Opini SZ: Terang yang Diperjuangkan dengan Semangat Pengabdian

Friday, 16 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Lebih dari satu bulan, tim PT PLN (Persero) berjibaku di lapangan untuk memulihkan kelistrikan di Aceh pascabencana. Ini bukan sekadar kisah tentang memperbaiki jaringan listrik yang rusak, melainkan tentang pengabdian, ketulusan, dan tanggung jawab kebangsaan yang dijalankan dengan sepenuh hati.

Dari sekitar 6.500 desa terdampak bencana di Aceh, saat ini hanya tersisa 75 desa yang belum kembali menikmati listrik. Capaian ini mencerminkan kerja keras luar biasa. Namun publik perlu memahami bahwa desa-desa yang tersisa bukanlah wilayah biasa. Lokasinya berada di titik terdalam, paling sulit dijangkau, dan sangat terisolasi. Justru di sanalah ujian sesungguhnya dari sebuah pengabdian berlangsung.

Sebagai pengamat kebijakan energi, saya memandang perjuangan PLN di Aceh tidak bisa dinilai semata dari cepat atau lambatnya listrik menyala. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana proses itu dijalani.

Para petugas PLN bekerja di medan ekstrem: melintasi hutan, sungai, jalan rusak, hingga wilayah tanpa akses kendaraan. Banyak peralatan harus dipikul dengan tenaga manusia. Ini bukan hanya kerja teknis, melainkan kerja fisik, mental, dan hati.

Lebih dari sebulan mereka meninggalkan kenyamanan demi masyarakat yang bahkan mungkin tidak mereka kenal secara pribadi. Di tengah keterbatasan fasilitas, cuaca yang tak menentu, dan risiko keselamatan yang tinggi, mereka tetap bertahan. Inilah makna pengabdian yang sesungguhnya.

Listrik kerap dianggap hal biasa. Namun ketika listrik padam, kita baru menyadari betapa vitalnya energi bagi kehidupan. Tanpa listrik, anak-anak kesulitan belajar di malam hari, layanan kesehatan terganggu, aktivitas ekonomi terhenti, dan rasa aman pun berkurang. Karena itu, upaya PLN memulihkan kelistrikan di Aceh sejatinya adalah upaya mengembalikan kehidupan masyarakat agar kembali normal.

See also  Terus Terangi Wilayah Terpencil, PLN Hadirkan Keadilan Energi Lewat Program Tirai Kasi di Kecamatan Ndona Timur, NTT

Kini, ketika hanya tersisa 75 desa, tantangan justru semakin berat. Namun PLN tidak berhenti. Tidak ada kata menyerah. Prinsip bahwa negara harus hadir hingga ke pelosok benar-benar dijalankan. Tidak ada desa yang ditinggalkan, tidak ada masyarakat yang dianggap terlalu jauh atau terlalu sulit untuk dilayani.

Dalam konteks kebijakan energi nasional, apa yang dilakukan PLN di Aceh mencerminkan wajah BUMN yang sejati. Bukan sekadar mengejar angka, target, atau laporan, melainkan menjalankan tugas kemanusiaan dan kebangsaan. PLN menunjukkan bahwa energi bukan semata urusan bisnis, tetapi soal keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat.

Saya meyakini, perjuangan ini lahir dari panggilan jiwa. Tidak mungkin seseorang bertahan di medan seberat itu jika hanya digerakkan oleh kewajiban administratif. Yang menggerakkan mereka adalah rasa tanggung jawab, empati, dan semangat melayani negeri.

Karena itu, sudah sepantasnya masyarakat memberikan apresiasi kepada PLN dan seluruh petugas di lapangan. Apresiasi bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan, melainkan penghormatan yang layak atas kerja keras dan pengorbanan nyata. Dukungan moral publik sangat berarti bagi mereka yang masih berjuang di titik-titik terakhir.

Saya berharap, dalam waktu tidak lama lagi, seluruh desa di Aceh kembali menikmati terang. Lebih dari itu, saya berharap semangat pengabdian yang ditunjukkan PLN di Aceh menjadi contoh bahwa negara benar-benar hadir untuk rakyatnya, hingga ke ujung negeri.

Berita Terkait

PLN Nusantara Power Resmikan HRS Merah Putih Muara Tawar, Perkuat Kemandirian Teknologi Hidrogen
Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi
Cerita Perubahan dari Berbagai Daerah, Program TJSL PLN Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026
Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat
Berikan Pengalaman Kerja bagi Talenta Muda, Pertamina Terima 539 Peserta Internship 2026
Semangat Kemerdekaan, PLN Icon Plus Sumbagsel Perkuat Akses Pendidikan Digital bagi Anak Indonesia
Pertalite Bisa Dibatasi Akhir 2026, Motor Dipastikan Aman

Berita Terkait

Friday, 14 August 2026 - 17:28 WIB

PLN Nusantara Power Resmikan HRS Merah Putih Muara Tawar, Perkuat Kemandirian Teknologi Hidrogen

Friday, 14 August 2026 - 14:48 WIB

Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi

Friday, 14 August 2026 - 14:41 WIB

Cerita Perubahan dari Berbagai Daerah, Program TJSL PLN Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan

Friday, 14 August 2026 - 14:34 WIB

Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026

Thursday, 13 August 2026 - 17:46 WIB

Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat

Berita Terbaru

foto ist

News

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 22:56 WIB

Berita Terbaru

Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan

Saturday, 15 Aug 2026 - 22:46 WIB

Ekonomi - Bisnis

Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Target 2027 Capai Rp2.322 Triliun

Saturday, 15 Aug 2026 - 21:12 WIB

Nasional

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 17:03 WIB