Salor Papua Selatan Disiapkan Jadi Pusat Riset Padi dan Pendidikan Pertanian

Sunday, 7 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Pemerintah menyiapkan Kawasan Transmigrasi Salor di Papua Selatan sebagai pusat pengembangan pangan, riset pertanian, dan pendidikan vokasi. Kawasan yang kini menjadi lokasi ibu kota provinsi itu dinilai strategis untuk mendukung agenda swasembada pangan nasional sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia.

Rencana tersebut dijajaki melalui kerja sama antara Kementerian Transmigrasi dan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan Salor memiliki posisi penting sebagai salah satu sentra pangan terbesar di Papua Selatan sekaligus pusat pertumbuhan baru.

“Papua Selatan adalah salah satu contoh provinsi yang berkembang dari kawasan transmigrasi,” kata Iftitah saat kunjungan kerja di Salor, Merauke, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menyebut selain Papua Selatan, daerah lain seperti Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara juga berkembang dari kawasan transmigrasi yang kemudian menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Menurut Iftitah, pemerintah bersama Kedutaan Besar Tiongkok tengah menjajaki pembangunan pusat riset padi dan sekolah vokasi pertanian di kawasan tersebut. Fasilitas itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda Papua di sektor pangan.

“Kami ingin kawasan sentra pangan ini tidak hanya menghasilkan produksi yang tinggi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan pertanian,” ujarnya.

Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong mengatakan pihaknya melihat potensi besar Salor sebagai kawasan pertumbuhan baru di Indonesia timur.

“Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi kawasan transmigrasi di Indonesia. Saya melihat potensi yang sangat besar di sini,” kata Wang.

Ia menyebut kerja sama yang tengah dijajaki mencakup pembangunan pusat pelatihan pertanian, pusat riset padi, serta program pengembangan kapasitas masyarakat.

See also  Cadangan Devisa RI Juni 2026 Tetap Tebal, Tembus 145,6 Miliar Dolar AS

Pengembangan kawasan itu juga akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi mitra, termasuk Institut Pertanian Bogor, untuk mendukung penguatan riset dan inovasi di sektor pangan.

Pemerintah berharap kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat swasembada pangan nasional, tetapi juga membuka peluang pendidikan, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Papua Selatan.

Berita Terkait

Tangis Anak Iringi Pemakaman Sang Ayah
Wamen Todotua: KEK Samota Siap Jadi Magnet Investasi Indonesia Timur
Kementerian PU Salurkan Air Bersih Untuk Wilayah Kekeringan di WS Ciliwung Cisadane
Penanganan Darurat di Bendung Karet Welahan Bum Jepara Jaga Pasokan Air Irigasi
Menteri Rosan: Ekosistem Baterai RI Makin Lengkap, Autoclave HPAL Terpasang
Mendes Hadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, Komitmen Wujudkan Desa Bersinar
Komisi VI DPR RI Tinjau Huntara Aceh Tamiang dan Jalan Tol Binjai–Langsa, Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana dan Pembangunan Koridor Strategis
Kemendes PDT Gandeng PT. Mojo Indonesia Raya Pangkas Pengangguran di Desa

Berita Terkait

Sunday, 26 July 2026 - 18:39 WIB

Tangis Anak Iringi Pemakaman Sang Ayah

Sunday, 26 July 2026 - 00:58 WIB

Wamen Todotua: KEK Samota Siap Jadi Magnet Investasi Indonesia Timur

Saturday, 25 July 2026 - 00:37 WIB

Kementerian PU Salurkan Air Bersih Untuk Wilayah Kekeringan di WS Ciliwung Cisadane

Friday, 24 July 2026 - 09:58 WIB

Penanganan Darurat di Bendung Karet Welahan Bum Jepara Jaga Pasokan Air Irigasi

Friday, 24 July 2026 - 09:47 WIB

Menteri Rosan: Ekosistem Baterai RI Makin Lengkap, Autoclave HPAL Terpasang

Berita Terbaru