Menteri Dody: Penilik Jalan Jadi Garda Terdepan, Penanganan Jalan Berlubang di Pantura Jawa Hampir Tuntas

Tuesday, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan peran penilik jalan sebagai garda terdepan dalam menjaga kondisi jalan nasional, termasuk dalam percepatan penanganan jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Melalui pemantauan rutin yang dilakukan setiap hari, penilik jalan berperan penting dalam mendeteksi kerusakan sejak dini serta memastikan tindak lanjut cepat di lapangan.

“Kalau jalan berlubang di Pantura insya Allah sudah hampir tuntas, sisa sekitar 1 sampai 2 persen. Di semua balai jalan ada penilik jalan yang setiap hari mengecek kondisi, mana yang berlubang dan harus segera ditangani,” kata Menteri Dody di Kantor Kementerian PU, Jumat (17/4/2026).

Dengan sistem pemantauan tersebut, penanganan kerusakan jalan dapat dilakukan secara cepat dan terukur di lapangan.

Menteri Dody menjelaskan, satu penilik jalan umumnya menangani ruas sepanjang 10 hingga 25 kilometer, bergantung pada panjang jalan yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan pemeriksaan harian, kerusakan dapat segera diidentifikasi sebelum berkembang menjadi lebih parah.

Penanganan yang dilakukan meliputi penutupan lubang (patching), pelapisan ulang perkerasan (overlay), serta pemeliharaan rutin seperti pembersihan bahu jalan, pemangkasan rumput, dan normalisasi drainase guna menjaga fungsi jalan tetap optimal.

Selain jalan berlubang, perhatian juga diberikan pada kondisi jembatan, khususnya pada sambungan (expansion joint) yang mengalami pelebaran dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

“Bagi mobil mungkin hanya mengurangi kenyamanan, tetapi untuk motor bisa berbahaya. Standarnya kita tingkatkan, harus aman juga untuk sepeda motor,” ujar Menteri Dody.

Meski demikian, Menteri Dody mengingatkan bahwa kerusakan jalan masih berpotensi berulang. Salah satu faktor utama yang memengaruhi antara lain kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension dan overload (ODOL), serta kondisi cuaca.

See also  Mendes Yandri Dorong Hilirisasi Jeruk di Kabupaten Malang

“Kendaraan berat dengan muatan berlebih dan kondisi hujan yang terus berlangsung mempercepat kerusakan jalan, sehingga lubang mudah terbentuk kembali,” ungkapnya.

Secara nasional, panjang jaringan jalan nasional non-tol saat ini mencapai 47.603,39 km dengan tingkat kemantapan sebesar 93,50%. Kementerian PU terus menjaga kondisi tersebut melalui strategi pemeliharaan rutin berbasis deteksi dini oleh penilik jalan.

Dengan pendekatan ini, Kementerian PU memastikan kualitas jalan nasional tetap terjaga dan aman digunakan masyarakat, termasuk pada jalur strategis seperti Pantura Jawa. (*)

Berita Terkait

Kementerian PU Bergerak PulihkanTanah Longsor pada Akses Jalan Kelok 9 dan Solok Selatan
Hutama Karya Teken Kontrak Irigasi di Tiga Provinsi, Dukung Swasembada Pangan Nasional
BRI Perkuat Literasi Keuangan Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games
DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
BULOG Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Tetap Terjaga
Kementerian PU Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi
Lebih dari 4.000 Buku Hadir di Yapsi, TEP ITB Buka Ruang bagi Anak Papua Merawat Mimpi

Berita Terkait

Sunday, 8 November 2026 - 18:20 WIB

Kementerian PU Bergerak PulihkanTanah Longsor pada Akses Jalan Kelok 9 dan Solok Selatan

Thursday, 5 November 2026 - 18:47 WIB

Hutama Karya Teken Kontrak Irigasi di Tiga Provinsi, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Thursday, 5 November 2026 - 18:17 WIB

BRI Perkuat Literasi Keuangan Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games

Thursday, 5 November 2026 - 16:30 WIB

DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik

Wednesday, 4 November 2026 - 13:21 WIB

Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah

Berita Terbaru

News

Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi

Sunday, 8 Nov 2026 - 10:28 WIB