Berkat Program PEN, Debitur Mikro Bank BRI Kembali Menggeliat

Thursday, 30 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Ujang Mulyana, seorang pelaku usaha mikro, kini bisa bernafas lega. Pasalnya, usaha kecil-kecilan miliknya sudah mulai bergerak lagi setelah mendapat sentuhan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Bank BRI.

Ujang yang memiliki usaha warung sembako, pecel ayam, dan kantin sekolah mengaku, sejak wabah virus Covid-19 usahanya menukik tajam. Termasuk kantin sekolah, karena sekolahnya tutup sudah lima bulan.

“Saya sampai tidak bisa membayar karyawan sebanyak dua orang”, tukas Ujang, pada acara update PEN KUMKM di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Kamis (29/7).

Bahkan, aku Ujang, modal usahanya terpakai untuk menutup kebutuhan sehari-sehari keluarganya.

Di tengah kebingungan itu, Ujang pun mendatangi Bank BRI dengan tujuan mendapat solusi atas kelangsungan usahanya yang nyaris bangkrut. “Alhamdulillah, di Bank BRI saya diterima baik dan diarahkan untuk mendapat produk bantuan tambahan modal melalui Kumpedes Bangkit”, kata Ujang.

Dengan tambahan modal sebesar Rp25 juta, usaha Ujang pun perlahan mulai bergerak lagi. “Yang belum jalan lagi adalah kantin sekolah, karena sekolah masih ditutup”, tukas Ujang.

Hal serupa dialami Slamet, perajin tempe warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. “Usaha tempe saya drop drastis karena para pelanggan saya banyak yang pulang kampung karena Covid-19. Mayoritas pelanggan saya pedagang warung makan”, ucap Slamet yang sudah memproduksi tempe selama 10 tahun.

Saat usaha meningkat, Slamet pernah mendapat KUR Mikro dari Bank BRI sebesar Rp25 juta. “Namun, sejak Maret 2020 usaha saya mulai lesu”, ujar Slamet.

Ketika iklim usaha pada Juli 2020 mulai bergerak, Slamet pun mendapat tambahan modal dari Bank BRI sebesar Rp35 juta, bagian dari program stimulus dari pemerintah. “Saya sangat terbantu, karena tambahan modal tersebut saya pakai untuk membeli bahan baku kedelai”, kata Slamet.

See also  Sekjen Kemendagri Minta Sekda se-Indonesia Ikut Sukseskan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

Slamet pun berharap kondisi seperti ini bisa segera pulih, agar usahanya bisa kembali berjalan normal. “Saya biasa memproduksi tempe sebanyak satu kwintal perhari. Mudah-mudahan, usaha saya bisa kembali normal”, tandas Slamet.

Sementara itu, Kepala Divisi Bisnis Mikro Bank BRI Made Antara Jaya menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan survei lapangan mengenai debitur (khususnya KUR Mikro) yang masih berjalan pada periode April-Mei 2020 namun kekurangan modal.

“Untuk itu, Bank BRI hadir dengan tujuan jangan sampai usaha mereka yang masih memiliki prospek bagus menjadi tenggelam”, jelas Made.

Di Bank BRI, lanjut Made, ada produk yang dinamakan Kumpedes Bangkit, dengan maksimal kredit Rp25 juta, atau 20% dari plafon kredit yang sudah didapat sebelumnya. “Ibaratnya, mereka sudah memiliki piring, gelas, dan sendok, Bank BRI menambah dagingnya untuk diolah”, papar Made.

Made menambahkan, Bank BRI sudah melakukan empat langkah dalam program PEN untuk UMKM. Pertama, program restrukturisasi debitur terdampak Covid-19 yang per Juni 2020 sudah menyalurkan sebesar Rp176,01 Triliun, atau 26% dari total portofolio. Dengan total debitur sebanyak 2,8 juta pelaku usaha.

Rinciannya, untuk usaha mikro sebanyak 1,39 juta orang dengan outstanding Rp64 triliun. Sementara untuk yang KUR (ritel dan kecil) sebanyak 1,371 juta orang dengan outstanding Rp24,3 triliun. “Artinya, Rp88 triliun lebih dari total Rp176,01 triliun dinikmati UMKM dan debitur KUR”, ungkap Made.

Langkah kedua yang sudah dilakukan Bank BRI adalah stimulus subsidi bunga KUR dan non KUR. Ketiga, implementasi dari PMK 70 tentang penempatan uang negara di bank-bank Hinbara dengan Bank BRI mendapat sebesar Rp10 triliun.

“Dalam satu bulan, kita sudah menyalurkan sebesar Rp24 triliun, atau 240% untuk 565 ribu debitur”, kata Made. Rinciannya, untuk usaha mikro sebesar Rp18 triliun dan untuk usaha kecil Rp4,8 triliun.

See also  Kementerian Transmigrasi Umumkan Program Studi Beasiswa Patriot, Terbuka Untuk 1.100 Mahasiswa S2

Keempat, lanjut Made, menjalankan program kredit Kumpedes Bangkit dan KMK Tangguh, dengan bunga dan persyaratan yang mudah dan ringan. “Kami menambah modal bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang terkena dampak Covid-19, namun tidak parah alias masih ada nafas usahanya. Jangan sampai mereka terpuruk”, tukas Made.

Bantuan Modal Usaha

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengatakan, Presiden Jokowi sudah menetapkan Perpres Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, yang ditandatangani pada 20 Juli 2020.

Komite kebijakan itu, lanjut Prof Rully, memiliki tugas.l yang siantaranya adalah menyusun rekomendasi kebijakan strategis kepada Presiden RI dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional.

“Selain mengintegrasikan dan menetapkan langkah-langkah pelaksanaan kebijakan strategis tersebut, juga melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan itu dalam rangka percepatan penanganan Covid-19”, papar Prof Rully.

Prof Rully juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Presiden Jokowi akan melaunching program bantuan modal untuk usaha mikro. “Bantuan ini khusus untuk pelaku usaha mikro yang belum memiliki akses ke perbankan atau belum bankable”, pungkas Prof Rully.

Berita Terkait

Pramono Tegaskan ASN Telat Masuk Usai Lebaran Bakal Disanksi
Efisiensi MBG Diusulkan, Anggaran Negara Berpotensi Hemat Rp40 Triliun
ASN Pemprov DKI Masuk Kerja Normal, Kehadiran Tembus 95 Persen
Arus Balik JTTS Membludak! 256 Ribu Kendaraan Melintas, Naik Nyaris 200 Persen
Mendikdasmen Tegaskan Sekolah Kembali Normal, Skema Hybrid Dibatalkan
Joget di Dapur SPPG Viral, BGN Tegur Keras Mitra
Gelar Griya di Istana, Prabowo Sambut Tokoh Bangsa di Momen Lebaran
Mengisi Libur Lebaran, Kementerian PU Ajak Masyarakat Nikmati Pantai Malalayang di Manado

Berita Terkait

Thursday, 26 March 2026 - 12:08 WIB

Efisiensi MBG Diusulkan, Anggaran Negara Berpotensi Hemat Rp40 Triliun

Thursday, 26 March 2026 - 10:28 WIB

ASN Pemprov DKI Masuk Kerja Normal, Kehadiran Tembus 95 Persen

Wednesday, 25 March 2026 - 17:49 WIB

Arus Balik JTTS Membludak! 256 Ribu Kendaraan Melintas, Naik Nyaris 200 Persen

Wednesday, 25 March 2026 - 17:30 WIB

Mendikdasmen Tegaskan Sekolah Kembali Normal, Skema Hybrid Dibatalkan

Wednesday, 25 March 2026 - 10:42 WIB

Joget di Dapur SPPG Viral, BGN Tegur Keras Mitra

Berita Terbaru

Berita Utama

2,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Diskon Tol 30% Kembali Berlaku

Thursday, 26 Mar 2026 - 17:01 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia / foto ist

Berita Utama

Genjot Hilirisasi, Pemerintah Kejar Ketahanan Energi Nasional

Thursday, 26 Mar 2026 - 13:33 WIB