Realisasi Investasi 2025 Tembus Target, Hilirisasi Sumbang 30 Persen

Friday, 16 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3 persen dari target Presiden sebesar Rp1.905,6 triliun. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, capaian ini dinilai mencerminkan ketahanan iklim investasi nasional.

daelpos.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengatakan, realisasi investasi tahun 2025 tumbuh 12,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Menurut dia, pencapaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga.

“Tahun 2025 bukanlah tahun yang mudah karena ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian, mulai dari pelambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, hingga fragmentasi perdagangan internasional. Namun pemerintah tetap hadir dan optimistis. Alhamdulillah target investasi tercapai dan bahkan melebihi target,” kata Rosan dalam keterangan resmi, Senin.

Secara kumulatif, realisasi investasi Januari–Desember 2025 menyerap 2,71 juta tenaga kerja. Kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp900,9 triliun atau 46,6 persen, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1.030,3 triliun atau 53,4 persen.

Dari sisi wilayah, investasi di luar Pulau Jawa masih mendominasi dengan nilai Rp991,2 triliun atau 51,3 persen. Adapun Pulau Jawa mencatat realisasi Rp940 triliun atau 48,7 persen. Jawa Barat menjadi lokasi investasi terbesar dengan Rp296,8 triliun, disusul DKI Jakarta Rp270,9 triliun, Jawa Timur Rp145,1 triliun, Banten Rp130,2 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp127,2 triliun.

Berdasarkan sektor usaha, industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan turunannya menempati posisi teratas dengan nilai Rp262 triliun atau 13,6 persen. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyusul dengan Rp211 triliun, diikuti pertambangan Rp199,6 triliun, jasa lainnya Rp170,5 triliun, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp140,4 triliun.

Untuk PMA, Singapura masih menjadi negara asal investasi terbesar dengan nilai USD17,4 miliar atau 30,9 persen. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong (RRT) USD10,6 miliar, Republik Rakyat Tiongkok USD7,5 miliar, Malaysia USD4,5 miliar, dan Jepang USD3,1 miliar.

See also  Audiensi Dubes Uni Emirat Arab, Mendes Yandri Ajak Perkuat Ketahanan Pangan di Desa

Capaian Triwulan IV 2025

Pada triwulan IV 2025, realisasi investasi mencapai Rp496,9 triliun atau tumbuh 9,7 persen (yoy). Nilai tersebut setara 26,1 persen dari target investasi tahun 2025. PMA mendominasi dengan Rp256,3 triliun, sedangkan PMDN tercatat Rp240,6 triliun.

Investasi di luar Jawa menyumbang Rp249,4 triliun atau 50,2 persen, sedikit lebih tinggi dibanding Jawa yang mencapai Rp247,5 triliun. Jawa Barat kembali menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar pada periode ini.

Sektor industri logam dasar kembali menjadi penyumbang utama dengan Rp65,6 triliun, disusul transportasi dan pergudangan, pertambangan, jasa lainnya, serta industri kimia dan farmasi. Singapura juga masih memimpin realisasi PMA triwulan IV dengan nilai USD4,8 miliar.

Hilirisasi Tumbuh Signifikan

Realisasi investasi di sektor hilirisasi sepanjang 2025 mencapai Rp584,1 triliun atau tumbuh 43,3 persen (yoy). Kontribusinya mencapai 30,2 persen dari total investasi nasional. Hilirisasi didominasi sektor mineral dengan Rp373,1 triliun, diikuti perkebunan dan kehutanan Rp144,5 triliun, minyak dan gas bumi Rp60 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp6,4 triliun.

“Hilirisasi di berbagai sektor berjalan sangat baik dan terakselerasi. Sekarang tidak hanya mineral, tetapi juga perkebunan, kehutanan, hingga perikanan dan kelautan,” ujar Rosan.

Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan kontribusi hilirisasi terbesar, diikuti Maluku Utara, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur. Dari sisi sumber modal, PMA mendominasi investasi hilirisasi sebesar 73,5 persen atau Rp429,6 triliun.

Ke depan, pemerintah berkomitmen mendorong peningkatan kualitas investasi melalui penguatan hilirisasi, pengembangan industri berbasis energi bersih, serta penyederhanaan perizinan. Langkah ini diharapkan menjaga momentum investasi pada 2026.

“Kami yakin investasi akan terus berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan merata, tentunya melalui kolaborasi semua pihak,” kata Rosan.

See also  Indomaret dan LavAni Tinggal Selangkah Lagi ke Grand Final

Berita Terkait

Disiplin Finansial Berbuah Manis, Hutama Karya Lampaui Target Laba Awal 2026
Investasi Awal Tahun Tumbuh 7,2%, Pemerintah Terapkan KBLI Lebih Adaptif
Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako
PLN Icon Plus Dukung Karyawati Berdaya Lewat Woman Support Women: UMKM di Hari Kartini
TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026
Investasi Jepang Tembus US$17,1 Miliar, Pemerintah Kantongi Komitmen Baru US$23,6 Miliar
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur
Program Pertapreneur Aggregator Tembus Rp5,7 Miliar, Pendapatan UMK Terdongkrak
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 12:12 WIB

Disiplin Finansial Berbuah Manis, Hutama Karya Lampaui Target Laba Awal 2026

Friday, 24 April 2026 - 12:42 WIB

Investasi Awal Tahun Tumbuh 7,2%, Pemerintah Terapkan KBLI Lebih Adaptif

Thursday, 23 April 2026 - 09:16 WIB

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako

Wednesday, 22 April 2026 - 20:35 WIB

PLN Icon Plus Dukung Karyawati Berdaya Lewat Woman Support Women: UMKM di Hari Kartini

Tuesday, 21 April 2026 - 18:35 WIB

TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026

Berita Terbaru