Indonesia Tegaskan Posisi sebagai Destinasi Investasi Berkelanjutan di WEF 2026

Thursday, 22 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berkelanjutan global serta pergeseran arus modal ke negara berkembang, Indonesia menegaskan posisinya sebagai tujuan utama investasi berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan dalam panel diskusi bertajuk “Capital for Sustainability: Unlocking Sustainable Finance and Growth in Emerging Markets” yang digelar di Indonesia Pavilion, Davos, Swiss, Selasa (20/1), dalam rangkaian World Economic Forum (WEF) 2026.

Panel diskusi tersebut menyoroti bahwa tantangan keberlanjutan di negara berkembang tidak berhenti pada komitmen kebijakan, melainkan pada kemampuan menyalurkan pembiayaan secara efektif dan inklusif ke sektor riil. Akses modal yang tepat sasaran dinilai menjadi kunci dalam mendorong transisi hijau sekaligus pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Group CEO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menekankan bahwa keberhasilan agenda keberlanjutan di pasar negara berkembang sangat ditentukan oleh kemampuan eksekusi. Menurutnya, isu utama bukan pada ambisi, melainkan pada bagaimana pembiayaan dapat disalurkan secara aman, efisien, dan dalam skala besar kepada sektor yang paling membutuhkan.

“Ketika kita berbicara tentang keberlanjutan di pasar negara berkembang, pertanyaannya bukan soal ambisi, melainkan tentang eksekusi. Tantangannya adalah bagaimana modal dapat disalurkan secara aman, efisien, dan dalam skala besar ke sektor yang paling membutuhkan,” ujar Hery.

Ia menegaskan bahwa transisi hijau dan pertumbuhan inklusif tidak dapat tercapai tanpa keterlibatan pelaku usaha mikro dan kecil. Dengan jaringan lebih dari 7.500 kantor cabang serta basis nasabah mencapai 129 juta, BRI memposisikan keberlanjutan sebagai bagian integral dari aktivitas pembiayaan sehari-hari.

“Namun, modal saja tidak cukup. Kita membutuhkan kemampuan eksekusi. BRI berperan sebagai bank utama yang bermitra dengan pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, serta bank multilateral untuk menyalurkan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil dan menengah,” tambahnya.

See also  SKD CPNS Dimulai Hari Ini, Menteri Tjahjo: Hati-hati Terhadap Calo!

Sementara itu, Chief Financial Officer PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Novita Widya Anggraini, menekankan pentingnya pengelolaan risiko dan kolaborasi dalam pembiayaan berkelanjutan. Ia menilai proyek-proyek berkelanjutan membutuhkan waktu lebih panjang untuk dianalisis, terutama dalam mengukur dampak finansial dan risikonya.

“Hambatan utama dalam pembiayaan proyek berkelanjutan adalah durasi analisis dampak finansial. Sebagai bank, kami harus memastikan analisis berbasis risiko dilakukan secara menyeluruh. Karena itu, kemitraan menjadi sangat penting,” ungkap Novita.

Dengan total aset sekitar 150 miliar dolar AS, Bank Mandiri memandang kemitraan strategis sebagai faktor krusial untuk memastikan pembiayaan proyek berkelanjutan tetap dilakukan secara prudent, mengingat karakteristik dampak dan jangka waktu proyek yang tidak selalu bersifat jangka pendek.

Dari perspektif global, President and Chief Executive Officer TCW, Katie Koch, menilai negara berkembang berada pada posisi strategis dalam pergeseran arus modal global. Indonesia dipandang memiliki potensi besar untuk memimpin pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga surya, air, panas bumi, hingga bioenergi.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan industri digital dan teknologi masa depan, sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia di mata investor global.

Diskusi panel ini menyimpulkan bahwa investasi berkelanjutan membutuhkan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari akses pembiayaan yang inklusif, struktur pembiayaan yang prudent, hingga kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan arah kebijakan nasional.

Berita Terkait

Dukung Ketersediaan Air Minum Aman dan Sehat, SPAM Berteknologi Canggih Hadir di Akmil Magelang
Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
Bendungan Sidan Perkuat Layanan Irigasi 9.598 Hektare, Dukung Swasembada Pangan di Bali
Lindungi Kawasan Pesisir, Kementerian PU Lanjutkan Pengamanan Pantai Lampu Satu Merauke
Kementerian PU Percepat Penanganan Jalur Alternatif Simpang Lancang–Werlah, Jaga Jalur Logistik dan Mobilitas Masyarakat Bener Meriah
Prabowo Minta Aparatur Negara Introspeksi Diri
Kementerian PU: Jembatan Shortcut Enang-Enang Pangkas Waktu Tempuh, Bisa Dilewati Kendaraan Beban 30 Ton
Inpres Jalan Daerah 2025, Kementerian PU Perkuat Akses Distribusi Komoditas Ekspor Kayu Arang di Kotabaru

Berita Terkait

Wednesday, 15 July 2026 - 18:41 WIB

Dukung Ketersediaan Air Minum Aman dan Sehat, SPAM Berteknologi Canggih Hadir di Akmil Magelang

Tuesday, 14 July 2026 - 13:06 WIB

Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP

Tuesday, 14 July 2026 - 12:34 WIB

Bendungan Sidan Perkuat Layanan Irigasi 9.598 Hektare, Dukung Swasembada Pangan di Bali

Monday, 13 July 2026 - 20:57 WIB

Lindungi Kawasan Pesisir, Kementerian PU Lanjutkan Pengamanan Pantai Lampu Satu Merauke

Monday, 13 July 2026 - 20:51 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Jalur Alternatif Simpang Lancang–Werlah, Jaga Jalur Logistik dan Mobilitas Masyarakat Bener Meriah

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

JPO Tendean Beres Dievakuasi, Pembangunan Belum Dimulai

Wednesday, 15 Jul 2026 - 18:34 WIB

(Foto: Dok. Pertamina)

Energy

Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal

Wednesday, 15 Jul 2026 - 16:46 WIB