Era AI dan Mahasiswa: Pintar Instan atau Mandek Berpikir

Friday, 9 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Perkembangan teknologi berpengaruh besar terhadap generasi saat ini, terutama terkait pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PRKAKS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hilman Ferdinandus Pardede, mengungkapkan, dengan kepopuleran AI, generasi saat ini memiliki tantangan baru. Di mana, di satu sisi diberikan kemudahan dengan hadirnya teknologi bahwa dengan segala kemudahannya berpeluang untuk tahu jauh dan lebih banyak dari generasi sebelumnya. Tetapi, terdapat bahaya di mana dengan segala kemudahannya menyebabkan para mahasiswa untuk tidak belajar sama sekali.

Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan ilmiah 97 mahasiswa program studi Sistem Informasi dan program studi Elektro, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung, Selasa (6/1).

“Harapan saya dalam kunjungan ilmiah ini, para peserta kunjungan akan mempunyai perspektif baru bahwa dengan segala kemudahan teknologi namun tetap memiliki skill dan knowledge yang seharusnya. Sehingga saat memasuki dunia kerja akan tetap mampu bersaing,” tegasnya.

Ia mengungkapkan keterlibatan mahasiswa pada berbagai kegiatan riset BRIN telah memberikan andil besar. Keterlibatan tersebut tercakup berbagai program, seperti pemagangan riset dan non-riset, pembimbingan tugas akhir, asisten riset, program MBKM, dan sebagainya.

“Sebagai peneliti BRIN, saya telah banyak menerima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang dilibatkan, khususnya pada riset bidang kecerdasan artifisial dan keamanan siber,” ungkap Hilman.

Senada, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) BRIN, Galih Nugraha Nurkahfi, menyatakan, saat ini, AI menjadi sangat populer sehingga dengan kepopulerannya, sebagian orang melupakan hal lainnya.

“Perkembangan teknologi AI saat ini tidak terlepas dari sokongan teknologi lainnya. AI tidak lepas dari apa yang menyokong agar AI itu bisa berjalan, seperti komputer, internet, server, data center, listrik dan sebagainya. Dan ini dilupakan oleh sebagian orang,” ucap Galih.

See also  Kemendagri Dorong Peran Pemda Dalam Penguatan Literasi dan Perpustakaan Lewat APBD

Ia menegaskan hal yang dilupakan ini justru penting dan berpeluang untuk karier serta peluang bisnis, termasuk di dalamnya bidang sistem informasi. Dirinya berpesan positioning keilmuan mahasiswa pada program studi Sistem Informasi dan program studi Elektro bukan saja mengenal tentang teknologinya, tetapi orang yang menggunakan teknologi.

“Bukan belajar tentang bendanya saja tetapi belajar juga bagaimana teknologi yang digunakan ini bisa mendukung bisnis, mendukung ekonomi,” ucapnya.

Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI, Sriyadi, menyampaikan BRIN merupakan lingkungan yang sangat relevan sebagai ruang belajar bagi mahasiswa, khususnya dari disiplin teknik dan informatika. Menurutnya, mahasiswa perlu diperkenalkan secara langsung dengan dunia riset agar mampu menyelaraskan hingga memahami keterkaitan antara teori, teknologi, dan kebutuhan nyata masyarakat serta industri.

“BRIN adalah tempat yang sangat tepat bagi mahasiswa untuk belajar, tidak hanya mengenai teknologi, tetapi juga cara berpikir riset. Mahasiswa teknik dan informatika perlu melihat langsung bagaimana penelitian dikembangkan, diuji, hingga siap dimanfaatkan,” ujarnya.

Bertolak pada keberhasilan para mahasiswa mengikuti program Bantuan Riset Talenta Riset dan Inovasi (BARISTA) dan Pemagangan Riset di BRIN sebelumnya, Sriyadi berharap para peserta kunjungan kali ini dapat mempersiapkan diri mendaftar keikutsertaan pada berbagai skema program yang ada di BRIN.

“BRIN sebagai salah satu tempat yang strategis, cocok buat mahasiswa kami untuk menyelaraskan ilmu dari masing-masing program studi dengan kegiatan-kegiatan yang ada di BRIN, sehingga kami tertarik mendorong mahasiswa untuk bisa mengenal BRIN lebih dekat melalui berbagai program kegiatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa berkesempatan meninjau fasilitas laboratorium di KST Samaun Samadikun, antara lain laboratorium ergonomi dan kesehatan, laboratorium autonomous, laboratorium robotika, dan laboratorium imersif dan interaktif.

Berita Terkait

Puan, Dasco, dan Sultan Kompak Inspeksi Ruang Sidang Bersama dan Makan Bakso
Kurangi Impor Aspal, Kementerian PU Genjot Pemanfaatan Aspal Merah Putih untuk Jalan Tol
Tinjau Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Menteri PU Apresiasi Hutama Karya
Pascabanjir Padang, Kementerian PU Bantu Warga Kembali Beraktivitas
Menteri Dody Apresiasi Kelengkapan Fasilitas Sekolah Rakyat 4 Jakarta
HUT Ke-81 RI, Naik MRT-LRT-Transjakarta Cuma Rp1
Ketua DPD RI Sampaikan Undangan Sidang Bersama DPR-DPD RI kepada KH Ma’ruf Amin, Perkuat Silaturahmi Kebangsaan
3.400 Kuota Tambahan Upacara HUT RI di Istana Dibuka Hari Ini

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 16:06 WIB

Puan, Dasco, dan Sultan Kompak Inspeksi Ruang Sidang Bersama dan Makan Bakso

Wednesday, 12 August 2026 - 10:38 WIB

Tinjau Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Menteri PU Apresiasi Hutama Karya

Wednesday, 12 August 2026 - 00:15 WIB

Pascabanjir Padang, Kementerian PU Bantu Warga Kembali Beraktivitas

Wednesday, 12 August 2026 - 00:10 WIB

Menteri Dody Apresiasi Kelengkapan Fasilitas Sekolah Rakyat 4 Jakarta

Tuesday, 11 August 2026 - 10:00 WIB

HUT Ke-81 RI, Naik MRT-LRT-Transjakarta Cuma Rp1

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Epson Catat Penjualan Kumulatif EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global

Thursday, 13 Aug 2026 - 10:42 WIB