Mendes Yandri Dorong Kolaborasi Global Atasi Perubahan Iklim

Tuesday, 20 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong kolaborasi global untuk mengatasi perubahan iklim. Pasalnya, Desa terkena dampak serius dari hal ini.

Demikian dikatakan Mendes Yandri dalam Workshop Global Knowledge Exchange on Community-Driven Approaches for Resilience yang digelar Kementerian Desa PDT bekerja sama dengan Bank Dunia di Jakarta, pada Senin (19/1/2026) malam.

Mendes Yandri mencontohkan, efek dari perubahan iklim ini menyebabkan bencana banjir yang dirasakan warga desa di berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, hingga Sulawesi Utara.

“Di Aceh itu banyak desa yang hilang, yang selama ini desanya ada menjadi tidak ada karena terdampak banjir yang luar biasa,” kata kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Kondisi ini, kata Mendes Yandri, menunjukkan bahwa desa merupakan wilayah yang paling rentan saat bencana terjadi.

Dalam forum internasional yang dihadiri perwakilan dari 12 negara itu, Mendes Yandri mengajak kolaborasi global karena isu perubahan iklim bukan hanya menjadi tanggung jawab Indonesia, melainkan seluruh negara di dunia.

Mendes Yandri menilai posisi Indonesia sebagai paru-paru dunia membuat upaya menjaga desa dan lingkungan memiliki dampak global.

“Kalau Indonesia tidak kita rawat secara bersama-sama, sesungguhnya kita tidak memaksimalkan bagaimana kita merawat dunia,” kata Mendes Yandri.

Mendes Yandri juga menyampaikan bahwa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, desa ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan nasional.

Dikatakannya, Desa di era Presiden Prabowo Subianto menjadi penting dengan adanya Asta Cita ke-6 yaitu Membangun Dari Desa dan Dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.

Kementerian Desa PDT telah menjalankan 12 aksi Bangun Desa yang berfokus pada penguatan ekonomi, ketahanan pangan, energi, air, serta pengelolaan lingkungan.

See also  Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Ujung Tombak Ekonomi Rakyat

“Dua belas aksi ini sejatinya ujungnya adalah menyelamatkan bumi ini, menyelamatkan kita semua, dan menyelamatkan umat manusia,” kata Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Mendes Yandri menyampaikan apresiasi kepada Bank Dunia dan negara-negara peserta lokakarya atas kerja sama yang telah terjalin.

Mendes Yandri berharap lokakarya ini dapat menghasilkan rekomendasi konstruktif sebagai landasan penguatan kebijakan pembangunan desa.

“Melalui lokakarya ini kami berharap mendapat input dan rekomendasi yang sifatnya konstruktif, sehingga menjadi landasan kuat bagi kami dalam merumuskan kebijakan pembangunan desa ke depan,” kata Menteri Kelahiran Bengkulu Selatan ini.

Mendes juga menegaskan bahwa forum itu tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga ruang berbagi data, fakta, dan pengalaman lintas negara yang akan bermuara pada lahirnya kebijakan yang tepat sasaran.

Negara yang menghadiri dan berpartisipasi aktif dengan berbagi pengalaman yaitu Thailand, Philipina, Kamboja, Papua Nugini, Tanzania, Guinea, Madagaskar, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Peru dan Bangladesh.

Turut diundang juga beberapa perwakilan dari Kedutaan Besar Negara Sahabat, Multi-Donor Fund, Kementerian Negara, Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Desa.

Lokakarya ini merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada tanggal 15 Januari 2026 lalu.

Akan ada Diskusi Panel dengan narasumber baik dari negara peserta maupun dari Pemerintah Indonesia.

Hadir Ingo Wiederhofer dari Bank Dunia, Staf Ahli Kemenko Pangan Bara Krisna Hasibuan, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Erik Teguh Primiantoro.

Turut hadir Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria, Sekjen Taufik Madjid, Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemendes PDT.

Berita Terkait

OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal untuk Jaga Kepercayaan Investor
Perkuat Kompetensi Nuklir, ITPLN Sambangi BRIN
Kementerian PU Targetkan Rehab Rekon Infrastruktur Layanan Dasar di Aceh Tamiang Rampung Akhir Tahun
Iftitah Dorong Penyelesaian Konflik Tanah Transmigrasi, Kepastian Hukum untuk Rakyat Jadi Prioritas
Belajar dari Wuchen, Kementrans Dorong Wisata Berbasis Budaya di Kawasan Transmigrasi
Kementerian PU Pulihkan Infrastruktur Sanitasi di 7 Kabupaten Terdampak Bencana Aceh
Kementerian PU Tangani 137 Prasarana Peribadatan Pascabencana Aceh
Pemerintah Perluas Penjualan Obat di Koperasi Merah Putih, Target 10.000 Gerai

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 20:50 WIB

OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal untuk Jaga Kepercayaan Investor

Wednesday, 21 October 2026 - 09:09 WIB

Perkuat Kompetensi Nuklir, ITPLN Sambangi BRIN

Tuesday, 20 October 2026 - 05:56 WIB

Kementerian PU Targetkan Rehab Rekon Infrastruktur Layanan Dasar di Aceh Tamiang Rampung Akhir Tahun

Tuesday, 20 October 2026 - 05:53 WIB

Iftitah Dorong Penyelesaian Konflik Tanah Transmigrasi, Kepastian Hukum untuk Rakyat Jadi Prioritas

Monday, 19 October 2026 - 13:10 WIB

Belajar dari Wuchen, Kementrans Dorong Wisata Berbasis Budaya di Kawasan Transmigrasi

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

​Cermati Dinamika Pasar, Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi Buyback Saham

Wednesday, 21 Oct 2026 - 22:19 WIB

Ekonomi - Bisnis

Hutama Karya Jaga Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh hingga Triwulan III 2026

Wednesday, 21 Oct 2026 - 21:05 WIB

Ekonomi - Bisnis

Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T

Wednesday, 21 Oct 2026 - 20:58 WIB

Berita Utama

BNI Jalankan Aksi Korporasi Terukur, Fundamental Bisnis Tetap Solid

Wednesday, 21 Oct 2026 - 20:52 WIB