Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Wednesday, 10 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Pemerintah terus mempercepat pengembangan industri bioetanol nasional sebagai bagian dari strategi hilirisasi dan transisi energi guna memperkuat ketahanan energi Indonesia. Salah satu langkah yang kini dipacu adalah pengembangan bioetanol terintegrasi di Provinsi Lampung.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi dan Kunjungan Lapangan Pengembangan Bioetanol Terintegrasi di Lampung yang dipimpin Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, bersama Pemerintah Provinsi Lampung, PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), serta sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Joint Declaration bertajuk Collaboration in Establishing Bioethanol Ecosystem Development in Lampung Province oleh Pemprov Lampung, PNRE, TMMIN, dan PT Toyota Tsusho Indonesia (TTI).

Deklarasi tersebut menjadi dasar kolaborasi pengembangan rantai pasok bahan baku, pembangunan fasilitas produksi bioetanol, penguatan kemitraan dengan sektor pertanian, hingga percepatan investasi untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Todotua mengatakan, Lampung dipilih sebagai lokasi awal pengembangan karena memiliki potensi bahan baku dan dukungan infrastruktur yang kuat.

“Lampung memiliki feedstock paling mumpuni untuk pengembangan bioetanol nasional. Selain itu, posisinya sangat strategis karena dapat memasok kebutuhan Sumatera dan sebagian Jawa yang merupakan pusat konsumsi energi terbesar di Indonesia,” ujar Todotua.

Dalam kunjungan ke Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran dan Desa Rejosari, Kabupaten Lampung Selatan, rombongan meninjau kesiapan lokasi yang diproyeksikan menjadi kawasan pengembangan bioetanol terintegrasi.

Hasil peninjauan menunjukkan Lampung memiliki potensi bahan baku besar, mulai dari molases tebu, sorgum, hingga limbah biomassa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bioetanol generasi pertama maupun generasi kedua.

Proyek ini juga diharapkan membuka peluang kemitraan antara industri dan petani lokal melalui pengembangan budidaya sorgum sebagai bahan baku tambahan.

See also  Hari Pelanggan 2023, Pertamina Tingkatkan Komitmen Layani Masyarakat

Pada tahap awal, proyek percontohan direncanakan mencakup penanaman sorgum varietas Enryu seluas 10 hektare dan pembangunan fasilitas bioetanol berkapasitas 60 KL per tahun.

Sementara pada tahap komersial, pengembangan akan diperluas melalui penanaman sorgum seluas 6.000 hektare serta pembangunan pabrik bioetanol berkapasitas 60.000 KL per tahun yang ditargetkan mulai dibangun pada kuartal III 2027 dan beroperasi pada kuartal IV 2028.

Menurut Todotua, proyek ini tidak sekadar membangun pabrik, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis energi terbarukan dan pertanian.

“Yang ingin kita bangun bukan hanya pabrik, tetapi ekosistem ekonomi. Feedstock ada di sini, logistik ada di sini, masyarakat agrikulturnya juga ada di sini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia
Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi
BRI Dukung Talenta Muda Siap Kerja Lewat Program Magang
Hutama Karya Dorong Ekonomi Sirkular, Sulap Sampah Plastik dan Minyak Jelantah Jadi Rupiah
​Cermati Dinamika Pasar, Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi Buyback Saham
Hutama Karya Jaga Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh hingga Triwulan III 2026
Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T
Bank Mandiri Perkuat Fundamental Bisnis dengan Neraca yang Tetap Sehat

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 08:27 WIB

Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia

Monday, 26 October 2026 - 22:09 WIB

Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi

Saturday, 24 October 2026 - 18:29 WIB

BRI Dukung Talenta Muda Siap Kerja Lewat Program Magang

Friday, 23 October 2026 - 18:20 WIB

Hutama Karya Dorong Ekonomi Sirkular, Sulap Sampah Plastik dan Minyak Jelantah Jadi Rupiah

Wednesday, 21 October 2026 - 22:19 WIB

​Cermati Dinamika Pasar, Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi Buyback Saham

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Akses Jalan Pining-Lokop Kembali Dapat Dilalui Pascabanjir di Gayo Lues

Friday, 30 Oct 2026 - 00:05 WIB