Moeldoko Sinergi Kementan Kembangkan Komoditas Porang dan Walet

Wednesday, 16 June 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Ketua Umum HKTI yang juga Kepala Staf Presiden (KSP), Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini memiliki perhatian besar terhadap peningkatan berbagai komoditas pertanian. Termasuk Komoditas porang dan sarang burung walet.

Menurut Moeldoko, Jokowi dan seluruh jajaran istana mendorong kemajuan sektor pertanian untuk memulihkan ekonomi nasional akibat pandemi covid 19 yang berkepanjangan.

“Saya baru rapat dengan Presiden 2 minggu lalu dan membicarakan porang serta sarang burung walet. Bayangkan Istana rapat hanya membicarakan porang dan sarang burung walet. Ini kan sangat serius. Presiden sangat serius ingin budidaya porang dan walet ini menjadi komoditas unggulan nasional,” kata Moeldoko saat menjadi pembicara pada Jaya Suprana Show, Rabu, 16 Juni 2021.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini juga terus mengoptimalkan budidaya dan produktivitas dua komoditas tersebut sebagai komoditas ekspor andalan Indonesia di pasar dunia.

Apalagi, komoditas porang dapat dibudidayakan di hampir seluruh daerah. Bahkan porang bisa menjadi bahan baku berbagai produk olahan sehat yang diminati masyarakat dunia. Begitu juga dengan komoditas sarang burung walet.

Terlebih, kata Moeldoko, komoditas porang sudah berkembang di wilayah sentra Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Komoditas ini mendadak tenar seiring banyak pabrik dan perusahaan dunia membutuhkan porang sebagai bahan baku makanan.

“Sekarang tepung mie saja bisa dibuat dari porang. Dan itu lebih sehat dibanding mie biasanya. Kemudian permintaan sarang burung walet juga kian hari kian meningkat,” katanya.

Moeldoko menegaskan bahwa sektor pertanian adalah kekuatan utama sekaligus benteng negara dalam menghadapi gelombang pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia. Karena itu, menurut Ketua, HKTI siap bekerjasama dan bekerjakeras membantu petani dalam meningkatkan produksi.

See also  Mentan Syahrul Lepas Ekspor Edamame Jember ke Jepang

“Secara rasional pertumbuhan yang masih bertahan saat ini adalah sektor pertanian. Yang lainnya drop,” katanya.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatannya mengatakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan budidaya sarang burung walet dan produktivitas porang secara maksimal.

“Oleh karena itu, kita akan kembangkan dan mengakselerasi porang walet mulai dari hulu samlak ke hilir, terutama melakukan pembinaan-pembinaan teknis kepada petani baik porang maupun sarang burung walet,” katanya.

Apalagi, Menurut Mentan, Presiden Joko Widodo sudah menitipkan pesan kuat agar upaya peningkatan dua komoditas tersebut berpihak kepada rakyat. Karena itu, ia mengingatkan akan ada regulasi yang nantinya tidak menghambat para petani dan industri lokal dalam melakukan budidaya.

“Saya selaku Mentan bersama dengan Mendag akan mencoba melakukan upaya maksimal serta memberikan ruang bagi petani porang dan tentu petani rumah burung walet agar besok kita mendapatkan nilai-nilai ekspor yang lebih banyak bagi kepentingan negeri dan rakyat,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor hasil pertanian selama Januari-Mei 2021 mengalami kenaikan tinggi, yakni sebesar 13,39 persen. Kenaikan terjadi karena subsektor tanaman obat, sarang burung walet dan produk olahan lainya seperti rempah dan kopi mengalami kenaikan permintaan. Dengan hasil tersebut, maka sektor pertanian secara kumulatif menyumbang kenaikan tinggi terhadap industri pengolahan, yakni sebesar 30,53 persen.

Berita Terkait

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak
Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam
Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta
Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut
Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa
Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya
Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan
Kementerian PU Salurkan 136 Ribu Liter Air untuk Warga dan Penanganan Karhutla di Sorong

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 11:07 WIB

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak

Friday, 9 October 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam

Friday, 9 October 2026 - 08:05 WIB

Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

Thursday, 8 October 2026 - 16:18 WIB

Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut

Thursday, 8 October 2026 - 12:48 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa

Berita Terbaru

Daerah

Syukuran HUT Ke-22 DPD RI Bersama OKD Sulut

Sunday, 11 Oct 2026 - 10:24 WIB