daelpos.com – Timnas voli putri Indonesia akhirnya menutup putaran pertama SEA V Cup Putri 2026 dengan senyum. Setelah menelan dua kekalahan beruntun, skuad Merah Putih bangkit dan menaklukkan Filipina 3-1 di Dong Anh Gymnasium, Hanoi, Vietnam, Minggu (2/8).
Sempat kehilangan set pertama 20-25, Indonesia menunjukkan mental pantang menyerah. Tim asuhan Marcos Sugiyama kemudian membalikkan keadaan dengan memenangi tiga set berikutnya, masing-masing 25-19, 25-22, dan 25-16.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Indonesia dalam tiga laga putaran pertama. Hasil tersebut mengantarkan Merah Putih finis di peringkat ketiga klasemen dengan koleksi tiga poin, sementara Filipina harus puas berada di posisi juru kunci dengan satu poin.
Sejak awal pertandingan, Indonesia mendapat tekanan dari Alas Pilipinas yang tampil agresif dan efektif memanfaatkan sejumlah kesalahan lawan. Filipina pun berhasil mengamankan set pembuka 25-20.
Tak ingin kembali kehilangan momentum, Indonesia langsung berbenah pada set kedua. Penerimaan bola pertama mulai rapi, blok lebih disiplin, dan penyelesaian serangan semakin tajam. Hasilnya, Indonesia menyamakan kedudukan usai menang 25-19.
Pertarungan semakin sengit pada set ketiga. Kedua tim silih berganti memimpin perolehan angka. Namun, ketenangan pemain Indonesia pada poin-poin krusial menjadi pembeda hingga akhirnya menutup set dengan kemenangan 25-22.
Memasuki set keempat, dominasi Indonesia semakin terlihat. Servis yang menekan dan serangan yang konsisten membuat Filipina kesulitan mengembangkan permainan. Merah Putih terus menjauh dalam perolehan poin sebelum memastikan kemenangan telak 25-16 sekaligus mengunci laga dengan skor 3-1.
Kemenangan ini menjadi respons positif setelah Indonesia sebelumnya tumbang 1-3 dari Thailand pada laga pembuka, Jumat (31/7), dan kembali kalah dengan skor sama saat menghadapi tuan rumah Vietnam, Sabtu (1/8).
Manajer Timnas Voli Putri Indonesia, Luciana Taroreh, mengaku bersyukur tim mampu menutup putaran pertama dengan hasil positif. Menurutnya, para pemain memang memiliki motivasi besar untuk memperbaiki pencapaian dibandingkan seri pertama tahun lalu.
“Tim tentunya termotivasi untuk memperbaiki peringkat dibandingkan seri pertama tahun lalu,” ujar Luciana.
Meski demikian, ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum memasuki putaran kedua.
“Namun, ada tiga aspek yang masih harus terus dibenahi, yaitu konsistensi permainan, pengurangan unforced error, dan penguatan mental bertanding. Semoga pada putaran kedua hasilnya lebih baik lagi,” katanya.
Luciana juga menilai kekalahan dari Vietnam menjadi pelajaran berharga. Menurut dia, Indonesia sebenarnya mampu memulai pertandingan dengan baik, tetapi gagal menjaga konsistensi setelah merebut set pertama.
“Timnas putri memulai pertandingan dengan baik dan berhasil memenangi set pertama. Namun, Vietnam tampil lebih konsisten pada set-set berikutnya, sementara Indonesia masih melakukan kesalahan sendiri pada poin-poin penting,” ujarnya.
Seluruh hasil pertandingan di Hanoi, lanjut Luciana, akan menjadi bahan evaluasi agar performa tim semakin meningkat pada putaran kedua.
Bekal kemenangan atas Filipina diharapkan menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad Merah Putih sebelum melanjutkan perjuangan pada putaran kedua SEA V Cup Putri 2026 di Thailand, 7-9 Agustus mendatang. Indonesia dituntut tampil lebih konsisten, mengurangi kesalahan sendiri, serta memperkuat mental bertanding agar mampu bersaing menghadapi Thailand, Vietnam, dan Filipina.








