Bukan Energi Listrik Saja, Begini Cara Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Perekonomian Rakyat

Sunday, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – PT Pertamina (Persero) terus mengoptimalkan pengembangan energi panas bumi (geothermal) di luar sektor kelistrikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai sektor kehidupan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam pengembangan panas bumi dalam rangka mengakselerasi transisi energi sekaligus mendukung kemandirian energi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Pemerintah.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa sekitar 90 negara telah mengaplikasikan pemanfaatan panas bumi sebagai energi alternatif untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Pertamina NRE dan anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy, Tbk (PGE), sudah mulai melakukan diversifikasi dari bisnis panas bumi, tidak hanya di sektor kelistrikan tapi juga di luar kelistrikan (beyond electricity), antara lain hidrogen hijau dan kredit karbon.

Bukan itu saja, pengembangan panas bumi terbukti turut mendorong perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan secara langsung (direct use) maupun tidak langsung (indirect use).

“Sebagian besar pemanfaatan energi global berasal dari panas bumi, namun porsi penggunaannya dalam bentuk energi tenaga listrik. Inisiatif pengembangan beyond electricity PGE ini menjadi peluang besar bagi Indonesia yang memiliki potensi geothermal melimpah,” ujar Baron.

Ia menambahkan, penggunaan energi panas bumi memiliki berbagai keunggulan, antara lain lebih efisien, rendah emisi, ramah lingkungan, serta mendukung keberlanjutan.

“Dengan cakupan pemanfaatan yang luas di berbagai sektor ekonomi masyarakat, energi panas bumi menjadi salah satu solusi paling efektif dalam mengoptimalkan energi terbarukan di sekitar Wilayah Kerja Geothermal Pertamina,” imbuhnya.

Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menjelaskan bahwa saat ini panas bumi telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa melalui konversi listrik, baik secara langsung maupun tidak langsung.

See also  Mentan SYL dan Gubernur Jatim Lepas Ekspor di Pelabuhan Tanjung Perak

“Uap panas bumi saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar area panas bumi yang dikelola PGE melalui program pelibatan dan pengembangan masyarakat atau community involvement and development (CID), antara lain untuk perkebunan dan pertanian,” jelas Rika.

Salah satu program CID ikonik di PGE Area Kamojang, yaitu kopi geothermal. Program ini merupakan salah satu yang memanfaatkan uap panas bumi untuk pengeringan biji kopi, sehingga proses pengeringan menjadi lebih cepat dan tidak tergantung cuaca. Begitu juga program CID di PGE Area Ulubelu, yaitu perkebunan Melon Hidroponik di perbukitan Pekon Muara Dua, Kabupaten Tanggamus, Lampung yang memanfaatkan uap panas bumi untuk mengondisikan temperatur di dalam green house, agar pertumbuhan tanaman melon lebih optimal dan menghasilkan kualitas buah melon yang lebih baik.

Selain itu, di PGE Area Lahendong, Pertamina bekerja sama dengan PT Gunung Hijau Masarang dalam memanfaatkan fluida panas bumi untuk produksi gula aren yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Di Lahendong juga, petani menggunakan Pupuk Booster Katrili, pupuk cair ramah lingkungan dan ekonomis yang dihasilkan dari endapan silika dari fluida panas bumi. Produk ini diolah menggunakan teknologi mutakhir dan telah membantu masyarakat untuk menyuburkan tanaman dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama.

“Energi bersih tidak hanya untuk listrik. Ada banyak cara untuk mengoptimalkannya agar dirasakan langsung oleh masyarakat. Inovasi ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk menciptakan nilai tambah dari energi panas bumi demi mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif di Indonesia,” tutup Rika.

Berita Terkait

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP
Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi
Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor
Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman
Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu
Pemerintah Tetapkan Pemenang Lelang 6 Wilayah Kerja Migas
BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 22:20 WIB

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP

Tuesday, 22 September 2026 - 22:17 WIB

Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi

Monday, 21 September 2026 - 14:35 WIB

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Monday, 21 September 2026 - 14:05 WIB

Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor

Sunday, 20 September 2026 - 17:26 WIB

Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman

Berita Terbaru