Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi

Sunday, 8 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

daelpos.com  – Kekuasaan adalah ujian paling telanjang bagi karakter manusia. Semakin tinggi jabatan, semakin besar godaan untuk angkuh. Melihat ke bawah dengan dagu terangkat.

Namun, ada anomali yang menyegarkan hari-hari ini. Anomali itu datang dari pucuk pimpinan Polri, Kapolri Suyudi.

Publik menangkap citra yang belakangan terasa langka.

Seorang jenderal bintang empat yang begitu santun. Nada bicaranya tenang. Tertata. Jauh dari kesan sombong. Sikap ini memanen apresiasi luas. Di tengah lelahnya kita melihat pameran kekuasaan, gaya Kapolri Suyudi hadir laksana oase.

Melihat sosoknya, ingatan bangsa ini ditarik mundur. Pada satu nama legendaris: Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

Bagi kita, Hoegeng bukan sekadar mantan Kapolri. Ia adalah monumen integritas.

Kita ingat gurauan abadi Gus Dur. Hanya ada tiga polisi jujur: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng.

Beliau dikenang bukan hanya karena anti-suap. Ia dikenang karena memanusiakan manusia. Ia memperlakukan rakyat kecil dan pejabat dengan kesantunan yang setara. Ia tegas tanpa perlu beringas. Berwibawa tanpa harus ditakuti.

Kesantunan dan kerendahan hati Kapolri Suyudi hari ini adalah modal berharga. Ini menunjukkan kecerdasan emosional. Menunjukkan empati. Dua pilar utama penyangga keadilan.

Namun, publik tentu menyimpan harapan lebih. Lebih dari sekadar sikap santun.

Harapan terbesar kita saat ini adalah melihat kesantunan tersebut bertransformasi. Menjadi keberanian tanpa kompromi. Kita berharap Kapolri Suyudi bisa menjadi Hoegeng di era saat ini.

Menjadi Hoegeng masa kini butuh nyali baja di balik tutur kata lembut. Berani membersihkan institusi dari oknum yang menciderai. Berani menolak intervensi politik. Menjadikan hukum murni sebagai panglima, bukan alat tawar-menawar.

Kesantunan Kapolri Suyudi harus jadi pelindung bagi rakyat kecil. Sekaligus menjadi palu godam bagi para mafia hukum.

See also  Menkomdigi Ajak Lulusan Undiknas Gunakan Teknologi dengan Etika

Zaman memang telah berubah. Tantangan Polri hari ini jauh lebih rumit dibanding era 70-an. Kejahatan siber. Konflik kepentingan. Hingga sorotan tajam media sosial. Kursi Tri Brata Satu kini menjadi salah satu kursi paling panas di republik ini.

Namun, esensi harapan rakyat tidak pernah berubah. Kita merindukan sosok pengayom sejati. Kesantunan Kapolri Suyudi telah merebut hati publik di langkah awalnya. Kini, doa rakyat menyertai langkah selanjutnya.

Semoga kelak sejarah mencatat dengan tinta emas. Suyudi sekadar sebagai Kapolri yang santun. Tetapi sebagai “Hoegeng Modern” yang berhasil mengembalikan muruah Polri ke puncak tertingginya.

Berita Terkait

Perkuat Hubungan Indonesia–Rusia, DPD RI Dorong Kolaborasi Ekonomi Berbasis Potensi Daerah
Seminar Nasional FKH Unud, Wamen Viva Yoga: FKH Harus Berkontribusi Dalam Program Swasembada Protein Hewani
Kementerian PU Bangun IPAL Modern Berkapasitas 240 Ribu Meter Kubik Per Hari melalui JSDP Zona 1
Sindikat Besar Pemalsuan Tinta Epson Dibongkar di Jakarta Setelah 18 Bulan Investigasi
Hutama Karya Pertahankan Sertifikasi BIM ISO 19650 Kitemark 2026, Perkuat Standar Pengelolaan Proyek Berbasis Digital
Kementerian PU Salurkan 104 Ribu Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Samarinda
Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi
Ekonomi Jakarta Catat Pertumbuhan 5,87 Persen

Berita Terkait

Sunday, 8 November 2026 - 10:28 WIB

Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi

Sunday, 8 November 2026 - 10:25 WIB

Perkuat Hubungan Indonesia–Rusia, DPD RI Dorong Kolaborasi Ekonomi Berbasis Potensi Daerah

Saturday, 7 November 2026 - 13:49 WIB

Seminar Nasional FKH Unud, Wamen Viva Yoga: FKH Harus Berkontribusi Dalam Program Swasembada Protein Hewani

Saturday, 7 November 2026 - 00:44 WIB

Kementerian PU Bangun IPAL Modern Berkapasitas 240 Ribu Meter Kubik Per Hari melalui JSDP Zona 1

Friday, 6 November 2026 - 14:57 WIB

Sindikat Besar Pemalsuan Tinta Epson Dibongkar di Jakarta Setelah 18 Bulan Investigasi

Berita Terbaru

News

Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi

Sunday, 8 Nov 2026 - 10:28 WIB