Sipongi jadi Rujukan Utama Informasi Karhutla di Indonesia

Friday, 21 August 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sipongi yang dikembangkan Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, menjadi rujukan utama informasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia. Publik dapat langsung mengakses informasinya setiap saat melalui laman www.sipongi.menlhk.go.id. Sistem informasi Sipongi menjadi dasar untuk mencegah terjadinya karhutla melalui deteksi dini hotspot/titik panas, serta menjadi sumber informasi paling valid untuk masyarakat.

“Karena sering terjadi salah pengertian di masyarakat terkait hotspot. Masyarakat seringkali mengira bahwa hotspot atau titik panas sama dengan firespot atau titik api, padahal berbeda. Sehingga perlu ada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait hotspot dan firespot ini. Data lengkap hotspot dan firespot ada di Sipongi,” kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Basar Manullang, dalam rilis pada media, Kamis (20/8/2020).

Dalam diskusi Pojok Iklim yang mengangkat tema optimasi Sipongi, yang digelar sehari sebelumnya, Basar menjelaskan bahwa Sipongi memiliki sumber data yang berasal dari empat satelit yaitu Terra Aqua, NOAA, SNPP, dan Landsat 8, serta data cuaca dari BMKG. Data dalam SIPONGI juga lebih akurat karena mengandung informasi tentang lokasi hingga tingkat desa beserta status lahannya. Data juga diselaraskan setiap 30 menit, sehingga data hotspot yang dihasilkan aktual (near-real-time/mendekati waktu sesungguhnya).

“Aplikasi Sipongi masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari KemenpanRB, dan kemudian mendapatkan penghargaan Top 45, yang diserahkan langsung oleh Wapres RI Jusuf Kalla pada tahun 2019,” tuturnya.

Ke depan, Basar menjelaskan rencana pengembangan Sipongi menjadi Sipongi+. Hal ini dilakukan agar informasi Karhutla dari Sipongi+ semakin dapat diandalkan, melalui sejumlah penambahan fitur dan penyempurnaan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderajaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) M. Rokhis Khomarudin menyampaikan perlunya optimasi penginderaan jauh untuk peningkatan kualitas data dan informasi Karhutla.

See also  Tak Hanya Infrastruktur, IKN Bangun SDM Mumpuni dan Harmoni Bhinneka Budaya

“Kita menggunakan banyak satelit untuk melakukan pemantauan Karhutla agar tidak ada momen Karhutla yang terlewatkan. Karena setiap satelit akan mengambil indera atau gambar ketika melewati wilayah Indonesia dan mengirimkannya ke pengolah data. Semakin banyak satelit, maka persentase pemantauan Karhutla semakin tinggi,” paparnya.

Rokhis menambahkan, optimasi Sipongi bisa digunakan sebagai sistem pengambilan keputusan dalam penanggulangan Karhutla di Indonesia, antara lain peringatan dini, pemantauan, pemetaan lahan dan hutan bekas terbakar.

“Sipongi sangat tepat dan akurat menjadi rujukan informasi karhutla,” tegas Rokhis.

Tenaga Ahli Menteri LHK Afni Zulkifli mengungkapkan kecepatan informasi dan ketepatan data, menjadi kebutuhan publik di era digitalisasi saat ini. Di sisi lain terdapat tantangan, karena masyarakat masih mengedepankan ketertarikan pada ‘badnews is goodnews’, dan kurang pemahaman terkait istilah tekhnis kerja pengendalian karhutla.

“Tugas kita adalah bagaimana agar masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi yang valid dan akurat, tapi juga harus mendapatkan edukasi tentang sistem kerja pengendalian karhutla, katanya.

Menurut Afni, data dan informasi yang cepat dan tepat dapat menjadi rujukan untuk menyimpulkan apa yang sedang terjadi terkait Karhutla, membantu pengambilan dan evaluasi kebijakan, serta dapat menggerakkan keterlibatan semua pihak untuk mendukung operasi kerja pencegahan karhutla.

“Sipongi sangat tepat menjadi rujukan utama yang diambil dan dipercaya oleh masyarakat tentang data karhutla. Tantangannya adalah membuat masyarakat percaya itu tentu tidak mudah. SiPongi harus terus berinovasi, informatif dan responsif. Sehingga upaya pencegahan menjadi semangat semua pihak, karena mencegah lebih baik daripada memadamkan,” katanya.

Wartawan Detik.Com, Haidir Anwar Tanjung menambahkan, bahwa pers yang selama ini meliput kejadian Karhutla, sering kebingungan untuk mendapatkan angka valid karhutla karena berbagai sumber informasi atau narasumber sering tertutup perihal data. Ia menyambut baik hadirnya SiPongi, dan berharap data yang disajikan benar-benar riil sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga bisa menjadi rujukan informasi.

See also  Atasi Backlog, BP Tapera Kolaborasi dengan Dirjen Dukcapil

“Belajar dari pengalaman liputan karhutla, yang dibutuhkan sebenarnya adalah kejujuran data,” pungkasnya.

SiPongi menjadi sumber informasi karhutla terlengkap dan memiliki banyak keunggulan. Selain data near real time update per 30 menit, juga tersedia data hotspot sampai tingkat desa, informasi cuaca meliputi arah angin dan sebaran asap, luas karhutla (perhitungan citra satelit), informasi daerah rawan karhutla, hingga sampai pada fasilitasi groundcheck hotspot. SiPongi juga sudah diseminasi publik melalui media sosial, dan sudah diluncurkan versi android sejak 2019.

Diskusi pojok iklim (19/8) dihadiri oleh kurang lebih 400 peserta. Bertindak selaku moderator Kepala Biro Humas KLHK Nunu Anugrah. Dalam sesi penutupan, SAM bidang Industri dan Perdagangan Internasional Laksmi Dhewanti menyampaikan arahan, ucapan terima kasih dan menutup resmi acara diskusi pojok iklim.

Berita Terkait

Pemerintah Cegah Penipuan Online dengan Registrasi Biometrik
Dorong Pemerataan Pendidikan, Senator Erni Daryanti dan Kemendikdasmen Salurkan Ribuan Beasiswa PIP di Kalteng
Komisi X DPR Beri Apresiasi atas Prestasi Atlet Indonesia
Raker Bersama Komisi V DPR RI, Menteri Dody Laporkan Progres Signifikan Penanganan Bencana di Sumatera
Kementerian PU Susun Rencana Induk Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp73,98 Triliun
Komisi XI Setujui Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Kementerian PU Aktif Terlibat Penanganan Banjir Bandang di Pemalang
Tinjau Penanganan Longsor di Cisarua, Menteri Dody Pastikan Dukungan Penuh Proses Evakuasi

Berita Terkait

Wednesday, 28 January 2026 - 12:36 WIB

Pemerintah Cegah Penipuan Online dengan Registrasi Biometrik

Tuesday, 27 January 2026 - 22:36 WIB

Komisi X DPR Beri Apresiasi atas Prestasi Atlet Indonesia

Tuesday, 27 January 2026 - 22:15 WIB

Raker Bersama Komisi V DPR RI, Menteri Dody Laporkan Progres Signifikan Penanganan Bencana di Sumatera

Tuesday, 27 January 2026 - 22:13 WIB

Kementerian PU Susun Rencana Induk Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp73,98 Triliun

Tuesday, 27 January 2026 - 13:24 WIB

Komisi XI Setujui Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Ekonomi Nasional

Wednesday, 28 Jan 2026 - 18:48 WIB

Berita Terbaru

Prabowo Lantik Anggota Dewan Energi Nasional 2026–2030

Wednesday, 28 Jan 2026 - 18:43 WIB

Nasional

Pemerintah Cegah Penipuan Online dengan Registrasi Biometrik

Wednesday, 28 Jan 2026 - 12:36 WIB