Mendes Yandri Apresiasi Desa Berkinerja Baik, Tekankan Pencegahan Stunting

Friday, 30 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memberikan penghargaan kepada 9 Desa Berkinerja Baik (DBB) tahun 2026 dalam rangka konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting (P3S). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Mendes PDT Yandri Susanto saat rapat koordinasi nasional P3S di The Mirah Hotel Bogor, Kamis (29/10/2026).

Dalam sambutannya, Mendes Yandri mengatakan bahwa stunting menjadi kata kunci maju tidaknya bangsa Indonesia. Berdasarkan data persentase atas kasus stunting yang terjadi di Indonesia, saat ini angka stunting hampir menyentuh angka 20 persen. Oleh karena itu, pencegahan dan percepatan penurunan stunting harus terus dilakukan, karena jika angka stunting masih tinggi, maka akan menjadi persoalan yang serius bagi bangsa Indonesia.

“Karena kan yang lahir atau ibu hamil akan melahirkan generasi baru, kalau misalkan generasi baru itu gizinya kurang, pertumbuhannya tidak sesuai dengan umurnya, kemudian secara IQ dan lain sebagainya tidak memenuhi untuk menjadi seorang generasi muda atau pemimpin bangsa, ya itu akan menjadi persoalan serius,” ujar Yandri.

Lebih lanjut Yandri mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya keterlibatan K/L untuk melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting. Untuk itu, Kemendes PDT memperbolehkan dana desa digunakan untuk memberikan gizi kepada ibu hamil serta kepada anak-anak yang baru lahir guna mencegah stunting.

Apalagi saat ini dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan secara masif yang juga dilakukan sebagai upaya untuk memberikan gizi serta mencegah stunting. Menurutnya, MBG bukan sekedar hidangan satu penyajian di meja makan, tapi juga menjadikan ekosistem ekonomi terbangun.

“Karena stunting salah satu persoalan dasarnya adalah kemiskinan, ketiadaan, ya kan. Nah maka untuk mengurai kemiskinan itu ya dengan Asta Cita Keenam, mesti kita kawal secara bersama-sama, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Yandri.

See also  Mendes Dukung Anyer Panarukan 3R, Dorong Kesejahteraan Warga.

Ia mengatakan, pemerataan ekonomi saat ini telah dilakukan melalui program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, kemudian ada program di Kemendes PDT seperti Badan Usaha Milik Desa, desa-desa tematik, desa wisata, desa ekspor dan lain sebagainya yang diharapkan bisa menjadi lokomotif ekonomi di desa.

Dengan tumbuh kembangnya potensi desa, Yandri optimistis ekonomi di desa akan bangkit, sehingga persoalan stunting bisa di selesaikan dengan segala arah. Secara afirmasi dilakukan langsung ke individunya, tapi secara global atau secara keseluruhan, sistem ekonomi di desa di bangun secara sistematis sehingga bisa memberantas kemiskinan.

“Insyaallah dengan begitu maka angka kemiskinan bisa kita tekan atau bisa kita hilangkan, otomatis nanti stunting itu bisa kita juga hilangkan, kira-kira begitu cara konvergensinya. Maka hari ini kita melakukan semacam penghargaan atau apresiasi kepada desa-desa yang punya komitmen tinggi dan itu bisa dijadikan contoh untuk dalam hal konvergensi dan percepatan penurunan angka stunting,” ujar Yandri.

“Nah mudah-mudahan dengan kegiatan ini motivasi atau keinginan desa-desa yang lain juga bisa ikut serta seperti desa-desa yang hari ini kita lakukan penghargaan bagi desa yang berkinerja baik dalam hal pencegahan dan penurunan angka stunting,” sambungnya.

Sebagai informasi 9 desa yang terpilih sebagai penerima penghargaan terbaik merupakan hasil penilaian terhadap pemerintah desa yang sukses mencegah serta mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya masing-masing. Berikut adalah 9 Desa peraih penghargaan Desa Berkinerja Baik tahun 2026:

Desa Tirtohargo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta;
Desa Kesambi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah;
Desa Sodong, Kabupaten Tangerang, Banten;
Desa Kahala, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur;
Desa Sakra Selatan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat;
Desa Barimbun, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan;
Desa Baobolak, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur;
Desa Melin Megikar, Kabupaten Merauke, Papua Selatan;
Desa Malamoja, Sorong, Papua Barat Daya.

Berita Terkait

Dari Air untuk Sawah hingga Energi Mandiri, Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE
Mendes Tantang GMH Majukan Desa, Kolaborasi Wujudkan Asta Cita
Menteri Rosan Jajaki Investasi Hilirisasi Aspal Buton, Tekstil, dan Energi di Shanghai
Kinerja Solid dan Sehat, BNI Catat Laba Operasional Sebesar Rp27,5 Triliun
Ketua DPD RI Sultan Dorong REI Jadi Motor Percepatan Program 3 Juta Rumah
Kementerian PU Targetkan Bendali Hulu Sungai Ampal Tuntas Desember 2026, Reduksi 15% Banjir Balikpapan
“Dua Kekuatan, Satu Tujuan: Indonesia Maju”
Transisi Energi Jadi Peluang Emas Riset Mahasiswa ITPLN

Berita Terkait

Friday, 30 October 2026 - 00:08 WIB

Mendes Yandri Apresiasi Desa Berkinerja Baik, Tekankan Pencegahan Stunting

Thursday, 29 October 2026 - 13:00 WIB

Dari Air untuk Sawah hingga Energi Mandiri, Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE

Thursday, 29 October 2026 - 08:35 WIB

Mendes Tantang GMH Majukan Desa, Kolaborasi Wujudkan Asta Cita

Thursday, 29 October 2026 - 08:30 WIB

Menteri Rosan Jajaki Investasi Hilirisasi Aspal Buton, Tekstil, dan Energi di Shanghai

Wednesday, 28 October 2026 - 09:42 WIB

Kinerja Solid dan Sehat, BNI Catat Laba Operasional Sebesar Rp27,5 Triliun

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Akses Jalan Pining-Lokop Kembali Dapat Dilalui Pascabanjir di Gayo Lues

Friday, 30 Oct 2026 - 00:05 WIB