Negara Bidik Cuan Lebih Besar, Bahlil Tata Ulang Izin Tambang

Tuesday, 5 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Pemerintah terus memacu langkah menuju swasembada dan ketahanan energi nasional. Di saat yang sama, porsi pendapatan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) juga dibidik makin tebal.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, dirinya baru saja melaporkan sejumlah isu strategis kepada Presiden Prabowo Subianto, mulai dari pergerakan harga minyak mentah Indonesia hingga penataan izin pertambangan mineral dan batubara (minerba).

“Saya dipanggil Bapak Presiden untuk membahas perkembangan, termasuk harga crude terhadap ICP. Kedua, penataan tambang ke depan yang sebagian besar kepemilikannya harus dimiliki negara, sesuai implementasi Pasal 33,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5).

Menurutnya, penataan izin tambang akan dilakukan menyeluruh—baik untuk izin lama maupun baru. Tujuannya jelas: memastikan negara mendapat porsi yang lebih optimal dari pengelolaan sumber daya alam.

Pemerintah bahkan menyiapkan skema baru yang meniru pola di sektor migas, seperti cost recovery dan gross split. Skema ini akan menjadi dasar kerja sama dengan pihak swasta, namun tetap mengedepankan kepentingan negara.

“Kita ingin pendapatan negara bisa dimaksimalkan. Tetap konsesi, tapi porsinya harus lebih besar ke negara,” tegas Bahlil.

Tak hanya soal tambang, pemerintah juga tancap gas mengurangi ketergantungan impor energi. Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah mengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) dengan Compressed Natural Gas (CNG).

Bahlil menyebut, harga CNG diproyeksikan bisa lebih murah sekitar 30 persen dibanding LPG. Alasannya, sumber gas dan industrinya tersedia di dalam negeri, sehingga ongkos distribusi jauh lebih efisien.

“Gasnya ada di kita, industrinya juga di dalam negeri. Tidak perlu impor, jadi biaya transportasi bisa ditekan. Selain itu, sumber gas tersebar di banyak wilayah,” jelasnya.

See also  Dukung Ketahanan Energi Nasional, PLN dan Lemhannas RI Perkuat Sinergi Antarlembaga

Jika program ini berjalan, penggunaan CNG diperkirakan mampu menghemat devisa hingga Rp130 triliun sekaligus menekan beban subsidi energi.

Saat ini, pemerintah masih melakukan uji coba penggunaan tabung CNG untuk masyarakat. Mengingat tekanan CNG mencapai 250 bar, diperlukan penyesuaian dari tabung LPG 3 kilogram yang selama ini digunakan.

“Hasil uji coba kemungkinan keluar dalam 2–3 bulan ke depan,” pungkas Bahlil.

Berita Terkait

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian
Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi
PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan
Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha
PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027
PLN EPI Borong Tiga Penghargaan, Raih Dua Platinum ICA–ISDA dan Apresiasi Kepemimpinan Perempuan
Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026
Konsisten Tingkatkan Kualitas Layanan, CC PLN 123 Raih Penghargaan di TBCCI 2026

Berita Terkait

Friday, 2 October 2026 - 12:31 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian

Friday, 2 October 2026 - 07:09 WIB

Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi

Thursday, 1 October 2026 - 17:33 WIB

PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan

Thursday, 1 October 2026 - 14:56 WIB

Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha

Thursday, 1 October 2026 - 14:49 WIB

PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Friday, 2 Oct 2026 - 12:41 WIB