Kemenkop dan UKM Ajak Mahasiswa Unsur Hargai Pelaku Usaha Kecil

Saturday, 7 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof. Rully Indrawan mengingatkan bahwa saat ini masyarakat Indonesia tidak menyadari bahwa peran pelaku usaha kecil, seperti pedagang di pinggir jalan dan rumahan, memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB). Sayangnya, masyarakat dinilai kurang menghargai jerih payah mereka.

Prof Rully mengatakan hal itu, saat memberikan kuliah umum dengan tema ‘Peluang dan Tantangan Wirausaha Muda di Era Revolusi Industri 4.0, di Universitas Suryakencana, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020).

“Jadi jangan kecilkan koperasi dan UMKM. Karena 99,97 persen pelaku ekonomi kita adalah UMKM. Dan ingat, UMKM telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional. Dan jangan salah, pedagang di pinggir jalan, di rumah-rumah, mereka memberikan kontribusi besar pada PDB (produk domestik bruto). Sayangnya, kita tidak pernah menghargai mereka,” ujanya.

Dengan demikian, Prof Rully mengatakan, secara tidak sadar masyarakat Indonesia pada umumnya, sesungguhnya dihidupi oleh masyarakat yang kurang diperhatikan.

“Pak Jokowi mengharapkan ke depan tidak boleh terjadi lagi. UMKM harus menjadi arus utama pembangunan ekonomi nasional. UMKM harus menjadi pilar ekonomi yang kuat di masa mendatang. Koperasi adalah strategi agregasi untuk kekuatan ekonomi masyarakat,” ujar Prof Rully menambahkan.

Pada kesempatan tersebut, Prof Rully juga menyinggung soal peran Permodalan Nasional Madani (PNM) yang selama ini dianggap sebagai ‘bank emok (duduk manis).

“PNM selama ini dianggap ‘bank emok’. Tetapi sesungguhnya PNM merupakan harapan Pak Jokowi untuk masyarakat, khususnya kaum emak-emak (ibu-ibu) yang diberikan pinjaman kemudian dilatih usaha. Kenapa ibu-ibu, karena memang populasi pengusaha yang memiliki daya jual, tercatat ibu-ibu,” katanya.

Di sisi lain, ujar Prof Rully, mengatakan bahwa angka kemiskinan kelompok ibu-ibu, khususnys ‘single parent’, dinilainya cukup tinggi.

See also  Pemerintah Akomodir Aspirasi Aparatur Negara terkait Cuti dan Pemberhentian PNS Pada PP No. 17/2020

Hal seperti itu, menurut dia, tidak boleh terjadi lagi di masa mendatang. “Makanya kita intervensi, supaya ekonomi keluarga melalui wanita ini menjadi lebih kuat,” katanya lebih lanjut.

Rully juga mengatakan, jumlah anak muda kreatif, saat ini di Indonesia tergolong sangat besar. “Kita pernah mendengar tentang ‘bonus demografi’. Jadi saat ini, ekonomi Jepang mengalami penurunan. Kenapa? Bukan karena mereka itu menjadi miskin, bukan juga karena sumber daya ekonominya menjadi rendah, tetapi memamg populasi anak mudanya mengalami penurunan.

“Lalu apa hubungannya? Urusannya tidak lain dengan kreativitas. Anak muda itu identik dengan kreativitas,” ujarny.

Menurut dia, beberapa negara saat ini sudah memgalami kekurangan generasi mudanya sehingga kelemahan kreativitas. “Banyak perusahan besar yang asalnya luar biasa, saat ini banyak mengalami kemunduran yang sistematis. Dulu handphone merek NOKIA sangat booming di pasaran, sekarang agak meredup. Itu karena kalah bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya memiliki kreativitas tinggi. NOKIA kehilangan kreativitas,” ujar Prof Rully.

Sementara Indonesia, katanya, saat ini memiliki kekayaan yang luar biasa dengan bonus demografi usia produktif. “Pengguna internet kita sangat besar, kalah sedikit dengan China dan India, karena memang kedua negara itu populasi usia produktifnya sangat besar,” kata Prof Rully lagi.

Karenanya, dia menambahkan, Indonesia memiliki skema agar generasi muda kreatif, dapat berperan aktif dalam menumbuhkembangkan UMKM untuk bersaing di era digital ini.

“Kita harus bisa mengubah mainset wirausaha kita menjadi ajang adu kreativitas bagi kaum milenial yang out the box,” kata Prof Rully. []

Berita Terkait

Evaluasi Mudik 2026: Kecelakaan Turun, Infrastruktur Makin Efektif
WFH ASN Pekan Pertama Dinilai Menggembirakan, Kinerja Tetap Terjaga
Menteri PANRB Dukung Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola di Basarnas
Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Kementerian PU Siapkan Strategi Mitigasi Terpadu
Kunjungi Desa Buah Naga di Luwuk Utara, Mendes Yandri Dukung Penuh Pengembangan Desa Tematik
Hutama Karya Tancap Gas, Pemerintah Kawal Proyek Tol Trans Sumatera
Kementerian Transmigrasi Dukung Satgas PKH Bentukan Prabowo Subianto, Selamatkan Rp11,4 Triliun dan Jutaan Hektare Hutan
Tingkatkan Layanan Air Minum, Kementerian PU Siapkan Pengembangan SPAM di Nganjuk

Berita Terkait

Tuesday, 14 April 2026 - 06:48 WIB

Evaluasi Mudik 2026: Kecelakaan Turun, Infrastruktur Makin Efektif

Monday, 13 April 2026 - 22:56 WIB

Menteri PANRB Dukung Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola di Basarnas

Monday, 13 April 2026 - 18:23 WIB

Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Kementerian PU Siapkan Strategi Mitigasi Terpadu

Monday, 13 April 2026 - 14:20 WIB

Kunjungi Desa Buah Naga di Luwuk Utara, Mendes Yandri Dukung Penuh Pengembangan Desa Tematik

Sunday, 12 April 2026 - 11:22 WIB

Hutama Karya Tancap Gas, Pemerintah Kawal Proyek Tol Trans Sumatera

Berita Terbaru

foto ist

News

Sidang Kasus FH UI Memanas, 16 Mahasiswa Disorot Massa

Tuesday, 14 Apr 2026 - 11:02 WIB

Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela di Laut Arafura, lepas pantai Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Maluku. (Foto: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi)

Energy

Masela Dikebut, Energi Nasional Diperkuat

Monday, 13 Apr 2026 - 23:03 WIB