Kementerian PU Perkuat Program Pengendalian Sampah, Anggaran TPS3R Naik 138 Persen Tahun 2027

Saturday, 5 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Permasalahan sampah di berbagai daerah di Indonesia, khususnya volume sampah yang tinggi di kawasan perkotaan, menjadi tantangan bersama yang perlu diatasi secara terpadu, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta maupun masyarakat. Karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendukung penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah melalui program padat karya Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Pada Tahun 2027, alokasi anggaran program padat karya TPS3R diperkuat dari sebelumnya Tahun 2026 sebesar Rp39,91 miliar untuk 56 lokasi menjadi Rp95,11 miliar untuk 136 lokasi atau meningkat 138,6 persen. Penguatan program padat karya TPS3R tersebut sejalan dengan visi PU608 yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sekaligus mendukung sasaran nasional pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, program padat karya merupakan strategi pembangunan yang tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja.

“Program IBM ini memiliki multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur, juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal,” kata Menteri Dody.

Pembangunan TPS3R melibatkan masyarakat setempat dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga manfaat program tidak hanya berupa tersedianya sarana pengelolaan sampah, tetapi juga menciptakan kesempatan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
Melalui TPS3R, masyarakat didorong untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya dengan melakukan pemilahan, penggunaan kembali, dan pengolahan sampah. Pendekatan tersebut sekaligus memberikan pembelajaran dan praktik langsung kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang lebih baik.

Sampah yang telah dipilah juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Sampah organik seperti ranting dan dedaunan, misalnya, dapat diolah menjadi kompos maupun bahan bakar berbentuk pelet atau briket. Sementara sampah nonorganik seperti plastik dapat dicacah untuk dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal plastik.

See also  Pasien Sembuh COVID-19 Jadi 2.381, Konfirmasi Positif 12.776

Dengan pendekatan tersebut, TPS3R tidak hanya diarahkan untuk mengurangi timbunan sampah dan mencegah pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Selain TPS3R, penguatan padat karya bidang permukiman TA 2027 juga dilakukan melalui Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK), dan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

Pada 2027, Pamsimas mendapat alokasi Rp681,31 miliar untuk 923 lokasi, meningkat dari Rp558,11 miliar untuk 906 lokasi pada 2026. Pamsimas diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan air minum melalui pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat. Sementara itu, Sanimas pada 2027 dialokasikan Rp595,46 miliar untuk 1.184 lokasi, meningkat dari Rp420,03 miliar untuk 823 lokasi pada 2026.

Selanjutnya Sanitasi LPK mendapat alokasi Rp214,22 miliar untuk 702 lokasi, dari Rp201,11 miliar untuk 653 lokasi pada 2026. Program ini antara lain mendukung pembangunan sarana sanitasi masyarakat, termasuk fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), tempat wudu, tempat cuci tangan, tempat cuci pakaian, serta instalasi pengolahan air limbah domestik. Terakhir, PISEW dialokasikan Rp763,96 miliar untuk 1.043 lokasi, meningkat dari Rp484,80 miliar untuk 808 lokasi pada 2026.

Berita Terkait

BULOG-Bapanas Perkuat Peternak Mikro, Sinergikan Jagung SPHP dan Serapan Telur Rp30 Miliar
Hutama Karya Teken Kontrak Irigasi di Tiga Provinsi, Dukung Swasembada Pangan Nasional
BRI Perkuat Literasi Keuangan Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games
DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
BULOG Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Tetap Terjaga
Kementerian PU Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi
Lebih dari 4.000 Buku Hadir di Yapsi, TEP ITB Buka Ruang bagi Anak Papua Merawat Mimpi

Berita Terkait

Friday, 6 November 2026 - 16:27 WIB

BULOG-Bapanas Perkuat Peternak Mikro, Sinergikan Jagung SPHP dan Serapan Telur Rp30 Miliar

Thursday, 5 November 2026 - 18:47 WIB

Hutama Karya Teken Kontrak Irigasi di Tiga Provinsi, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Thursday, 5 November 2026 - 18:17 WIB

BRI Perkuat Literasi Keuangan Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games

Thursday, 5 November 2026 - 16:30 WIB

DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik

Wednesday, 4 November 2026 - 13:21 WIB

Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah

Berita Terbaru

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani.

Ekonomi - Bisnis

Indonesia Gaet Komitmen Investasi Rp6,3 Triliun di IIF 2026 London

Saturday, 7 Nov 2026 - 00:53 WIB