Di Paviliun Indonesia, AL Gore Puji Aksi Indonesia

Thursday, 12 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Tokoh perubahan iklim global Al Gore memuji sejumlah aksi yang telah dilakukan Indonesia untuk mencegah perubahan iklim. Sejumlah aksi yang sedang dilaksanakan Indonesia diantaranya adalah mempertahankan hutan alam primer, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta melakukan transisi ke energi bersih.

“Indonesia menjadi contoh sebuah negara yang berusaha berusaha keras mengubah kebijakan dengan mengadopsi solusi-solusi untuk melaju ke arah yang lebih baik,” kata dia saat menyampaikan pidato di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim COP25 UNFCCC di Madrid, Spanyol, Kamis (11/12/2019).

Sesi yang dibuka oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong itu membuat Paviliun Indonesia penuh sesak oleh kehadiran delegasi dari berbagai negara yang ingin mendengarkan pidato tokoh yang bersama Panel Ahli Antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) meraih nobel perdamaian tahun 2017 itu. Para delegasi yang hadir bahkan meluber sehingga terpaksa menyaksikan pidato dari peraih nobel perdamaian itu melalui layar digital.
Al Gore mengingatkan, saat ini adalah tengat waktu untuk meningkatkan ambisi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan memerangi perubahan iklim. Tahun depan, traktat pengendalian perubahan iklim Persetujuan Paris mulai berlaku efektif.

Menurut Al Gore, perubahan iklim telah membuat muka air laut global meningkat ini mengancam negara-negara kepulauan, termasuk Indonesia. Menurut dia, kenaikan muka air laut itu juga yang menjadi konsekuensi bagi Indonesia . “Indonesia merupakan salah satu negara yang menerima dampak dari krisis iklim,” katanya.

Berita bagusnya, solusi untuk pengendalian perubahan iklim sudah tersedia. Saat ini, kata Al Gore, ongkos produksi listrik dari energi terbarukan yang rendah emisi GRK sudah jauh lebih murah.

Al Gore mengaku senang dengan kebijakan yang diambil oleh Indonesia seperti soal moratorium dan pembukaan kebun sawit baru, termasuk juga restorasi gambut. Dia juga menilai di sektor transportasi sudah banyak kemajuan yang dicapai dengan keberadaan sistem transportasi massal Trans Jakarta.

See also  Bukan Energi Listrik Saja, Begini Cara Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Perekonomian Rakyat

“Kemajuan yang sudah dicapai memberi kita harapan, kita bisa membangun momentum ini dan membalik beberapa kebijakan yang masih salah,” katanya.

Sementara itu Wakil Menteri LHK Alue Dohong menyatakan Paviliun Indonesia menggelar 43 sesi diskusi dengan lebih dari 184 pembicara. Mereka bukan sekadar berbicara, tapi memaparkan aksi nyata yang sudah dilakukan untuk pengendalian perubahan iklim.
“Saya menyadari kita perlu melakukan perubahan lebih cepat, besar dan kuat untuk melindungi masa depan kita dari dampak perubahan iklim.

Dalam hal itu, Indonesia meyakini perlu dukungan teknologi dan pengetahuan. Kita juga butuh dukungan politik dari nasional dan global level,” katanya.
Alue juga menjelaskan, Indonesia sat ini sedang menjalankan kebijakan transisi dari energi konvensional menuju energi terbarukan. Apalagi, potensi energi terbarukan di Indonesia sangatlah besar. Proses transisi ini berjalan gradual dengan mempertimbangkan politik, ekonomi, sosial dan teknologi.

Kepada Al Gore, Wamen LHK Alue Dohong juga menjelaskan tentang keberhasilan Indonesia dalam pengendalian kebakaran hutan ditengah merebaknya kebakaran hutan dan lahan di berbagai belahan dunia. Selain Al Gore, tokoh perubahan iklim global yang menjadi pembicara di Paviliun Indonesia Kamis (11/12), adalah Lord Nicholas Stern. Pakar ekonomi perubahan iklim itu menjelaskan, pentingnya pengendalian perubahan iklim untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan. *

Berita Terkait

Pertagas Raih 7 Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026
Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi
Wamendes Ariza Apresiasi Perusahaan yang Berkontribusi Nyata Bangun Desa
Ekspedisi Patriot dan Warga Yuruf Bangun Jembatan Darurat di Perbatasan Keerom
OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital
Biji Pala Werianggi-Werabur Diolah Jadi Pembersih Tangan Organik
Perkuat Rasa Aman Pengguna Jalan, HKA Gelar Simulasi Vertical Rescue di Tol KUTEPAT
Hadapi Kekeringan, Kementerian PU Selamatkan 141.440 Ha Sawah dan Penuhi Kebutuhan Air Bagi 1,75 Juta Jiwa

Berita Terkait

Monday, 28 September 2026 - 21:55 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi

Monday, 28 September 2026 - 15:50 WIB

Wamendes Ariza Apresiasi Perusahaan yang Berkontribusi Nyata Bangun Desa

Sunday, 27 September 2026 - 23:04 WIB

Ekspedisi Patriot dan Warga Yuruf Bangun Jembatan Darurat di Perbatasan Keerom

Saturday, 26 September 2026 - 23:12 WIB

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

Saturday, 26 September 2026 - 20:59 WIB

Biji Pala Werianggi-Werabur Diolah Jadi Pembersih Tangan Organik

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ September Mulai Dicairkan

Tuesday, 29 Sep 2026 - 15:13 WIB