daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak bencana pada Jalur Nasional Lintas Tengah Aceh guna memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, berbagai upaya pemulihan akses terus dilakukan secara intensif pada ruas-ruas strategis terdampak longsor dan kerusakan pada jembatan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat peran strategis jalan dan jembatan sebagai penggerak utama aktivitas masyarakat serta distribusi logistik.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Menteri Dody.
Hingga 7 Januari 2026, sebagian besar ruas strategis di lintas tengah Aceh telah kembali terhubung dan fungsional, baik secara permanen maupun melalui penanganan darurat seperti pemasangan Jembatan Bailey dan pengalihan ke jalur alternatif. Sejumlah ruas utama yang telah kembali terhubung antara lain Ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah, Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram, Ruas Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya, dan Ruas Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren.
Selain itu Ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane hingga Ruas Kota Kutacane–Batas Provinsi Sumatera Utara juga telah dapat dilalui. Percepatan penanganan ini difokuskan pada pembukaan kembali akses transportasi darat sebagai jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Sementara itu pada beberapa ruas lainnya penanganan masih terus dilakukan antara lain, Ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang sempat kembali mengalami longsor pada awal Januari 2026 dan saat ini sedang dalam penanganan dengan target fungsional kembali pada 9 Januari 2026. Selanjutnya Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram tengah dilakukan pengujian beban pada Jembatan Bailey yang telah terpasang.
Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro, menyampaikan bahwa penanganan darurat terus dilakukan secepat mungkin dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.
“Upaya penanganan darurat terus kami lakukan. Masih terdapat ruas di wilayah Aceh Tengah yang belum sepenuhnya tersambung dan sedang kami tangani. Hari ini sudah terbuka, tetapi masih dibutuhkan peralihan lagi sehingga layak untuk kendaraan roda 4. Laporan dari lapangan 9 Januari 2026 sudah fungsional,” kata Heri. (*)








