PLN EPI Dorong Biomassa Jadi BioCNG dan Hidrogen Hijau untuk Percepat Transisi Energi

Monday, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir bersama mitra strategis pada ajang The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran.

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir bersama mitra strategis pada ajang The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran.

daelpos.com — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperluas pemanfaatan biomassa tidak hanya sebagai bahan bakar co-firing pembangkit listrik, tetapi juga sebagai bahan baku pengembangan BioCNG (Compressed Biomethane Gas) dan hidrogen hijau. Langkah tersebut diwujudkan melalui dua nota kesepahaman yang ditandatangani bersama mitra strategis pada ajang The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran sebagai upaya memperkuat bauran energi terbarukan sekaligus mendukung percepatan target net zero emission.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop TI Situngkir mengatakan pengembangan biomassa merupakan bagian dari strategi PLN Group dalam memperbesar pemanfaatan energi terbarukan sekaligus membangun rantai nilai bioenergi yang lebih luas.

“Pada dasarnya, konsepnya adalah co-firing. Bahan-bahan hayati kita kumpulkan, kita ambil, kemudian kita deploy ke pembangkit milik kita,” kata Hokkop.

Menurut dia, PLTU menjadi salah satu pembangkit yang paling siap memanfaatkan biomassa karena karakteristik bahan bakarnya dapat diolah untuk menggantikan sebagian penggunaan batubara.

Menurut Hokkop, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menjadi pembangkit yang paling siap memanfaatkan biomassa melalui skema co-firing. Namun, pemanfaatan biomassa tidak berhenti pada substitusi sebagian batubara, melainkan terus dikembangkan menjadi berbagai produk energi terbarukan.

“Jadi perjuangannya masih panjang sampai 2030. Kita sudah agendakan pemanfaatan biomassa di PLN,” ujar Hokkop.

Salah satu pengembangan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN EPI, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), dan PT Kis Biofuels Indonesia mengenai pengembangan BioCNG dan/atau gas berbasis biomassa. Kerja sama ini memanfaatkan limbah organik, seperti Palm Oil Mill Effluent (POME) dan limbah peternakan, sebagai bahan baku untuk menghasilkan biometana yang selanjutnya diolah menjadi BioCNG. Dalam ekosistem tersebut, PGN Gagas berperan sebagai off-taker produk BioCNG. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, Santiaji Gunawan selaku Direktur Utama PGN Gagas, serta KR Ragunath Kandikeri selaku Direktur PT Kis Biofuels Indonesia.

See also  PLN Luncurkan Program Loyalti Gelegar PLN Mobile 2025, Hadiah Menarik untuk Pelanggan Setia

“Metananya kita ambil, kemudian kita ciptakan reaktor dan segalanya. Tentunya dengan kerja sama dengan pihak teknologi, baru nanti kita bisa bertransaksi dengan PT Gagas,” kata Hokkop.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman tentang pengembangan BioCNG dan/atau gas berbasis biomassa untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dan mempercepat pencapaian target net zero emission.

Selain BioCNG, PLN EPI juga mendorong pengembangan biomassa sebagai bagian dari ekosistem hidrogen hijau. PLN EPI menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Ekosistem Hidrogen Hijau Berbasis Biomassa di Indonesia bersama CISRI HY&POR Technology Co., Ltd. dan PT Pupuk Kujang Cikampek yang ditandatangani oleh Direktur Biomassa PLN EPI, Mr Gu Hu selaku General Manager CISRI HY&POR Technology Co., Ltd., serta Panji Winanteya Ruky selaku Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek.

Hokkop menjelaskan, pengembangan tersebut memanfaatkan proses pengolahan biomassa untuk menghasilkan gas yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi sumber hidrogen.

“Kita tahu kalau biomassa sudah digasifikasi, tentu ada hidrogen yang lepas di situ. Itu ditangkap dan akan dipakai oleh Pupuk Kujang sebagai off-taker,” ujarnya.

Hokkop menilai keberadaan off-taker menjadi faktor penting agar pengembangan bioenergi tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi mampu membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.

“Harapan kita, dua kerja sama ini bisa memperbesar bioenergi dan mempercepat cita-cita yang sudah dicanangkan dalam Permen ESDM dan juga secara internal di PLN Group,” kata dia.

Saat ini PLN EPI terus mengembangkan pemanfaatan biomassa dari berbagai residu pertanian, perkebunan, dan limbah organik sebagai bagian dari diversifikasi energi primer nasional. Selain mendukung program co-firing di pembangkit PLN, biomassa juga diarahkan menjadi bahan baku berbagai produk energi rendah karbon yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

See also  Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

Melalui pengembangan BioCNG dan hidrogen hijau, PLN EPI tidak hanya memperluas pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan, tetapi juga membangun ekosistem bioenergi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah biomassa nasional, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Pertagas Salurkan Bantuan dan Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Atasi Karhutla di Sumatra
Mekar Bersama, PLN Icon Plus Buka Peluang Pasar bagi UMKM Binaan di Puncak HUT ke-26
Integrasikan Energi Hijau dan Ekonomi Desa, PLN EPI Raih ESG Now Awards 2026
PLTA Tua Makin Andal Berkat AI, PLN Nusantara Power Raih Penghargaan Internasional
Green Jobs Membludak, PLN IP Ungkap Skill yang Dicari Industri Energi
Dukung Operasional Kelistrikan MotoGP Mandalika, PLN Icon Plus Siagakan Infrastruktur Digital
Jaga Keandalan Listrik Sulawesi, PLN Tambah Pembangkit 50 MW di Sigi Sulteng
Sinergi Pemerintah dan Pertamina Percepat Pemulihan Distribusi BBM di Bali

Berita Terkait

Friday, 23 October 2026 - 08:50 WIB

Pertagas Salurkan Bantuan dan Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Atasi Karhutla di Sumatra

Friday, 23 October 2026 - 08:36 WIB

Mekar Bersama, PLN Icon Plus Buka Peluang Pasar bagi UMKM Binaan di Puncak HUT ke-26

Thursday, 22 October 2026 - 12:56 WIB

Integrasikan Energi Hijau dan Ekonomi Desa, PLN EPI Raih ESG Now Awards 2026

Wednesday, 21 October 2026 - 14:37 WIB

PLTA Tua Makin Andal Berkat AI, PLN Nusantara Power Raih Penghargaan Internasional

Wednesday, 21 October 2026 - 00:08 WIB

Green Jobs Membludak, PLN IP Ungkap Skill yang Dicari Industri Energi

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Wamen Todotua Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44

Friday, 23 Oct 2026 - 08:54 WIB