, tetapi juga membantu anak-anak berangkat sekolah dengan lebih aman.

“Kalau program ini jalan terus, kami berharap kampung ini juga maju. Masyarakat bisa kerja, anak-anak juga lebih mudah ke sekolah kalau jalannya bagus. Harapan kami jalan di kampung bisa diaspal. Kalau hujan, jalannya berlumpur, anak-anak kadang tidak bisa ke sekolah karena jatuh di jalan,” ujarnya.

Pengembangan KSPEAN di Wanam menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pangan yang terintegrasi melalui penyediaan infrastruktur sumber daya air, konektivitas, dan infrastruktur dasar lainnya. Selaras dengan semangat PU608, pembangunan infrastruktur diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, mulai dari akses yang terbuka, lapangan kerja yang tercipta, aktivitas ekonomi yang tumbuh, hingga kesempatan yang lebih besar bagi warga untuk maju.

Dari jalan yang mulai terbuka dan air yang mulai ditata, Wanam kini sedang menanam sesuatu yang lebih besar dari sekadar padi. Di tanah Papua Selatan, mimpi baru mulai tumbuh. Mimpi tentang kampung yang lebih maju, masyarakat yang lebih mandiri, anak-anak yang lebih mudah bersekolah, dan masa depan yang dibangun dari tanah sendiri bersama Kementerian PU.(PU608)

Berita Terkait

Prabowo: Digitalisasi Pemerintah Kunci Bansos Tepat Sasaran
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Aek Sigala-gala di Tapanuli Tengah
Kementerian PU Perkuat Ketahanan Pangan di NTT melalui Jaringan Irigasi Air Tanah, Antisipasi Dampak El Nino
Kementerian PU Pastikan MPLS di SRT 1 Jember Berjalan dan Penuh Kesan
Jembatan Bailey Wih Kanis di Aceh Tengah Difungsikan, Konektivitas Masyarakat Kembali Pulih
Jelang HUT RI, Hutama Karya Kebut Penanganan Darurat Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera
Pembangunan LNG Abadi Masela Mulai Jalan, Ekonomi Lokal Diyakini Ikut Ngebut
Mentrans Iftitah Turun Tangan Telusuri Dugaan Tumpang Tindih Lahan Transmigrasi dengan HGU Sawit

Berita Terkait

Tuesday, 21 July 2026 - 07:24 WIB

Prabowo: Digitalisasi Pemerintah Kunci Bansos Tepat Sasaran

Sunday, 19 July 2026 - 19:03 WIB

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Aek Sigala-gala di Tapanuli Tengah

Saturday, 18 July 2026 - 23:00 WIB

Kementerian PU Perkuat Ketahanan Pangan di NTT melalui Jaringan Irigasi Air Tanah, Antisipasi Dampak El Nino

Saturday, 18 July 2026 - 18:51 WIB

Kementerian PU Pastikan MPLS di SRT 1 Jember Berjalan dan Penuh Kesan

Saturday, 18 July 2026 - 18:39 WIB

Jembatan Bailey Wih Kanis di Aceh Tengah Difungsikan, Konektivitas Masyarakat Kembali Pulih

Berita Terbaru

Nasional

Prabowo: Digitalisasi Pemerintah Kunci Bansos Tepat Sasaran

Tuesday, 21 Jul 2026 - 07:24 WIB

Berita Utama

Kemenperin Genjot Digitalisasi Industri Farmasi Lewat AI

Monday, 20 Jul 2026 - 22:22 WIB