JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi

Wednesday, 12 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berkomitmen mendukung Swasembada Pangan Nasional dengan menghadirkan infrastruktur air berkelanjutan melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dengan memanfaatkan potensi air tanah secara berkelanjutan, petani tetap memiliki sumber air untuk bercocok tanam meski curah hujan menurun akibat El Nino.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan pembangunan JIAT merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan air, terutama saat musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino. Dengan sistem irigasi yang lebih andal, produktivitas pertanian diharapkan meningkat signifikan.

“Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat,” kata Menteri Dody.

Selain itu, Menteri Dody juga menekankan agar pengembangan JIAT tidak hanya berfokus pada pembangunan sumur dan pompa air tanah, tetapi juga dilengkapi dengan jaringan saluran tersier sehingga mampu mengalirkan air secara lebih efektif hingga ke lahan pertanian. JIAT sendiri merupakan sistem irigasi yang memanfaatkan air tanah melalui sumur bor/pompa untuk mengairi lahan pertanian, terutama pada daerah yang tidak terjangkau jaringan irigasi permukaan.

Salah satu pembangunan JIAT dilakukan di Desa Bawahan Seberang, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, yang memiliki jaringan sepanjang 1 kilometer dengan cakupan layanan mencapai 10,71 hektare lahan pertanian. Infrastruktur yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin tersebut mampu menghasilkan debit air sekitar 3 liter per detik melalui sumur dengan kedalaman mencapai 100 meter.

Selain itu, BWS Kalimantan III Banjarmasin juga turut membangunan JIAT di Desa Bawahan Selan sepanjang 760 meter yang mengairi lahan pertanian seluas 13,30 hektar. Infrastruktur ini mampu menghasilkan debit air sekitar 3 liter per detik dengan kedalaman sumur mencapai 126 meter. Pembangunan tersebut pun disambut antusias oleh Waluyo, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat.

See also  Dana BOS, Menkeu Sri Mulyani: Pemerintah Cairkan Rp 9,8 Triliun Untuk 136.579 Sekolah

“Terima kasih kepada BWS Kalimantan III Banjarmasin yang telah membantu pembangunan sumur bor yang ada di desa kami. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan dari Kementerian PU ini bisa meningkatkan taraf hidup petani yang ada di Desa Bawahan Selan, yang tadinya menanam padi setahun sekali, bisa menjadi dua kali, syukur-syukur bisa menjadi tiga kali,” ujarnya.

Dalam pengoperasiannya, sistem JIAT ini menggunakan listrik sebagai sumber daya utama, dengan genset sebagai sumber daya cadangan untuk menjaga keberlangsungan layanan ketika pasokan listrik utama mengalami gangguan.

Air yang dihasilkan terutama dimanfaatkan sebagai air baku irigasi dalam rangka mendukung swasembada pangan. Infrastruktur ini juga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat melalui penyediaan air baku untuk kebutuhan sehari-hari.

Lewat infrastruktur ini, para petani tidak lagi hanya mengandalkan curah hujan harian, sehingga proses bercocok tanam dapat terus berjalan secara optimal dan teratur. Langkah tersebut sejalan dengan Visi PU608 melalui pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, mendorong produktivitas, hingga menciptakan pertumbuhan ekonomi.(#PU608)

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Wednesday, 30 September 2026 - 10:23 WIB

Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB

Ekonomi - Bisnis

Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed Ringkas untuk Bisnis

Wednesday, 7 Oct 2026 - 15:48 WIB