daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melakukan penanganan pada akses menuju Jembatan Wae Dampek di ruas jalan provinsi Reo–Dampek-Pota, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari upaya menjaga konektivitas masyarakat pascagempa yang melanda wilayah tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah terdampak bencana menjadi bagian penting dalam memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Menurutnya, akses yang tetap terbuka dibutuhkan agar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik.
“Dalam kondisi bencana, yang paling penting adalah memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Jalan dan jembatan harus segera ditangani agar masyarakat tidak terisolasi dan mobilitas bantuan serta kebutuhan dasar dapat terus berjalan,” kata Menteri Dody.
Penanganan dilakukan pada dua titik, yakni jalan menuju jembatan sepanjang 100 meter dan oprit jembatan sepanjang 45 meter. Pekerjaan ini dilakukan untuk memulihkan kondisi badan jalan serta memperkuat akses menuju jembatan agar dapat kembali mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah tersebut.
Pada titik pertama, penanganan dilakukan pada jalan menuju jembatan sepanjang 100 meter melalui pembongkaran lapisan aspal yang mengalami kerusakan, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan timbunan menggunakan material urpil untuk membentuk kembali badan jalan.
Sementara itu, pada titik oprit jembatan sepanjang 45 meter, penanganan dilakukan melalui pekerjaan timbunan urpil pada badan jalan serta pemasangan cerucuk sebagai perkuatan. Pemasangan cerucuk diperlukan untuk meningkatkan stabilitas badan jalan pada area oprit sehingga akses menuju jembatan dapat kembali berfungsi dengan lebih baik.
Hingga Sabtu (22/8), pekerjaan penimbunan pada kedua titik tersebut telah selesai. Selanjutnya, pada Minggu (23/8), tim akan melanjutkan pekerjaan dengan pemasangan cerucuk pada area oprit jembatan.
Penanganan di lapangan terus dipercepat dengan tetap memperhatikan kondisi dan keamanan konstruksi. Penanganan ini diharapkan dapat menjaga akses masyarakat di sepanjang koridor Reo–Dampek, terutama dalam mendukung mobilitas warga serta kelancaran distribusi kebutuhan dan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.
Kementerian PU Siaga 24 Jam Pascagempa
Di tengah masih terjadinya gempa susulan yang berpotensi memicu longsoran, Kementerian PU melalui Ditjen Bina Marga terus menyiagakan tim selama 24 jam untuk memantau kondisi jalan dan jembatan serta melakukan penanganan apabila terjadi gangguan.
Penanganan lain yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu (22/8) antara lain, penanganan retakan jalan pada junction – Wolowaru (KM 51+700) dan Danga – Nila – Marapokot (STA5+050), penanganan Plat Deukeur pada ruas jalan Danga – Nila – Marokopot (STA 7+225) serta penanganan debris longsoran pada ruas jalan Aegela – Batas Kota Ende (STA 4+300).
Kementerian PU juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah terdampak gempa NTT untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga dan akses masyarakat dapat segera dipulihkan apabila terjadi gangguan. (#PU608)








