Sinergi Fiskal-Moneter 2026, Defisit APBN Dijaga 2,68 Persen PDB

Saturday, 21 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ist

foto ist

daelpos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bersama Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dan Juda Agung menghadiri Rapat Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Moneter Tahun 2026 di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (20/02).

Rapat koordinasi tersebut menjadi wujud nyata sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk saling memperkuat dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu ditegaskan, pemerintah berkomitmen mengelola kebijakan fiskal secara pruden dan berkesinambungan. Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diarahkan berada di kisaran 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Strategi pembiayaan defisit akan ditempuh melalui kombinasi pembiayaan utang dan non-utang. Untuk pembiayaan utang, pemerintah akan mengandalkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar domestik dan global, serta penarikan pinjaman luar negeri dan dalam negeri.

Penerbitan SBN dilakukan dengan prinsip kehati-hatian melalui pengelolaan portofolio utang dan manajemen risiko yang kuat. Dengan langkah tersebut, struktur utang pemerintah diharapkan tetap sehat, aman, dan berkesinambungan.

Di sisi moneter, Bank Indonesia mengarahkan kebijakan tahun 2026 secara konsisten untuk menjaga inflasi pada sasaran 2,5±1 persen, serta mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah. Strategi tersebut ditempuh melalui operasi moneter pro-market guna memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga sepakat bahwa penerbitan SBN oleh pemerintah dan pembelian SBN dari pasar sekunder oleh Bank Indonesia dilakukan berdasarkan prinsip kebijakan fiskal dan moneter yang pruden, dengan tetap menjaga disiplin dan integritas pasar.

Pembelian SBN oleh Bank Indonesia akan dilakukan dari pelaku pasar melalui mekanisme pertukaran SBN secara bilateral (bilateral debt switch) dengan pemerintah. Instrumen tersebut bersifat tradeable dan menggunakan harga pasar yang berlaku sesuai mekanisme pasar.

See also  Bendungan Keureuto Selesai Dibangun, Wamen Diana Dorong Pemanfaatan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Selain itu, kedua institusi menegaskan komitmen untuk memastikan proses penerbitan dan pembelian SBN berlangsung transparan, akuntabel, sesuai mekanisme pasar, serta didukung tata kelola yang kuat.

Sinergi erat kebijakan fiskal dan moneter dinilai krusial untuk menjaga stabilitas fiskal, stabilitas moneter—terutama nilai tukar rupiah dan harga—serta stabilitas sistem keuangan, demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Berita Terkait

BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Seniliai Rp921,6 Miliar kepada Lebih dari 507 Ribu Penerima
Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama
Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan
Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026
Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia
Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi
BRI Dukung Talenta Muda Siap Kerja Lewat Program Magang
Hutama Karya Dorong Ekonomi Sirkular, Sulap Sampah Plastik dan Minyak Jelantah Jadi Rupiah
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 13:46 WIB

BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Seniliai Rp921,6 Miliar kepada Lebih dari 507 Ribu Penerima

Monday, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Monday, 2 November 2026 - 07:05 WIB

Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan

Friday, 30 October 2026 - 18:33 WIB

Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026

Tuesday, 27 October 2026 - 08:27 WIB

Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia

Berita Terbaru