Tim Ekspedisi Patriot Dongkrak Pendapatan Mama OAP Tiga Kali Lipat, Buka Akses Belajar hingga Air Bersih di Papua

Friday, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) mulai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sejumlah kawasan transmigrasi Papua. Pendapatan mama-mama Orang Asli Papua (OAP) di Manokwari meningkat lebih dari tiga kali lipat, hampir 100 anak putus sekolah di Lereh kembali memperoleh akses belajar, sementara warga juga mulai menikmati jaringan telekomunikasi, energi alternatif, dan aliran air bersih.

Berbagai solusi tersebut dikembangkan berdasarkan persoalan yang ditemukan langsung di lapangan oleh tim dari sejumlah perguruan tinggi. TEP tidak hanya memetakan potensi dan kendala kawasan, tetapi juga menguji serta menjalankan solusi bersama masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dan dilanjutkan secara mandiri.

Dampak ekonomi antara lain terlihat di Manokwari. Melalui pelatihan pengolahan hasil kebun, mama-mama OAP mampu mengembangkan matoa menjadi dodol yang dapat dipasarkan melalui jaringan ritel. Cabai dan tomat juga diolah menjadi produk lembaran pangan atau food leather agar memiliki nilai tambah dan daya simpan lebih panjang.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pendampingan tersebut telah meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan.

“Ibu-ibu OAP memberikan testimoni, sebelum ada pelatihan dari TEP, penghasilannya sekitar Rp700.000 per bulan dari ladang berpindah. Setelah dilatih membuat dodol yang dipasarkan ke supermarket, penghasilannya naik drastis menjadi Rp2.400.000,” ujar Menteri Iftitah, Kamis (17/9).

Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kawasan dapat dimulai dari potensi sederhana yang tersedia di sekitar masyarakat, kemudian diperkuat melalui keterampilan, teknologi, pengemasan, dan akses pasar.

“Kita mulai dari langkah-langkah kecil, tetapi hasilnya harus terukur dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Manfaat TEP juga menjangkau masyarakat di Kawasan Transmigrasi Lereh, Kabupaten Jayapura. Di wilayah dengan topografi pegunungan tersebut, keterbatasan sinyal selama ini menghambat pelayanan kesehatan dan pengembangan usaha warga.

See also  46.959 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Selama Libur Lebaran

Tim Telekomunikasi TEP Institut Teknologi Bandung (ITB) kemudian memetakan titik-titik kendala jaringan dan menguji pemasangan penguat sinyal lokal di Puskesmas Pembantu SP4. Akses tersebut dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan sekaligus operasional situs Lereh Pharma yang dikembangkan untuk memperluas pemasaran produk masyarakat.

“Solusi yang kami usulkan adalah membangun penguat atau perluasan jaringan lokal yang bersumber dari sinyal Telkomsel di kawasan yang sulit sinyal. Pada bulan kedua, kami menguji cobanya di Puskesmas Pembantu SP4,” kata anggota Tim Telekomunikasi TEP ITB, Aldo Gusti Rahman.

Di Kampung Omon Jaya, TEP juga menemukan hampir 100 anak tidak bersekolah akibat keterbatasan sarana dan transportasi. Untuk membuka kembali akses belajar, tim mengaktifkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai pusat pembelajaran bagi anak sekolah maupun anak putus sekolah.

Pengelolaannya diserahkan kepada warga melalui pembentukan kembali struktur kepengurusan. Langkah ini dilakukan agar kegiatan belajar tetap berjalan setelah masa tugas TEP berakhir.

“Solusi yang kami tawarkan adalah mengaktifkan kembali Taman Bacaan Masyarakat berbasis inklusi sosial sebagai learning center, tidak hanya untuk anak sekolah, tetapi juga anak putus sekolah. Kepengurusannya kami susun kembali dengan pendekatan self-help development agar warga dapat mengelolanya secara mandiri dan TBM tidak kembali terbengkalai,” ujar anggota TEP klaster pendidikan Universitas Bengkulu, Fendri Febrianti.

Sementara itu, persoalan dasar yang telah berlangsung selama puluhan tahun mulai ditangani melalui pembangunan sistem distribusi air bersih di Lereh. Jaringan perpipaan dilanjutkan agar air dapat mengalir lebih dekat ke permukiman sehingga warga tidak lagi menghadapi kesulitan yang sama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di Manokwari Selatan, limbah kotoran sapi yang sebelumnya tidak dimanfaatkan mulai diolah menjadi biogas. Energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk memasak dan mendukung kebutuhan listrik, sedangkan residunya dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Inovasi tersebut membantu warga menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

See also  Mendagri Resmi Lantik Heru Budi Hartono Pejabat Gubernur DKI Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi solusi yang membumi.

“Kalian tidak hanya turun membawa penguasaan ilmu, tetapi juga membawa energi positif dan solusi yang membumi. Siapa pun yang tergerak karena nilai patriotisme pasti berani keluar dari zona nyaman dan melakukan hal melebihi panggilan tugasnya,” ujar Menko AHY.

Menurut AHY, hasil kerja TEP turut memperkuat perubahan paradigma transmigrasi, dari program yang dahulu identik dengan perpindahan penduduk menjadi pembangunan kawasan yang memastikan masyarakat lokal dan transmigran hidup lebih sejahtera.

“Paradigma transmigrasi kini kita ubah, dari sekadar memindahkan masyarakat menjadi memastikan mereka hidup sejahtera dengan ekonomi berskala industri,” tegasnya.

Temuan, aspirasi, dan solusi yang dikembangkan TEP selanjutnya dirangkum sebagai bahan strategis bagi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Hasil lapangan tersebut juga dibawa ke dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur bersama gubernur, bupati, dan wali kota se-Tanah Papua untuk mendukung percepatan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima rekomendasi di atas kertas. Mereka memperoleh keterampilan baru, peluang pendapatan, akses belajar, konektivitas, energi alternatif, serta layanan dasar yang dapat memperbaiki kehidupan sehari-hari sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan setelah TEP menyelesaikan tugasnya.

Berita Terkait

BULOG-Bapanas Perkuat Peternak Mikro, Sinergikan Jagung SPHP dan Serapan Telur Rp30 Miliar
Hutama Karya Teken Kontrak Irigasi di Tiga Provinsi, Dukung Swasembada Pangan Nasional
BRI Perkuat Literasi Keuangan Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games
DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
BULOG Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Tetap Terjaga
Kementerian PU Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi
Lebih dari 4.000 Buku Hadir di Yapsi, TEP ITB Buka Ruang bagi Anak Papua Merawat Mimpi

Berita Terkait

Friday, 6 November 2026 - 16:27 WIB

BULOG-Bapanas Perkuat Peternak Mikro, Sinergikan Jagung SPHP dan Serapan Telur Rp30 Miliar

Thursday, 5 November 2026 - 18:47 WIB

Hutama Karya Teken Kontrak Irigasi di Tiga Provinsi, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Thursday, 5 November 2026 - 18:17 WIB

BRI Perkuat Literasi Keuangan Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games

Thursday, 5 November 2026 - 16:30 WIB

DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik

Wednesday, 4 November 2026 - 13:21 WIB

Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah

Berita Terbaru

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani.

Ekonomi - Bisnis

Indonesia Gaet Komitmen Investasi Rp6,3 Triliun di IIF 2026 London

Saturday, 7 Nov 2026 - 00:53 WIB