PLN EPI Optimalkan Biomassa, Dorong Transisi Energi Tanpa Deforestasi

Wednesday, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir  menjadi panelis dalam Panel Discussion #1: Driving Sustainable Forest Development through Biomass and Resilient Forest Management, bagian dari Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Forestry Industry Session di Park Hyatt Jakarta, Selasa (8/9).

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir menjadi panelis dalam Panel Discussion #1: Driving Sustainable Forest Development through Biomass and Resilient Forest Management, bagian dari Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Forestry Industry Session di Park Hyatt Jakarta, Selasa (8/9).

daelpos.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mendorong peningkatan pemanfaatan biomassa sebagai bagian dari diversifikasi energi dan percepatan transisi energi nasional melalui program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Komitmen tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Panel Discussion #1: Driving Sustainable Forest Development through Biomass and Resilient Forest Management, bagian dari Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Forestry Industry Session di Park Hyatt Jakarta, Selasa (8/9), dengan menekankan optimalisasi potensi biomassa domestik secara berkelanjutan sekaligus penciptaan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Hokkop mengatakan Indonesia memiliki sumber daya biomassa yang melimpah dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pada tahun lalu, pemanfaatan biomassa untuk kebutuhan PLN mencapai sekitar 2,5 juta ton. Tahun ini, PLN EPI mendorong peningkatan pemanfaatannya hingga sekitar 3,4 juta ton.

“Tahun lalu kami baru mencapai sekitar 2,5 juta ton. Tahun ini kami akan mencapai sekitar 3,4 juta ton biomassa untuk disediakan kepada seluruh perusahaan kami,” kata Hokkop.

SISP Forestry Industry Session merupakan bagian dari Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Conference 2026 bertema Partnership for Sustainable Forest Development and Management. Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta pemangku kepentingan dari Indonesia dan Swedia untuk membahas pengelolaan hutan berkelanjutan, biomassa, ketahanan hutan, hingga penguatan logistik kehutanan.

Menurut Hokkop, ruang pengembangan biomassa nasional masih sangat besar. Berdasarkan data yang dihimpun PLN EPI bersama pelaku industri, Indonesia memiliki potensi biomassa dari sektor industri sekitar 80 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 juta ton telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, sementara sebagian besar potensi lainnya masih dapat dikembangkan.

Besarnya potensi tersebut membuka peluang bagi biomassa untuk mengambil peran lebih besar dalam bauran energi nasional. PLN sendiri telah memanfaatkan sekitar 2,5 juta ton biomassa untuk mendukung program cofiring PLTU.

See also  Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Nganjuk, Kementerian PU Bangun Saluran Irigasi Semantok Kiri

“PLN hanya 2,5 juta ton. Namun, meskipun hanya 2,5 juta ton untuk PLN, kami adalah perusahaan terbesar di Asia yang bisa menggunakan biomassa untuk cofiring,” ujar Hokkop.

Biomassa Tanpa Deforestasi

Hokkop menegaskan bahwa peningkatan pemanfaatan biomassa harus berjalan beriringan dengan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. Sekitar 70 persen biomassa yang dimanfaatkan PLN berasal dari residu, termasuk residu industri kehutanan, industri kertas, serta sektor agro.

Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan biomassa tidak hanya diarahkan sebagai substitusi sebagian penggunaan batu bara di pembangkit, tetapi juga untuk meningkatkan nilai guna material yang sebelumnya merupakan residu kegiatan industri.

PLN EPI juga melakukan evaluasi terhadap sumber biomassa menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan rantai pasok biomassa memenuhi prinsip keberlanjutan, termasuk memastikan sumber biomassa tidak mendorong praktik deforestasi.

“Kami sudah membuat kalkulasi menggunakan LCA. Kami memilih partner dengan meminta mereka memenuhi semua data dari sumber biomassa. Kami anti deforestasi,” tegas Hokkop.

Bangun Ekosistem, Ciptakan Lapangan Kerja

Selain berkontribusi terhadap transisi energi, pengembangan biomassa juga memiliki potensi menciptakan aktivitas ekonomi baru di berbagai daerah. Saat ini, PLN EPI telah melibatkan sekitar 140 perusahaan dalam ekosistem biomassa di berbagai wilayah Indonesia.

Hokkop memperkirakan apabila pemanfaatan biomassa dapat ditingkatkan hingga sekitar 8 juta ton, ekosistem tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 750 ribu orang, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, transportasi dan logistik, hingga aktivitas pendukung lainnya.

“Kami sudah menyampaikan ini kepada Kementerian Tenaga Kerja di Indonesia. Ini merupakan peluang pekerjaan yang besar untuk industri biomassa,” katanya.

Peluang pengembangan tersebut masih terbuka lebar. Dari potensi sekitar 80 juta ton per tahun, PLN EPI memperkirakan masih terdapat sekitar 60 juta ton biomassa yang dapat dikembangkan. Potensi tersebut bahkan belum memperhitungkan limbah rumah tangga maupun sumber biomassa berbasis air.

See also  PLN Nusantara Power Raih Penghargaan “Excellence in Efficient Power Generation” pada BUMN Awards 2025

Karena itu, pengembangan biomassa perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas dari sekadar penyediaan bahan bakar pembangkit. Ekosistem biomassa perlu dibangun dari hulu hingga hilir sehingga mampu menciptakan pasar yang berkelanjutan, memperkuat industri dalam negeri, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar sumber biomassa.

Hal tersebut sejalan dengan pembahasan dalam SISP Forestry Industry Session yang menempatkan biomassa sebagai salah satu isu penting dalam pengembangan kehutanan berkelanjutan, bersama dengan pengelolaan kebakaran hutan, logistik kehutanan, inventori, serta peningkatan produktivitas biomassa.

Dengan potensi yang melimpah, biomassa bukan sekadar substitusi energi fosil, tetapi menjadi penghubung antara transisi energi, pertumbuhan industri, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui ekosistem biomassa yang berkelanjutan, residu yang sebelumnya bernilai rendah dapat diubah menjadi energi, lapangan kerja, dan nilai ekonomi baru bagi Indonesia.

Berita Terkait

RUPSLB Elnusa Tetapkan Perubahan Pengurus, Tegaskan Komitmen pada Tata Kelola dan Kesinambungan Bisnis
Tak Perlu Berebut, Cek Antrean SPKLU melalui Fitur AntreEV PLN Mobile
Pasca Erupsi Sinabung, Pertamina Patra Niaga Perkuat Pemulihan di Karo
Pertamina Jaga Kecukupan Energi di Wilayah Timur Indonesia, Dukung Pergerakan Ekonomi
PLTN untuk Kesejahteraan Rakyat: Fondasi Kemandirian Energi dan Pemerataan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045
City Gas Tour 2026, PGN Tunjukkan Efisiensi Gas Bumi dari Transportasi hingga Usaha
City Gas Tour Hadir di Sidoarjo, PGN dan Pemkab Sidoarjo Sinergi Dorong Perluasan Pemanfaatan Gas Bumi untuk Masyarakat
PLN EPI Dorong Biomassa Jadi BioCNG dan Hidrogen Hijau untuk Percepat Transisi Energi
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 9 September 2026 - 22:11 WIB

RUPSLB Elnusa Tetapkan Perubahan Pengurus, Tegaskan Komitmen pada Tata Kelola dan Kesinambungan Bisnis

Wednesday, 9 September 2026 - 20:51 WIB

PLN EPI Optimalkan Biomassa, Dorong Transisi Energi Tanpa Deforestasi

Wednesday, 9 September 2026 - 16:09 WIB

Tak Perlu Berebut, Cek Antrean SPKLU melalui Fitur AntreEV PLN Mobile

Wednesday, 9 September 2026 - 09:23 WIB

Pasca Erupsi Sinabung, Pertamina Patra Niaga Perkuat Pemulihan di Karo

Tuesday, 8 September 2026 - 14:04 WIB

Pertamina Jaga Kecukupan Energi di Wilayah Timur Indonesia, Dukung Pergerakan Ekonomi

Berita Terbaru

Menkeu Purbaya / foto ist

Nasional

Menkeu Tunggu Hitungan BNPB soal Anggaran Bencana

Wednesday, 9 Sep 2026 - 16:36 WIB