Di Gastech 2026, PLN EPI Perkuat Infrastruktur LNG Untuk Ketahanan Energi

Friday, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiri ke kanan : Komisaris PT PLN Energi Primer Indonesia Anggawira; General Manager Unit Proyek Gas dan BBM PT PLN Energi Primer Indonesia Agus Purnomo dalam  Strategic Panel Gastech Exhibition & Conference 2026 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand pada Senin (14/9).

Kiri ke kanan : Komisaris PT PLN Energi Primer Indonesia Anggawira; General Manager Unit Proyek Gas dan BBM PT PLN Energi Primer Indonesia Agus Purnomo dalam Strategic Panel Gastech Exhibition & Conference 2026 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand pada Senin (14/9).

daelpos.com — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat strategi percepatan pembangunan infrastruktur liquefied natural gas (LNG) di berbagai wilayah Indonesia melalui pengelolaan proyek secara terintegrasi, pengamanan kapasitas rantai pasok sejak dini, serta penguatan industri domestik. Strategi tersebut disampaikan General Manager Unit Pelaksana Proyek Gas dan BBM PLN EPI dalam Strategic Panel Gastech Exhibition & Conference 2026 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand pada Senin (14/9) untuk memastikan infrastruktur LNG tersedia tepat waktu guna mendukung keandalan pasokan energi pembangkit.

Gastech Exhibition & Conference 2026 dengan tema “For a Secure & Sustainable Energy Future” ini merupakan Forum global yang mempertemukan sekitar 800 pemimpin sektor energi, pembuat kebijakan, inovator, dan investor strategis untuk membahas perkembangan gas alam, LNG, hidrogen, solusi rendah karbon, elektrifikasi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam sektor energi.

Dalam sesi “The Execution Gap: Securing Contractors, Capacity and Critical Minerals in a Constrained Global Market” yang membahas keterbatasan kapasitas EPC, manufaktur, tenaga kerja terampil, dan delivery slot di tengah meningkatnya investasi infrastruktur energi global ini dimoderatori oleh Saggaf Syed Ahmad dari Asia Pacific Regional Director Energy Industries Council (EIC) Syed dan hadir sebagai pembicara Chief Supply Chain, Digital & IT Officer Saipem Paolo Albini, SVP – Procurement OGC, USA & Canada Kiewit Carsten Bernstiel serta Chief Business Development Officer Abaxx Exchange & Clearing Russell Robertson.

General Manager Unit Pelaksana Proyek Gas dan BBM PLN EPI Agus Purnomo panelis dalam sesi tersebut mengatakan tantangan pembangunan infrastruktur LNG kini tidak hanya terletak pada pembiayaan proyek, tetapi juga pada ketersediaan kapasitas industri untuk menyelesaikannya sesuai kebutuhan sistem kelistrikan.

See also  Menkeu Purbaya Lantik 27 Pejabat Eselon II Kemenkeu

“Tantangannya bukan hanya mengembangkan proyek. Kami juga perlu memastikan kapasitas dari pemasok peralatan utama, galangan kapal, dan juga kontraktor pelaksana untuk menyelesaikannya proyek tepat waktu,” ujar Agus.

Sejak 2023, PLN EPI mempercepat proyek midstream LNG di sekitar 25 lokasi di Indonesia untuk mendukung program dedidselisasi PLN, menggantikan penggunaan diesel dengan LNG sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan

Di saat yang sama, industri LNG global menghadapi keterbatasan kapasitas eksekusi. Kapasitas pembangunan kapal LNG berukuran besar di Korea Selatan dan China diperkirakan sekitar 85 kapal per tahun pada awal 2026, sementara orderbook kapal LNG telah mencapai 268 unit per 31 Maret 2026. Sejumlah kapal yang dipesan pada 2026 bahkan memiliki jadwal pengiriman hingga 2029.

“Capacity does not mean availability. Bertambahnya kapasitas industri tidak serta-merta menjamin tersedianya slot produksi ketika proyek membutuhkan peralatan atau kapal,” kata Agus.

Menghadapi kondisi tersebut, PLN EPI mengelola pengembangan Proyek LNG Midstream sebagai satu portofolio terintegrasi. FSRU, kapal LNG, fasilitas regasifikasi dan penyimpanan, jaringan pipa hingga koneksi pembangkit direncanakan secara sinkron. Strateginya mencakup perencanaan kapasitas pada tingkat portofolio, keterlibatan pemasok lebih awal, fleksibilitas strategi aset, serta standardisasi desain dan peralatan.

PLN EPI juga mengevaluasi konversi kapal LNG eksisting menjadi FSRU sebagai alternatif ketika kapasitas galangan untuk newbuild terbatas. Opsi tersebut tidak otomatis lebih cepat atau murah, tetapi memberikan jalur eksekusi alternatif di tengah keterbatasan kapasitas pembangunan baru.

Selain memanfaatkan teknologi dan pemasok global untuk kebutuhan khusus, PLN EPI mendorong penguatan industri dalam negeri pada pekerjaan konstruksi, fabrikasi, tangki penyimpanan, perpipaan, sistem kelistrikan, galangan kapal, operasi dan pemeliharaan hingga jasa rekayasa.

See also  Direksi dan Komisaris Pertamina Pantau Operasional Satgas Ramadan di Medan dan Rokan

“Kami membutuhkan kemampuan global untuk teknologi yang sangat khusus, tetapi skala pipeline proyek Indonesia dapat digunakan untuk secara bertahap membangun kemampuan domestik yang lebih kuat,” ujar Agus.

Hingga 2029, PLN EPI menargetkan pengembangan hampir 20 lokasi terminal penerimaan LNG satelit darat, terdiri atas satu lokasi di Nias, enam di Sulawesi, sembilan di Nusa Tenggara, dan empat di Papua Utara melalui empat klaster mitra strategis atau Joint Development Agreement (JDA). Pengembangannya diarahkan dalam satu kerangka program terintegrasi agar puluhan terminal tersebut tidak membentuk rantai pasok yang berjalan sendiri-sendiri.

Agus menambahkan, keberhasilan pembangunan infrastruktur energi juga membutuhkan sinergi pemerintah, industri, dan lembaga pembiayaan. Pemerintah berperan menciptakan kepastian kebijakan dan iklim investasi, sementara industri memastikan proyek dapat dieksekusi dan lembaga pembiayaan menyediakan dukungan modal.

“Pemerintah menciptakan lingkungan yang memungkinkan, industri menjalankan proyek, dan pemberi pinjaman menyediakan modal. Ketiganya perlu selaras sejak awal,” kata Agus.

Di tengah semakin ketatnya kapasitas industri global, keberhasilan pengembangan LNG tidak lagi hanya ditentukan oleh kesiapan investasi, tetapi oleh kemampuan mengamankan dan menyinkronkan kapasitas eksekusi. Melalui strategi tersebut, PLN EPI memastikan pembangunan infrastruktur LNG dapat berjalan tepat waktu untuk memperkuat ketahanan energi dan keandalan sistem kelistrikan Indonesia.

Berita Terkait

Perkuat Operasional Global, Pertamina Akuisisi Hak Partisipasi Moeve di Cekungan Berkine Aljazair
Percepat Pemerataan Listrik di Papua, PLN Listriki 128 Desa pada 2026 dan Targetkan 199 Desa pada 2027
Indonesia Siapkan Cadangan Minyak hingga 60 Hari
PGN Perkuat Pengembangan Bisnis dan Operasional Berbasis Energi Rendah Karbon
Energi Bersih, Ekonomi Tumbuh: Cerita Perubahan dari Desa Binaan Pertamina
Kemendes PDTT dan PLN EPI Dorong Desa Jadi Pemasok Energi Biomassa Nasional
Alumni Inggris Kunjungi Muara Karang, PLN Nusantara Power Buka Ruang Kolaborasi untuk Masa Depan Energi Indonesia
MyPertamina Fair 2026 Resmi Dimulai, Pertamina Patra Niaga Berikan Apresiasi bagi Konsumen Setia

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 21:46 WIB

Perkuat Operasional Global, Pertamina Akuisisi Hak Partisipasi Moeve di Cekungan Berkine Aljazair

Wednesday, 4 November 2026 - 16:53 WIB

Percepat Pemerataan Listrik di Papua, PLN Listriki 128 Desa pada 2026 dan Targetkan 199 Desa pada 2027

Wednesday, 4 November 2026 - 10:29 WIB

Indonesia Siapkan Cadangan Minyak hingga 60 Hari

Wednesday, 4 November 2026 - 09:12 WIB

PGN Perkuat Pengembangan Bisnis dan Operasional Berbasis Energi Rendah Karbon

Wednesday, 4 November 2026 - 09:09 WIB

Energi Bersih, Ekonomi Tumbuh: Cerita Perubahan dari Desa Binaan Pertamina

Berita Terbaru

Nasional

Kementerian PU Tangani Longsor di Jalur Pantai Selatan Tulungagung

Wednesday, 4 Nov 2026 - 21:35 WIB

Megapolitan

Dinas PPAPP Perkuat Pencegahan Kekerasan di 44 Kecamatan

Wednesday, 4 Nov 2026 - 17:15 WIB