Jangan Cuma Garuda, Erick Thohir Juga Diminta Bersih-bersih di Jasa Marga dan JLJ

Wednesday, 8 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

DAELPOS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir diminta tidak pilih-pilih “bulu” dalam aksi bersih-bersih BUMN.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) Sabda Pranawa Djati, menagih komitmen Erick Thohir untuk membersihkan BUMN-BUMN lainnya, termasuk PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT JLJ) anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero).

Menurut dia, setelah terungkapnya perilaku kotor Direksi PT Garuda Indonesia (Persero), terkait kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda Indonesia, serta kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang diprediksi mencapai nilai Rp13,7 triliun, yang saat ini sedang diperiksa oleh Kejaksaan Agung RI. Kini saatnya Menteri BUMN Erick Thohir juga bersih-bersih di PT Jasa Marga (Persero) dan di 22 anak perusahaannya.

Sabda mengungkapkan, bersih-bersih perlu segera dilakukan Menteri BUMN di perusahaan pengelola jalan tol itu, sebagai tindak lanjut dari sikap Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani, yang pernah tiga kali tidak memenuhi panggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero).

Sabda meminta Menteri BUMN bersikap tegas terhadap direksi dan manajemen BUMN yang sewenang-wenang dalam mengelola perusahaan, dan jajaran yang tidak tunduk pada hukum yang berlaku. Termasuk yang diduga melanggar Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Dalam hal ini, Sabda juga mengecam tindakan Direksi PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT JLJ) anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero), yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dan melanggar UU Ketenagakerjaan. PHK itu terjadi terhadap Mirah Sumirat selaku Presiden Serikat Karyawan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (SK JLJ).

See also  Harga Tiket Pesawat Melambung, Komisi V Minta Menhub Awasi Maskapai

“Ada Undang Undang Ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang dikangkangi oleh Direksi PT JLJ dalam proses PHK terhadap Presiden SK JLJ. Ini ada apa? Apa yang ditakutkan oleh Direksi PT JLJ, sehingga ngotot banget untuk segera mem-PHK secara sepihak seorang pimpinan serikat pekerja tanpa prosedur hukum yang berlaku?” tanya Sabda, dalam siaran persnya, Rabu (8/1/2020).

ASPEK Indonesia menduga, Direksi PT Jasa Marga dan Direksi PT JLJ gerah dengan sepak terjang Mirah Sumirat selama ini. Sebab, Mirah Sumirat getol memperjuangkan hak-hak pekerja di PT JLJ dan di perusahaan jalan tol lainnya. Sehingga Direksi PT Jasa Marga dan Direksi PT JLJ ngotot melakukan PHK dengan menabrak UU Ketenagakerjaan dan PKB yang berlaku.

Sehubungan dengan PHK yang dilakukan terhadap Mirah Sumirat, lanjut Sabda, ASPEK Indonesia bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan berbagai organisasi serikat pekerja, akan melakukan aksi di kantor pusat PT JLJ di Jati Asih, Bekasi.

Sedangkan Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan, aksi itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap Mirah Sumirat.

Senada dengan penjelasan Sabda, Said Iqbal menilai PHK terhadap Mirah bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama.

Perlu diketahui, Mirah Sumirat saat ini menjabat sebagai Presiden ASPEK Indonesia, Pembina Jamkes Watch KSPI dan juga Presiden Women Committee UNI Asia Pacific, serta menjabat Wakil Ketua Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional periode 2017-2019.

“Aksi akan kami lakukan di Kantor Pusat PT JLJ pada hari Kamis, 9 Januari 2020 melibatkan ribuan buruh,” tegas Iqbal.

Jika tuntutan tidak dipenuhi, buruh juga berencana melakukan aksi ke Kantor Pusat Jasa Marga pada tanggal 20 Januari 2020.

See also  Daftar 5 Universitas Naungan Perusahaan Plat Merah, Lulusannya Berkiprah di BUMN

Adapun tuntutan yang hendak disampaikan dalam aksi ini mendesak pencabutan Surat Keputusan Direksi PT JLJ No. 119/KPTS-JLJ/IV/2019 tertanggal 18 April 2019 tentang Pemutusan Hubungan Kerja dan pekerjakan kembali Mirah Sumirat.

“Meminta dilaksanakannya Perjanjian Kerja Bersama yang berlaku, secara konsekuen dan mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Serta, memastikan jaminan hak kebebasan berserikat tanpa intimidasi kepada anggota dan pekerja PT JLJ,” pungkas Said Iqbal. []

Berita Terkait

Menteri PU dan Hutama Karya Targetkan Longsor Tarutung–Sibolga Tuntas Sebelum Mudik
Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Mudik Lebaran 2026
Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Hingga Akhir Tahun
Menteri Dody Tinjau Penanganan Longsoran Tebing di Aceh Tengah, Fokus Perkuatan Lereng
Hutama Karya Uji Laik Fungsi Jembatan Musi V Jelang Lebaran 2026
Diskon Tol 30 Persen di 29 Ruas, Kementerian PU–BUJT Manjakan Pemudik Lebaran 2026
Peneliti CNRRI Sebut Kawasan Transmigrasi Salor Papua Selatan Berpotensi Jadi Sentra Padi Baru
Grab Kucurkan BHR 2026 hingga Rp110 Miliar untuk 400 Ribu Mitra

Berita Terkait

Thursday, 12 March 2026 - 00:52 WIB

Menteri PU dan Hutama Karya Targetkan Longsor Tarutung–Sibolga Tuntas Sebelum Mudik

Thursday, 12 March 2026 - 00:42 WIB

Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Mudik Lebaran 2026

Tuesday, 10 March 2026 - 01:01 WIB

Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Hingga Akhir Tahun

Tuesday, 10 March 2026 - 00:36 WIB

Menteri Dody Tinjau Penanganan Longsoran Tebing di Aceh Tengah, Fokus Perkuatan Lereng

Tuesday, 10 March 2026 - 00:23 WIB

Hutama Karya Uji Laik Fungsi Jembatan Musi V Jelang Lebaran 2026

Berita Terbaru

Energy

Pemerintah Genjot Energi Surya, Target PLTS 100 Gigawatt

Thursday, 12 Mar 2026 - 13:00 WIB

Nasional

Mendes Dorong Pembangunan Infrastruktur Desa di Papua Pegunungan

Thursday, 12 Mar 2026 - 10:52 WIB

foto istimewa

Ekonomi - Bisnis

Epson Indonesia Ajak Media Main Padel Sebelum Buka Puasa Bersama

Thursday, 12 Mar 2026 - 00:59 WIB