Diminta Berpihak pada Umat, BSI Diharap Salurkan RP 107 Triliun untuk UMKM

Thursday, 4 February 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto / Net

Foto / Net

DAELPOS.com – Wakil Ketua MPR-RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) yang diluncurkan Presiden Jokowi dapat mengedepanlan kepedulian pada pemberdayaan ekonomi Umat, dengan meningkatkan keberpihakan kepada UMKM, salah satunya melalui penyaluran kredit bank Syariah Indonesia, dan mempermudah mekanismenya.

HNW mendorong Bank Syariah Indonesia (BSI) tidak hanya mengejar target penyaluran 20% sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia, namun menjaga agar minimal sama dengan capaian penyaluran UMKM oleh BRI Syariah yang mencapai 46%. Jika itu dijalankan, maka ada potensi kredit untuk UMKM sebesar RP 107 Triliun.

“UMKM berkontribusi sekitar 60% terhadap PDB dan menyerap hingga 120 juta angkatan kerja, namun penyaluran kredit sebagian besar selama ini diberikan kepada korporasi. Bank Syariah Indonesia (BSI) harus menjadi koreksi atas ketidakadilan sosial ini, dengan menjadi terdepan dalam mendorong peningkatan penyaluran kredit untuk UMKM, sebagai bukti keberpihakan pada rakyat dan umat. Dan untuk teramalkannya sila ke 5 dari Pancasila: Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia,” kata HNW dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (2/21).

Politisi Fraksi PKS, yang juga anggota komisi VIII DPR RI ini mencatat, total aset Bank Syariah Indonesia (BSI) mencapai Rp 239 Triliun dengan total pembiayaan sebesar Rp 156,5 Triliun. Jika hanya ditargetkan pembiayaan UMKM sebesar 20%, maka UMKM hanya mendapatkan alokasi Rp 31 Triliun dibandingkan Rp 125 Triliun untuk perusahaan besar/korporasi.

Ini tentu tidak mencerminkan keadilan yg diajarkan Syariah Islam maupun Pancasila. Menurutnya, Bank Syariah Indonesia seharusnya membangun kekhasan/branding sebagai Bank yang pro UMKM dan program kerakyatan, sebab para korporasi selama ini sudah diayomi oleh seluruh perbankan besar di Indonesia. Sementara UMKM belum mendapatkan keadilan yang semestinya. Oleh karena itu, Hidayat berpendapat permintaan Muhammadiyah agar BSI menyalurkan 60% pembiayaan untuk UMKM patut untuk dipertimbangkan secara serius dan ditindaklanjuti secara operasional. 

See also  Komisi VIII DPR RI Apresiasi Langkah Cepat Kemensos Tangani Bencana

HNW menyebutkan, Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar yang proporsi Muslimnya lebih dari 80% penduduk, namun kontribusi perbankan Syariah baru di angka 6,81%. Tingkat inklusi keuangan Syariah juga baru mencapai 9,10% dan tingkat literasi keuangan Syariah di angka 8,93%. 

Kondisi tersebut, menurutnya merupakan indikator bahwa perbankan Syariah selama ini belum menyentuh masyarakat kecil, yang dibuktikan dengan belum maksimalnya penyaluran untuk UMKM. 

“Bank Syariah Indonesia harus membuktikan terimplementasikannya nilai ‘Syariah’ yang dibawanya, sehingga keberpihakannya kepada penyelenggaraan yang amanah, keberpihakannya kepada Umat, agar mendapatkan kepercayaan rakyat dan umat bisa diwujudkan, antara lain dengan memprioritaskan UMKM,” tambah HNW. 

Ini kali pertama Presiden Indonesia meresmikan Bank dengan membawa nama Syariah. Ditengah kondisi Keuangan Negara yang bergantung kepada hutang Luar Negeri, ditengah ekonomi Bangsa yang mayoritasnya Muslim sedang sangat bermasalah, maka Bank Syariah Indonesia (BSI) bisa menghadirkan kontrobusi dan prestasi yang mengharumkan nama Syariah. 

Jangan sampai total aset yang besar yang dimiliki oleh BSI menjadi fitnah dan masalah di kemudian hari karena tidak amanah, tidak berpihak sukses pemberdayaan Umat, karena terpaku dengan langkah yang sudah biasa dilakukan perbankan umum; keterlibatan khusus dengan Korporasi. Itu hal yang menjadikan kekhawatiran banyak pihak. Karena bila demikian, tidak ada bedanya antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional,” tegasnya.

Berita Terkait

SPBU Bakal Hadir di Tidung, Karya, dan Kelapa
Sidak SPPG Cadek, Sudaryono Tekankan Kepatuhan SOP dan Akurasi Data
Bertemu Mahasiswa Indonesia di Beijing, Iftitah: Ilmu Pengetahuan Harus Jadi Solusi Nyata bagi Rakyat
Di Peking University, Mentrans Iftitah Paparkan Industrialisasi di Luar Jawa untuk Buka Lapangan Kerja
Puan Minta Keselamatan Korban Banjir Padang Jadi Prioritas
Syahganda: Prabowo Dorong Ekonomi Inklusif untuk Rakyat
Launching Peringatan Hari Desa 2027, Mendes Targetkan Kebangkitan Ekonomi Desa
Tekan Kemiskinan di Wanam, Menteri Dody Siapkan Dukungan Gereja dan Kebutuhan Dasarnya

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 12:54 WIB

SPBU Bakal Hadir di Tidung, Karya, dan Kelapa

Thursday, 15 October 2026 - 09:30 WIB

Sidak SPPG Cadek, Sudaryono Tekankan Kepatuhan SOP dan Akurasi Data

Wednesday, 14 October 2026 - 10:48 WIB

Bertemu Mahasiswa Indonesia di Beijing, Iftitah: Ilmu Pengetahuan Harus Jadi Solusi Nyata bagi Rakyat

Tuesday, 13 October 2026 - 08:50 WIB

Di Peking University, Mentrans Iftitah Paparkan Industrialisasi di Luar Jawa untuk Buka Lapangan Kerja

Monday, 12 October 2026 - 12:50 WIB

Puan Minta Keselamatan Korban Banjir Padang Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Indonesia–Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Investasi

Friday, 16 Oct 2026 - 06:46 WIB