Kemenkop dan UKM Berharap Kopwan Eksis di Era Ekonomi Digital

Thursday, 10 October 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Para pelaku koperasi dan UKM kalau mau usahanya tetap eksis, harus mengikuti arus perubahan. Kalau tidak, maka akan tertinggal dan tergerus perubahan zaman dan mati. Hal itu ditegaskan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan pada acara Pelatihan Digital Entrepreneur Bidang Pengembangan Jaringan Usaha Tahun 2019 di Kota Bekasi, Jawa Barat, (10/10/2019).

“Di era Revolusi Industri 4.0 semua dituntut untuk melek dan mengerti teknologi informasi dan teknologi digital, digitalisasi segala sektor memberikan manfaat besar kepada seluruh pelaku usaha. Teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk mencari ide-ide bisnis, memulai usaha dan mengembangkan usaha dan memperluas jangkauan dan jaringan pemasaran”, papar Prof Rully.

Di hadapan ratusan anggota Koperasi Wanita Sejahtera (Kopwantera) asal Bekasi, Prof Rully menjelaskan bahwa digitalisasi koperasi akan mendapatkan manfaat seperti efisiensi, kemudahan akses dan layanan, hingga kemudahan pengawasan. “Diperlukan inovasi yang terus menerus dan cara berfikir yang kreatif untuk dapat memenangkan persaingan usaha dalam era digital sekarang ini”, tandas Prof Rully.

Prof Rully berharap, perkembangan era ekonomi digital harus dapat dimanfaatkan untuk memperkuat akses pemasaran, termasuk untuk membangun jaringan kolaborasi dan kerjasama dengan pelaku usaha lain dalam menjual produk-produk agar semakin berkembang dan luas jangkauan pasarnya. “Selanjutnya, mengenai design product, ini tidak kalah penting dalam strategi pemasaran yang kita pahami yakni 4P, yaitu product, price, place, dan promotion”, ujar Prof Rully.

Apalagi, menurut survei APJI tahun 2018, pengguna internet di Indonesia mencapai 171,17 juta jiwa atau 64,8% dari seluruh jumlah penduduk. Dan menurut McKinsey pasar e-Commerce pada tahun 2022 nanti akan mencapai Rp. 800-950 triliyun di Indonesia. Sehingga, akan menjadi pasar yang sangat potensial ke depannya.

See also  Kementerian PUPR Luncurkan Sistem Pemetaan Rumah Terdampak Bencana

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Nasrun menyebutkan, pelatihan itu bekerjasama sama dengan PIBI Ikopin. “PIBI Ikopin yang menyiapkan fasilitator dan pembicara yang kompetensinya tidak diragukan dan menyesuaikan dengan kebutuhan Kopwan”, ucap Nasrun.

Nasrun menambahkan, selama empat hari ibu-ibu anggota Kopwantera akan mendapat beberapa materi pelatihan. Diantaranya, penumbuhan minat wirausaha, jaringan usaha terkait peningkatan nilai produk, teknis mendesain kemasan, membangun jaringan marketing berbasis digital, branding dan media untuk usaha kecil.

“Materi lainnya adalah pentingnya networking dalam pengembangan bisnis, website publishing & search engine marketing, jaringan usaha terkait produk, hingga social media marketing”, jelas Nasrun.

Selain itu, lanjut Nasrun, pihaknya juga mereformasi diri terkait pelatihan dengan melakukan uji coba digitalisasi pre test dan post test. Langkah lainnya, digitalisasi pendaftaran pelatihan kewirausahaan program Birama (Bidik Wirausaha Mandiri), digitalisasi pelatihan jarak jauh, hingga digitalisasi penilaian fasilitator/penyelenggara.

“Untuk meningkatkan kualitas hasil pelatihan kewirausahaan, saat ini kami telah membentuk Tim Evaluasi , kurikulum, Silabi, dan modul pelatihan untuk periode 2020-2024, yang mengikuti standar 1.0”, tukas Nasrun.

Sementara itu, Ketua Kopwantera Yatti Arief mengungkapkan bahwa pihaknya tak hanya membutuhkan pembiayaan atau perkuatan permodalan saja. “Kita juga membutuhkan pendidikan dan pelatihan seperti ini. Bahkan, Diklat merupakan program rutin yang dilakukan Kopwantera. Sekarang kita mendapat bantuan program pelatihan dari Kemenkop dan UKM berupa pelatihan perkoperasian dan vocational”, kata Yatti.

Dengan jumlah anggota sebesar 736 orang, Kopwantera memiliki fungsi dan peran dalam hal kemasan, perijinan usaha, hingga pemasaran. Jadi, para anggota Kopwantera bisa lebih fokus dalam hal produksi. “Dari jumlah tersebut, 160 orang diantaranya berasal dari kelompok yang masing-masing kelompok sebanyak 10 orang”, kata Yatti.

See also  Mendagri Sarankan Pertemuan Tatap Muka Sekolah Disesuaikan Rekomendasi Gugus Tugas dan Dinas Pendidikan

Yatti menjelaskan, di Kopwantera ada program pemberdayaan kelompok usaha wanita bernama Kelompok Kasih Ibu. “Mereka yang didominasi usaha mikro dan kecil mendapat pembiayaan, pendampingan usaha, dan pengembangan udaha, dari koperasi”, pungkas Yatti.(DAE)

Berita Terkait

Pembangunan Jembatan Wariori Dipercepat, Buka Kembali Konektivitas di Papua Barat
Mendes Yandri Tegaskan Desa sebagai Fondasi Utama Kemajuan Indonesia
Kementerian PU Bergerak Cepat, Warga Terdampak Kekeringan di Mamuju Terima Bantuan Air Bersih
Rakor Konflik Agraria, Mendes Yandri Rekomendasikan Solusi Desa Dalam Kawasan Hutan
Tingkatkan Ketahanan Jalan terhadap Bencana, Kementerian PU Perkuat 901 Titik Lereng Lembah Anai
Kertas Menyusut Buka Mata Siswa Sumedang tentang Palestina
Hutama Karya Tandatangani Kerja Sama Integrasi Blu-E dalam Rangkaian Launching ETLE HUB
Tiga Sekolah Rakyat di Jabar Siap Difungsikan, Kementerian PU Pastikan Fasilitas Dukung Belajar Siswa

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 15:56 WIB

Pembangunan Jembatan Wariori Dipercepat, Buka Kembali Konektivitas di Papua Barat

Wednesday, 12 August 2026 - 19:30 WIB

Mendes Yandri Tegaskan Desa sebagai Fondasi Utama Kemajuan Indonesia

Wednesday, 12 August 2026 - 15:53 WIB

Kementerian PU Bergerak Cepat, Warga Terdampak Kekeringan di Mamuju Terima Bantuan Air Bersih

Tuesday, 11 August 2026 - 18:21 WIB

Rakor Konflik Agraria, Mendes Yandri Rekomendasikan Solusi Desa Dalam Kawasan Hutan

Tuesday, 11 August 2026 - 17:29 WIB

Tingkatkan Ketahanan Jalan terhadap Bencana, Kementerian PU Perkuat 901 Titik Lereng Lembah Anai

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional

Friday, 14 Aug 2026 - 17:34 WIB