Mendes Yandri Puji Desa Tuntang, Berhasil Maksimalkan Potensi Majukan Desa

Sunday, 24 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com  – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto memuji capaian Desa Tuntang Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang karena berhasil memanfaatkan potensi yang dimiliki. Di antaranya dengan melakukan budidaya ikan lele, menanam melon, dan ketahanan pangan melalui ternak kambing.

Melon yang ditanam berhasil dipanen dan dipasarkan memenuhi kebutuhan buah warga, begitu juga dengan lele yang dibudidayakan. Mendes Yandri pun optimis desa bisa maju hingga mandiri jika kepala desa berikut dengan perangkat serta warganya berlomba mengolah dan menambah nilai dari setiap potensi desa.

“Luar biasa BUMDesnya sesuatu yang luar biasa menggunakan dana desa. Jadi ini Desa Tuntang, layak jadi contoh desa-desa di Indonesia karena menggunakan dana desa sesuai program Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal,” tuturnya memuji Kades Muhamad Nadhirin di hadapan warga Desa Tuntang, Minggu (24/5/2026).

Budidaya melon dan lele BUMDesa Tuntang Sejahtera direalisasikan menggunakan dana desa. Hal ini menyumbang pendapatan desa yang mencapai Rp1,6 M di tahun 2026 dibantu dengan sumber-sumber lainnya. Hal ini menjadi bukti bahwa dana desa yang dikelola dengan benar akan memberikan manfaat besar untuk pembangunan desa.

Di antaranya adalah melalui desa tematik yang merupakan bagian dari 12 rencana aksi strategis Kemendes PDT. Selanjutnya produk-produk tersebut akan diekspor sehingga tidak hanya harganya yang bertambah namun juga jangkauannya semakin luas. Hal ini, kata Mendes Yandri merupakan hasil kolaborasi Kemendes PDT dengan berbagai K/L serta stakeholder baik di dalam maupun luar negeri.

“Permintaan jahe, kopi, pisang, kentang, bawang merah banyak. Nanti tinggal dipetakan mana yang jadi desa-desa ekspor. Karena ada 59 negara yang siap membeli produk-produk desa di Indonesia,” katanya.

See also  PLN Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Kantor Pusat

Modal budidaya melon, lele, dan kambing yang merupakan bagian dari ketahanan pangan diambil dari 20 persen dana desa dan terbukti berhasil memberikan manfaat untuk masyarakat. Keberhasilan ini wajib direplikasi desa lain sesuai dengan produk unggulan desa setempat baik dalam sektor pertanian, peternakan, wisata, industri, atau lainnya.

Selain itu, Desa Tuntang juga telah selesai membangun kantor Koperasi Desa Merah Putih yang siap diisi dengan bahan-bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Tentu saja hal ini tidak mematikan UMKM setempat yang terus tumbuh dan ditinjau langsung oleh Mendes Yandri di sela-sela kunjungan kerja didampingi Dirjen PEI Tabrani.

 

Berita Terkait

Anggaran Kementerian PU Tahun 2027 Ditetapkan Sebesar Rp114,59 Triliun
Kementerian PU Dukung Penanganan Karhutla di Kapuas, Kalimantan Tengah
Jembatan Lumut Aceh Tengah Rampung 100 Persen, Akses Warga Pulih Pascabencana
Kementerian PU Pulihkan Trans Sulawesi Usai Banjir Parigi Moutong
Kementerian PU Normalisasi Saluran Sekunder Tambun, 875,68 Hektare Sawah di Karawang Terairi
CESGS Apresiasi Sepuluh Perusahaan melalui ESG Leadership Award 2026
Tindak Lanjuti Asesmen, Kementerian PU Mulai Bongkar Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores
Cegah Banjir Tanjungpinang, Menteri PU Dorong Penanganan dari Sungai hingga Muara
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 2 September 2026 - 22:39 WIB

Anggaran Kementerian PU Tahun 2027 Ditetapkan Sebesar Rp114,59 Triliun

Wednesday, 2 September 2026 - 19:56 WIB

Kementerian PU Dukung Penanganan Karhutla di Kapuas, Kalimantan Tengah

Wednesday, 2 September 2026 - 08:48 WIB

Jembatan Lumut Aceh Tengah Rampung 100 Persen, Akses Warga Pulih Pascabencana

Tuesday, 1 September 2026 - 19:13 WIB

Kementerian PU Pulihkan Trans Sulawesi Usai Banjir Parigi Moutong

Tuesday, 1 September 2026 - 18:50 WIB

Kementerian PU Normalisasi Saluran Sekunder Tambun, 875,68 Hektare Sawah di Karawang Terairi

Berita Terbaru

Energy

ESDM Kaji Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran

Thursday, 3 Sep 2026 - 12:48 WIB