daelpos.com – PT MRT Jakarta (Perseroda) terus mempercepat pengembangan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta sebagai bagian dari persiapan operasional Fase 2A lintas Utara–Selatan. Hingga Juli 2026, pembangunan ruang multifungsi (extended concourse) dan entre baru telah mencapai progres 21,41 persen.
Pembangunan yang dimulai sejak Februari 2026 itu menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sejumlah pekerjaan utama terus dikebut, mulai dari pekerjaan awal (prelim), instalasi elektrikal dan perpipaan (electrical and plumbing), pengacian dinding bata, hingga pemasangan sheet pile.
Pengembangan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pelanggan saat Fase 2A mulai beroperasi. Selain menambah kapasitas stasiun, proyek tersebut juga akan memperkuat sirkulasi bawah tanah sekaligus membuka peluang interkoneksi dengan kawasan komersial di sekitar Bundaran HI.
Dalam proyek ini, MRT Jakarta akan membangun satu ruang multifungsi serta tiga entre baru. Dua entre berada di sisi barat stasiun dan satu di sisi timur. Dua akses masuk akan dilengkapi tangga dan eskalator, sedangkan satu akses lainnya dilengkapi elevator yang terhubung ke area pejalan kaki di kedua sisi Jalan M.H. Thamrin.
Akses tersebut nantinya juga akan terintegrasi dengan lift di Halte Transjakarta Bundaran HI Astra. Selain itu, proyek mencakup pembangunan menara pendingin dan ventilasi (cooling and ventilation tower) untuk mendukung kenyamanan operasional stasiun. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada pertengahan 2027.
Pengembangan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta merupakan bagian dari visi MRT Jakarta untuk mewujudkan kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD). Dengan konsep tersebut, stasiun tidak hanya menjadi titik perpindahan moda transportasi, tetapi juga terhubung dengan berbagai bangunan dan aktivitas di kawasan sekitarnya.
Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta sendiri merupakan salah satu stasiun tersibuk di Fase 1 lintas Utara–Selatan. Berada sekitar 18 meter di bawah permukaan tanah, stasiun ini melayani rata-rata 450 ribu hingga 500 ribu pelanggan setiap bulan.
Angka tersebut diperkirakan terus meningkat seiring beroperasinya Fase 2A segmen Bundaran HI–Monas yang ditargetkan pada akhir 2027. Sementara itu, penyelesaian jalur hingga Kota ditargetkan rampung pada akhir 2029. Karena itu, pembangunan ruang multifungsi dan entre baru menjadi langkah strategis untuk memastikan kapasitas dan kualitas layanan MRT Jakarta mampu mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang di masa mendatang.








