Museum Bing Slamet Diresmikan, Warisan Maestro untuk Generasi Baru

Sunday, 27 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Peresmian Museum Bing Slamet di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026), menjadi momentum penting untuk merawat ingatan kolektif bangsa terhadap salah satu maestro seni serba bisa Indonesia.

Museum yang mengusung tema “Mengenang Karya dan Warisan Bing Slamet Untuk Indonesia” tersebut diresmikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, bertepatan dengan Hari Komedi Nasional yang diperingati setiap 27 September.

Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta Achmad Azran mengapresiasi langkah Kementerian Kebudayaan menghadirkan museum yang secara khusus mengenang perjalanan dan karya Bing Slamet. Menurutnya, museum bukan sekadar ruang untuk menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga sarana mempertemukan generasi sekarang dengan nilai, karya, dan keteladanan tokoh masa lalu.

“Bing Slamet bukan hanya pelawak. Beliau adalah seniman serba bisa yang menghidupkan musik, lawak, film, dan berbagai bentuk kesenian untuk masyarakat. Karena itu, museum ini penting agar generasi muda tidak hanya mengenal namanya, tetapi juga memahami karya dan perjalanan hidupnya,” ujar Bang Azran.

Menurut Bang Azran, keberadaan Museum Bing Slamet menjadi semakin penting di tengah perubahan zaman dan perkembangan industri hiburan yang sangat cepat. Jejak karya para maestro, kata dia, perlu dirawat agar generasi baru memahami bahwa kebudayaan Indonesia dibangun melalui proses panjang dan kontribusi banyak seniman lintas zaman.

“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal nama besar Bing Slamet tanpa mengetahui mengapa beliau begitu penting dalam sejarah kesenian Indonesia. Museum ini bisa menjadi jembatan antara generasi, sekaligus ruang belajar bahwa kreativitas, ketekunan dan keberanian berkarya merupakan bagian dari perjalanan kebudayaan bangsa,” katanya.

Bing Slamet dikenal sebagai penyanyi, musisi, pencipta lagu, pelawak sekaligus aktor. Perjalanan keseniannya membentang panjang dari era sebelum kemerdekaan hingga dekade 1970-an. Ia dikenal melalui kiprahnya di dunia musik, lawak, radio dan perfilman nasional.

See also  Koperasi Merah Putih: Bukti Nyata Ekonomi Inklusif dari Desa

Dalam perjalanan kariernya, Bing Slamet antara lain dikenal melalui Trio Los Gilos dan Kwartet Jaya bersama Ateng, Iskak, dan Eddy Sud, serta kiprahnya di dunia musik bersama Eka Sapta. Ia juga membintangi sejumlah film dan menghasilkan karya musik yang menjadi bagian dari perjalanan seni populer Indonesia.

Peresmian museum tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan artis legendaris yang memiliki kedekatan dengan perjalanan seni dan hiburan Indonesia. Selain Menteri Kebudayaan Fadli Zon, hadir pula Anggota DPD RI Dapil Jawa Barat Alfiansyah Komeng, putra Bing Slamet Adi Bing Slamet, serta sejumlah seniman senior seperti Tarzan dan Munaroh.

Kehadiran para tokoh lintas generasi tersebut memperlihatkan bahwa Bing Slamet bukan sekadar nama dalam sejarah hiburan, melainkan sosok yang memiliki jejaring pengaruh luas dalam perjalanan seni pertunjukan dan industri hiburan nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai tata pamer Museum Bing Slamet menggambarkan perjalanan sang maestro sebagai seniman multitalenta Indonesia. Perjalanan tersebut mencakup kiprahnya sebagai pencipta lagu, penyanyi, aktor sekaligus komedian yang turut mewarnai perkembangan kebudayaan Indonesia.

“Kalau kita lihat dari lini masa, dari tata pamer, kita melihat bahwa Bing Slamet ini adalah seorang seniman yang multi-talenta. Beliau pencipta lagu, penyanyi bersuara bariton, aktor, serta komedian melalui kelompok Trio Los Gilos dan Kuartet Jaya terkenal,” kata Fadli Zon kepada wartawan seusai peresmian Museum Bing Slamet di Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026).

Fadli menjelaskan, nama Bing Slamet juga berkaitan dengan karakter suara baritonnya yang memiliki kemiripan dengan penyanyi ternama Indonesia, Sam Saimun. Perjalanan Bing Slamet di dunia musik dan komedi menunjukkan kiprah panjang yang turut memperkaya perkembangan seni nasional Indonesia.

See also  Menteri Dody Tinjau Ruas Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6, Siap Dukung Kelancaran Nataru 2025 dan Lebaran 2026

Museum tersebut menampilkan sejumlah koleksi yang berkaitan dengan perjalanan hidup dan karya Bing Slamet sepanjang kariernya hingga akhir hayat. Pengunjung dapat melihat poster film, piringan hitam, kaset, pakaian, pas kerja, serta berbagai memorabilia asli peninggalan sang seniman.

“Di museum ini terdapat poster film, piringan hitam, kaset, pakaian, pas kerja, dan sejumlah memorabilia asli Bing Slamet. Di bagian atas juga tersedia studio kecil yang nantinya dapat dikembangkan untuk kegiatan menonton film,” ujar Fadli.

Menurutnya, museum juga mempertahankan bagian rumah asli Bing Slamet, termasuk tangga yang menjadi salah satu bagian ikonik. Keberadaan bagian-bagian asli rumah tersebut membuat museum tidak sekadar menjadi ruang pamer, tetapi juga menghadirkan atmosfer kehidupan sang maestro dan lingkungan kreatif yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Sementara itu, anak Bing Slamet, Adi Bing Slamet, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan. Ia mengaku terharu karena rumah keluarga tersebut kini resmi berdiri sebagai Museum Bing Slamet yang dapat dikunjungi masyarakat.

Adi mengatakan, rumah tersebut dahulu menjadi markas kreatif sekaligus tempat berkumpulnya para maestro dan seniman lintas generasi. Berbagai gagasan besar, menurutnya, lahir dari ruang tamu dan teras rumah yang menjadi bagian penting perjalanan keluarganya.

“Dari tempat sederhana ini, lahir ide-ide besar, karya yang melegenda, serta naskah komedi yang menghibur jutaan rakyat. Obrolan hangat para seniman di rumah ini turut membentuk fondasi industri hiburan tanah air pada masa itu,” ujar Adi.

Bang Azran menilai kisah tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan tidak selalu lahir dari ruang-ruang besar dan institusi formal. Rumah, ruang berkumpul, percakapan antarseniman, serta keberanian untuk menciptakan karya juga dapat menjadi bagian penting dari sejarah kebudayaan.

See also  Di Forum ESG, Hashim Apresiasi Peran Aktif Perdagangan Karbon Indonesia, Terbesar dari PLN

“Yang kita rawat melalui museum ini bukan hanya benda-benda peninggalan Bing Slamet, tetapi juga semangat berkarya yang pernah tumbuh dari rumah ini. Ada nilai sejarah, nilai kebudayaan, dan nilai kemanusiaan yang patut diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutur Bang Azran.

Ia berharap Museum Bing Slamet dapat menjadi salah satu destinasi edukasi dan kebudayaan di Jakarta, khususnya bagi generasi muda, pelajar, komunitas seni dan masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan salah satu maestro hiburan Indonesia.

“Semoga museum ini hidup. Bukan hanya ramai saat peresmian, tetapi terus menjadi ruang belajar, ruang apresiasi dan ruang bertemunya generasi lama dengan generasi baru. Warisan maestro seperti Bing Slamet harus terus hidup di tengah generasi baru,” pungkas Bang Azran.(*)

Berita Terkait

Kementerian PU Percepat Penanganan Sungai Batang Baliang di Solok
Siswa dan Guru Bomberay Sulap Perpustakaan Jadi Ruang Baca Nyaman
Rahmat Erwin Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia, LaNyalla Apresiasi Atlet Jatim
Kementerian PU Lanjutkan Penanganan dan Optimalisasi Kolam Retensi SR Sudiang, Makassar
Permudah Transaksi Pelaku Usaha, Livin’ Merchant Dukung Pelaku Usaha Tumbuh Bersama di Era Digital
Kementerian PU Pastikan 3.450 Hektare Sawah Lamongan Tetap Terairi
Kementerian PU Fokuskan Rp114,59 Triliun untuk Infrastruktur Penopang Produktivitas 2027
Hutama Karya Grup Bantu Pemulihan Warga Terdampak Banjir Bandang Solok

Berita Terkait

Monday, 28 September 2026 - 00:00 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Sungai Batang Baliang di Solok

Sunday, 27 September 2026 - 23:13 WIB

Museum Bing Slamet Diresmikan, Warisan Maestro untuk Generasi Baru

Sunday, 27 September 2026 - 10:31 WIB

Siswa dan Guru Bomberay Sulap Perpustakaan Jadi Ruang Baca Nyaman

Sunday, 27 September 2026 - 10:28 WIB

Rahmat Erwin Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia, LaNyalla Apresiasi Atlet Jatim

Sunday, 27 September 2026 - 00:00 WIB

Kementerian PU Lanjutkan Penanganan dan Optimalisasi Kolam Retensi SR Sudiang, Makassar

Berita Terbaru

Megapolitan

LRT Jakarta Layani Lebih dari 100 Ribu Penumpang

Sunday, 27 Sep 2026 - 23:28 WIB