daelpos.com – Perkembangan teknologi berpengaruh besar terhadap generasi saat ini, terutama terkait pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PRKAKS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hilman Ferdinandus Pardede, mengungkapkan, dengan kepopuleran AI, generasi saat ini memiliki tantangan baru. Di mana, di satu sisi diberikan kemudahan dengan hadirnya teknologi bahwa dengan segala kemudahannya berpeluang untuk tahu jauh dan lebih banyak dari generasi sebelumnya. Tetapi, terdapat bahaya di mana dengan segala kemudahannya menyebabkan para mahasiswa untuk tidak belajar sama sekali.
Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan ilmiah 97 mahasiswa program studi Sistem Informasi dan program studi Elektro, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung, Selasa (6/1).
“Harapan saya dalam kunjungan ilmiah ini, para peserta kunjungan akan mempunyai perspektif baru bahwa dengan segala kemudahan teknologi namun tetap memiliki skill dan knowledge yang seharusnya. Sehingga saat memasuki dunia kerja akan tetap mampu bersaing,” tegasnya.
Ia mengungkapkan keterlibatan mahasiswa pada berbagai kegiatan riset BRIN telah memberikan andil besar. Keterlibatan tersebut tercakup berbagai program, seperti pemagangan riset dan non-riset, pembimbingan tugas akhir, asisten riset, program MBKM, dan sebagainya.
“Sebagai peneliti BRIN, saya telah banyak menerima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang dilibatkan, khususnya pada riset bidang kecerdasan artifisial dan keamanan siber,” ungkap Hilman.
Senada, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) BRIN, Galih Nugraha Nurkahfi, menyatakan, saat ini, AI menjadi sangat populer sehingga dengan kepopulerannya, sebagian orang melupakan hal lainnya.
“Perkembangan teknologi AI saat ini tidak terlepas dari sokongan teknologi lainnya. AI tidak lepas dari apa yang menyokong agar AI itu bisa berjalan, seperti komputer, internet, server, data center, listrik dan sebagainya. Dan ini dilupakan oleh sebagian orang,” ucap Galih.
Ia menegaskan hal yang dilupakan ini justru penting dan berpeluang untuk karier serta peluang bisnis, termasuk di dalamnya bidang sistem informasi. Dirinya berpesan positioning keilmuan mahasiswa pada program studi Sistem Informasi dan program studi Elektro bukan saja mengenal tentang teknologinya, tetapi orang yang menggunakan teknologi.
“Bukan belajar tentang bendanya saja tetapi belajar juga bagaimana teknologi yang digunakan ini bisa mendukung bisnis, mendukung ekonomi,” ucapnya.
Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI, Sriyadi, menyampaikan BRIN merupakan lingkungan yang sangat relevan sebagai ruang belajar bagi mahasiswa, khususnya dari disiplin teknik dan informatika. Menurutnya, mahasiswa perlu diperkenalkan secara langsung dengan dunia riset agar mampu menyelaraskan hingga memahami keterkaitan antara teori, teknologi, dan kebutuhan nyata masyarakat serta industri.
“BRIN adalah tempat yang sangat tepat bagi mahasiswa untuk belajar, tidak hanya mengenai teknologi, tetapi juga cara berpikir riset. Mahasiswa teknik dan informatika perlu melihat langsung bagaimana penelitian dikembangkan, diuji, hingga siap dimanfaatkan,” ujarnya.
Bertolak pada keberhasilan para mahasiswa mengikuti program Bantuan Riset Talenta Riset dan Inovasi (BARISTA) dan Pemagangan Riset di BRIN sebelumnya, Sriyadi berharap para peserta kunjungan kali ini dapat mempersiapkan diri mendaftar keikutsertaan pada berbagai skema program yang ada di BRIN.
“BRIN sebagai salah satu tempat yang strategis, cocok buat mahasiswa kami untuk menyelaraskan ilmu dari masing-masing program studi dengan kegiatan-kegiatan yang ada di BRIN, sehingga kami tertarik mendorong mahasiswa untuk bisa mengenal BRIN lebih dekat melalui berbagai program kegiatan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa berkesempatan meninjau fasilitas laboratorium di KST Samaun Samadikun, antara lain laboratorium ergonomi dan kesehatan, laboratorium autonomous, laboratorium robotika, dan laboratorium imersif dan interaktif.








