daelpos.com– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dalam merespons bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sejak awal kejadian, Kementerian PU langsung mengerahkan personel, peralatan, serta sarana pendukung untuk membantu penanganan darurat di lokasi terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo telah menginstruksikan seluruh balai teknis di Jawa Barat untuk merespons cepat penanganan bencana di Bandung Barat.
“Kementerian PU telah bergerak cepat dengan menurunkan tim personel untuk melakukan respons darurat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat daerah,” kata Menteri Dody.
Sebagai dukungan penanganan di lapangan, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat telah mengerahkan alat berat ke lokasi longsoran di Cisarua. Saat ini, sebanyak tiga unit excavator PC 75 telah standby di lapangan, sementara dua unit excavator PC 75 lainnya dimobilisasi menyusul. Dukungan juga diberikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan BBWS Cimanuk Cisanggarung dengan mengerahkan masing-masing satu unit excavator PC 55 dari wilayah Subang dan Cirebon.
Selain itu, sejumlah alat berat saat ini juga disiagakan sambil menunggu arahan lebih lanjut dari BPBD dan Basarnas, mengingat kondisi tanah di lokasi longsor masih labil dan basah. Proses pencarian korban sementara masih dilakukan secara manual oleh tim gabungan.
Selain dukungan alat berat, Kementerian PU melalui tim Tanggap Darurat Air dan Sanitasi (TARAT) Cipta Karya Jawa Barat juga telah berada di lokasi tenda pengungsian dan melakukan koordinasi terkait kebutuhan sarana dan prasarana dasar. Untuk mendukung kebutuhan pengungsi, Kementerian PU menyiapkan pengiriman dua unit hidran umum (HU) berkapasitas 2.000 liter, dua unit toilet portable, serta satu unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter yang akan segera dikirim.
Bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, akibat hujan dengan intensitas tinggi. Lokasi terdampak berada di Kampung Pasirkuning RT 05/11 dan Kampung Pasirkuda RT 01/10, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Berdasarkan data sementara hingga 24 Januari 2026 pukul 13.00 WIB, diperkirakan sekitar 30 rumah terdampak dengan total 34 KK atau 113 jiwa.
Dalam kejadian tersebut, tercatat 7 orang meninggal dunia, 23 orang selamat, dan 83 orang lainnya masih dalam pencarian. Proses pendataan dampak serta pencarian korban hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Kementerian PU siap mendukung upaya tanggap darurat, serta berperan aktif pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar infrastruktur dapat pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. (*)








