Selaraskan Risiko Bisnis dan Keberlanjutan, Hutama Karya Petakan Perencanaan TJSL Lintas Anak Perusahaan

Tuesday, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memperkuat komitmen penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penyelenggaraan Workshop & Focus Group Discussion (FGD) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berlangsung pada Kamis–Jumat (10–11/9) di Habitare Rasuna, Jakarta. Agenda strategis tersebut diselenggarakan guna menyelaraskan perencanaan program TJSL dengan pemetaan risiko operasional sekaligus merumuskan roadmap serta Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) TJSL Perusahaan Tahun 2027. Langkah ini sekaligus menjadi turunan operasional dari visi baru perusahaan, Leading Sustainable Construction Enterprise and Infrastructure Developer, yang menempatkan keberlanjutan bukan sebagai program pendamping, melainkan sebagai bagian dari proses bisnis perseroan.

Pj. Executive Vice President (EVP) Human Capital Hutama Karya, Alfa Haga Rachmady, mengungkapkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai keberlanjutan ke dalam alur bisnis menjadi pilar utama perseroan dalam mengeksekusi penugasan infrastruktur nasional secara bertanggung jawab. Menurutnya, masuknya unsur sustainable ke dalam visi perusahaan menuntut TJSL bergerak dari pendekatan karitatif menuju perencanaan yang terukur dan menyatu dengan strategi bisnis.

“Pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada kualitas fisik konstruksi, melainkan harus memberikan dampak sosial positif dan menjaga kelestarian lingkungan secara terukur. Melalui perencanaan TJSL yang terintegrasi, perseroan memastikan setiap program penciptaan nilai bersama (Creating Shared Value) mampu memitigasi risiko operasional sekaligus meningkatkan izin sosial untuk beroperasi (social license to operate),” ujar Alfa.

Pelatihan yang mengacu pada standar ISO 26000 dan kerangka kerja ESG tersebut membekali para peserta dengan metodologi penyusunan flagship program, pemetaan isu materialitas, hingga penyusunan laporan Grand Design TJSL yang akuntabel. Melalui pendekatan mitigasi risiko yang komprehensif, program TJSL dirancang agar tidak sekadar bersifat kegiatan sosial sesaat, melainkan berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal serta pengawasan dampak lingkungan di sekitar kawasan operasional proyek. Penyeragaman metodologi ini sejalan dengan tahapan transformasi perusahaan menuju standar global, yang menuntut konsistensi cara kerja di seluruh segmen bisnis termasuk pada fungsi keberlanjutan.

See also  Longsor Dinding Penahan Tanah, Jasa Marga Fokus Pengamanan Pengguna Jalan

Agenda ini diikuti secara intensif oleh 28 peserta perwakilan unit kerja pusat serta enam anak perusahaan dan Special Purpose Vehicle (SPV) Hutama Karya—termasuk PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), PT Hakaaston (HKA), PT HK Realtindo (HKR), PT Hutama Marga Waskita (HMW), PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP), dan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL). Keterlibatan seluruh anak perusahaan menjadi penanda bahwa keberlanjutan diposisikan sebagai agenda grup, bukan agenda satu unit kerja. Berkolaborasi dengan PT Olahkarsa Inovasi Indonesia sebagai mitra fasilitator ahli, sinergi lintas fungsi ini dibentuk untuk membangun pemahaman yang seragam dalam penyusunan database dan RKA TJSL yang terstruktur di seluruh wilayah operasional perseroan.
Penyelarasan perencanaan TJSL lintas unit ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan serta memperkuat penerimaan sosial masyarakat terhadap keberadaan proyek-proyek strategis yang digarap perseroan. Kehadiran program pemberdayaan yang tepat sasaran diproyeksikan mampu mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat, memperkuat kolaborasi bersama pemangku kepentingan daerah, serta menciptakan lingkungan operasional yang aman dan kondusif.

Langkah nyata perseroan dalam memantapkan tata kelola TJSL ini menjadi wujud dukungan terhadap Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023, sekaligus menyelaraskan agenda Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan. Komitmen ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs Nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDGs Nomor 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDGs Nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDGs Nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Dengan demikian, penyusunan roadmap dan RKA TJSL 2027 menjadi salah satu perangkat perseroan dalam menerjemahkan visi keberlanjutannya ke dalam praktik operasional sehari-hari.

Berita Terkait

BULOG-Bapanas Perkuat Peternak Mikro, Sinergikan Jagung SPHP dan Serapan Telur Rp30 Miliar
Hutama Karya Teken Kontrak Irigasi di Tiga Provinsi, Dukung Swasembada Pangan Nasional
BRI Perkuat Literasi Keuangan Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games
DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
BULOG Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Tetap Terjaga
Kementerian PU Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi
Lebih dari 4.000 Buku Hadir di Yapsi, TEP ITB Buka Ruang bagi Anak Papua Merawat Mimpi

Berita Terkait

Friday, 6 November 2026 - 16:27 WIB

BULOG-Bapanas Perkuat Peternak Mikro, Sinergikan Jagung SPHP dan Serapan Telur Rp30 Miliar

Thursday, 5 November 2026 - 18:47 WIB

Hutama Karya Teken Kontrak Irigasi di Tiga Provinsi, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Thursday, 5 November 2026 - 18:17 WIB

BRI Perkuat Literasi Keuangan Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games

Thursday, 5 November 2026 - 16:30 WIB

DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik

Wednesday, 4 November 2026 - 13:21 WIB

Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah

Berita Terbaru

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani.

Ekonomi - Bisnis

Indonesia Gaet Komitmen Investasi Rp6,3 Triliun di IIF 2026 London

Saturday, 7 Nov 2026 - 00:53 WIB