DAELPOS.com – Lima tahun masa kecil anak-anak ini merasakan tumbuh besar di rumah sempit yang kemudian dihancurkan sehingga harus tinggal di tenda sementara. Lalu beberapa tahun terakhir mengalami tinggal di rumah shelter sementara.
Memori kelam itu kelak akan berganti ketika mereka mulai menempati rumah barunya yang layak di Kampung Susun Akuarium, bersama keluarganya.
Pada setiap wajah anak-anak ini tercermin perjuangan dan amanat penderitaan masyarakat di Kampung Akuarium. Pemprov DKI Jakarta ingin memastikan masa depan anak-anak ini berubah lebih baik.
Mereka harus bersekolah dengan baik, sehingga nanti bisa memiliki masa depan yang jauh lebih tinggi daripada mimpi yang mereka miliki sekarang. Sehingga anak-anak tersebut nantinya bisa menopang masa tua orangtua mereka. Orangtuanya akan bahagia, ditopang oleh anak-anak yang terdidik.
Kepada ibu/bapak warga Kampung Akuarium, pastikan anak-anak ini terdidik dengan baik dan tuntas. Tinggikan mimpi mereka. Katakan kepada mereka, agar bermimpi setinggi-tingginya. Lalu lampaui mimpi itu.
Karena sesungguhnya bangunan baru Kampung Susun Akuarium bukan sekadar bangunan bagi ibu/bapaknya saja, ini adalah bangunan untuk anak-anak agar memiliki masa depan lebih baik. Mereka lah pemilik masa depan di tempat ini.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

