Suasana Haru Warnai Hari Pertama MPLS Sekolah Rakyat Sragen, Anak Buruh Kini Bisa Wujudkan Mimpi

Tuesday, 14 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com  – Sebanyak 250 siswa mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (14/7). Hari pertama sekolah berasrama tersebut diwarnai suasana haru dan bahagia saat para siswa datang bersama orang tua untuk memulai perjalanan pendidikan mereka.

Sekolah Rakyat yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut dilengkapi berbagai fasilitas modern dalam satu kawasan terpadu untuk mendukung proses belajar mengajar sekaligus pembinaan karakter siswa. Tak ayal hal tersebut turut mengundang decak kagum para siswa maupun orang tua saat pertama kali memasuki area sekolah.

Salah satunya yakni Ade Bryan Juniano, siswa baru kelas 1 SMA ini mengaku kagum dengan bangunan dan fasilitas di SRT 1 Sragen. Sebagai seorang anak buruh asal kecamatan Sukodono, ia ingin mewujudkan cita-citanya sebagai tentara di Sekolah Rakyat.

“Untuk fasilitas dan bangunan-bangunan Sekolah Rakyat sangat megah sekali dan saya sangat-sangat takjub melihatnya dan penasaran ingin keliling lebih lanjut melihat bangunan-bangunan yang megah. Fasilitasnya juga sangat mencukupi,” ungkapnya.

Cerita haru juga datang dari Taufik Widodo, orang tua siswa asal Kalijambe yang bekerja sebagai buruh serabutan. Ia mengaku sempat kesulitan menyekolahkan anaknya ke jenjang SMA karena keterbatasan biaya.

“Untuk fasilitas saya lihat keliling tadi, saya rasa ini sekolahan yang luar biasa, fasilitas kelas, toilet, masjid, asrama, fasilitasnya bagus dan yang jelas semuanya gratis. Program SR ini saya kira bagus, terutama bagi kami rakyat kecil yang terbentur oleh biaya, ini sangat membantu sekali,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SRT 1 Sragen, Giyatno memastikan seluruh persiapan MPLS telah rampung. Kegiatan MPLS dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 31 Juli 2026. Untuk siswa yang mengikuti MPLS saat ini tercatat sebanyak 250 siswa, yang terdiri dari jenjang SD sebanyak 10 siswa, SMP sebanyak 120 siswa, dan SMA sebanyak 120 siswa.

See also  516 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Arus Balik Mulai Naik

“Untuk kegiatan kelas, kursi dan meja belajarnya sudah siap. Kemudian untuk tempat asrama sudah dipersiapkan asrama putra dan putri, 1 asrama ada yang 16 siswa dan 20 siswa. Kelengkapan tempat permakanan, tadi kita sudah cek juga, sudah siap. Kemudian tempat aula dan tempat ibadah sudah kita cek juga, sudah siap,” jelasnya.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan yang layak sekaligus mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Menteri Dody.

Dibangun di atas lahan seluas 5,9 hektare, sekolah ini digarap oleh kontraktor pelaksana PT Adhi Karya (Persero) bersama PT Minarta melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nilai Rp218 miliar. Hingga 12 Juli 2026, progres pembangunan telah hampir mencapai 100 persen dan mulai difungsikan untuk kegiatan MPLS.

Sekolah Rakyat Sragen ini memiliki sejumlah fasilitas modern yang terintegrasi, meliputi gedung sekolah untuk jenjang SD sampai SMA, asrama siswa, rusun guru, gedung serbaguna, lapangan upacara, guest house, gedung ibadah, kantin, hingga dapur. Selain itu, dilengkapi juga sarana olahraga seperti lapangan mini soccer dan lapangan voli.

Dengan fasilitas lengkap tersebut, Sekolah Rakyat Sragen ini tak hanya membuka akses pendidikan gratis, tetapi juga menghadirkan mimpi baru bagi anak-anak yang kurang mampu dalam mewujudkan cita-citanya. (#PU608)

Berita Terkait

Kementerian PU Pantau Infrastruktur Sumber Daya Air di NTT, Tangani Irigasi Terdampak Gempa
Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT
Pembangunan Jembatan Wariori Dipercepat, Buka Kembali Konektivitas di Papua Barat
Mendes Yandri Tegaskan Desa sebagai Fondasi Utama Kemajuan Indonesia
Kementerian PU Bergerak Cepat, Warga Terdampak Kekeringan di Mamuju Terima Bantuan Air Bersih
Rakor Konflik Agraria, Mendes Yandri Rekomendasikan Solusi Desa Dalam Kawasan Hutan
Tingkatkan Ketahanan Jalan terhadap Bencana, Kementerian PU Perkuat 901 Titik Lereng Lembah Anai
Kertas Menyusut Buka Mata Siswa Sumedang tentang Palestina

Berita Terkait

Sunday, 16 August 2026 - 09:58 WIB

Kementerian PU Pantau Infrastruktur Sumber Daya Air di NTT, Tangani Irigasi Terdampak Gempa

Saturday, 15 August 2026 - 17:03 WIB

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT

Thursday, 13 August 2026 - 15:56 WIB

Pembangunan Jembatan Wariori Dipercepat, Buka Kembali Konektivitas di Papua Barat

Wednesday, 12 August 2026 - 19:30 WIB

Mendes Yandri Tegaskan Desa sebagai Fondasi Utama Kemajuan Indonesia

Wednesday, 12 August 2026 - 15:53 WIB

Kementerian PU Bergerak Cepat, Warga Terdampak Kekeringan di Mamuju Terima Bantuan Air Bersih

Berita Terbaru

News

Menteri PU Menuju NTT Bawa 50.000 Paket Sembako Presiden

Sunday, 16 Aug 2026 - 12:26 WIB

foto ist

News

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 22:56 WIB