“Kuy Kuliah di Korea: Mencari Inspirasi dari Keberhasilan Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Negeri Ginseng”

Thursday, 9 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Korea-Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Korea Forest Service membentuk lembaga, Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC).

Kemudian, secara resmi mulai beroperasi pada 21 Juli 2011, dengan tugas utama, memfasilitasi dan memperkuat kerjasama antara Republik Korea dengan Republik Indonesia di bidang kehutanan.

Beberapa proyek kerjasama yang telah difasilitasi dan dilaksanakan KIFC sejak berdirinya sampai saat ini adalah :

 Pembangunan fasilitas dan sarana wisata alam di Sentul Eco-Edu Tourism Forest (SEETF),
Sentul – Bogor, Jawa Barat.

 Korea-Indonesia Joint Project on REDD+ di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tasik Besar
Serkap, Riau.

 Pembangunan fasilitas dan sarana wisata alam berbasis masyarakat di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

 Pengembangan Gallery Korea di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.

 Operasionalisasi Rumpin Seed Source and Nursery Center (RSSNC), Rumpin, Bogor, Jawa
Barat.

 Restorasi lahan gambut bekas terbakar di Jambi.

Setelah sepuluh tahun beroperasi, KIFC akan tetap melanjutkan misinya untuk kerjasama hijau antara Republik Korea dan Republik Indonesia, dengan moto “Green Partnership, Green
Future” dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk generasi milenial.

Dalam merayakan ulang tahunnya yang ke-10, KIFC melaksanakan beberapa kegiatan yang melibatkan generasi milenial, yaitu lomba foto dan lomba video dengan tema: “Kasa Karya Kehutanan di Era Pendemi” dilaksanakan antara bulan Maret – Juli 2021 lalu yang diikuti 389 peserta.

Masih dalam peringatan ulang tahun dan juga untuk pelibatan generasi milenial, pada tanggal 9 September 2021 KIFC menyelenggarakan Webinar dengan tema : Kuy-Kuliah di Korea : Mencari Inspirasi dari Keberhasilan Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Negeri Ginseng’ ‘Berbagi Pengalaman Kuliah Di Korea’

See also  Menteri Dody Pacu Irigasi, Panen Kuansing Dibidik Naik

Tujuan dari Webinar ini untuk memberikan informasi dan berbagi pengalaman kepada para milenial Indonesia tentang bagaimana belajar di Korea dan tentang peluang
beasiswa untuk belajar di Korea.

Webinar ini akan berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis untuk sukses meraih beasiswa, menjadi mahasiswa tangguh berprestasi dan lulus tepat waktu.

Oleh karenanya Webinar ini akan menghadirkan narasumber dari penerima beasiswa di Korea, baik yang telah menyelesaikan studinya atau yang sedang menempuh studi maupun yang sedang dalam persiapan untuk berangkat studi.

Untuk memberikan infomasi secara langsung dari Universitas di Korea, salah satu pembicara berasal dari Kookmin University, yaitu Prof Dr
Lee Chang-bae.

Para narasumber akan memaparkan peluang beasiswa di Korea, kiat-kiat dan pengalaman mendapatkan beasiswa dan proses kuliahnya.

Sebagai pengantar diskusi tersebut Dr Ir Mariana Lubis, MM, Plt Kepala Pusat Diklat LHK (Pusdiklat LHK) dan Mr LEE Joonsan, First .Secretary of Forestry, Agriculture, Fishery and Climate Change Korean Embassy akan
menyampaikan sambutan dan penutup diskusi oleh Mr LEE Sung-gil, Korean Co-Director KIFC, dan Uus Danu Kusumah, S Hut, ME, Indonesian Co-Director KIFC.

Webinar ini diharapkan dapat menarik minat generasi milenial Indonesia untuk belajar di Korea, karena Korea saat ini telah jadi salah satu preferensi Mahasiswa Indonesia untuk
melanjutkan studinya, mulai dari jenjang sarjana, pascasarjana hingga doktoral.

Untuk kawasan Asia, kampus-kampus Korea bersaing dengan kampus-kampus di Singapura, Hong
Kong, Jepang, Malaysia, dan Taiwan dalam beberapa pemeringkatan, seperti versi QS (Quacquarelli Symonds) yang mengukur beberapa parameter diantaranya reputasi akademik, jumlah publikasi berapa banyak publikasi tersebut dikutip, serta rasio mahasiswa dan tenaga
pengajar asing.

Berdasarkan pemeringkatan versi QS Pada tahun 2020, Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST) berada di peringkat pertama, kemudian disusul Seoul National
University (SNU), Korea University, Sungkyunkwan University (SKKU) dan Yonsei University dalam lima besarnya.

See also  Kemendagri Dorong Peran Tenaga Pendidik dalam Memperkuat Kesadaran Bela Negara di Masa Covid-19

Pada urutan selanjutnya hadir Pohang University of Science and Technology (POSTECH), Hanyang University, Kyung Hee University, Ewha Womans University dan Sogang University melengkapi daftar sepuluh besar versi QS.

Berita Terkait

RUU Daerah Kepulauan Masuki Fase Akhir, Timja DPD RI Kawal Tiga Substansi Esensial
TEP Undip Ajari Siswa Tempirai Selatan Hidup Bersih
Menjaga Pasokan Air untuk 3.017 Hektare Sawah, Kementerian PU Rehabilitasi Bendung Karet Bandar Sidoras
Dua Agenda Besar, Satu Komando: Bahlil
Data Transmigrasi di Malaka Bermasalah, TEP ITS Bikin Sistem Digital
Kementerian PU Pulihkan Fungsi Embung Ulu Benua
84,99 Persen Perempuan Jakarta Terhubung Internet, AI Jadi Alat Pemberdayaan
Menteri PU Bantu Penanganan Gedung Pemerintahan di Solok yang Rusak Akibat Banjir Bandang

Berita Terkait

Saturday, 3 October 2026 - 10:36 WIB

RUU Daerah Kepulauan Masuki Fase Akhir, Timja DPD RI Kawal Tiga Substansi Esensial

Saturday, 3 October 2026 - 10:34 WIB

TEP Undip Ajari Siswa Tempirai Selatan Hidup Bersih

Saturday, 3 October 2026 - 10:29 WIB

Menjaga Pasokan Air untuk 3.017 Hektare Sawah, Kementerian PU Rehabilitasi Bendung Karet Bandar Sidoras

Friday, 2 October 2026 - 07:15 WIB

Dua Agenda Besar, Satu Komando: Bahlil

Friday, 2 October 2026 - 07:05 WIB

Data Transmigrasi di Malaka Bermasalah, TEP ITS Bikin Sistem Digital

Berita Terbaru

Berita Utama

Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim

Saturday, 3 Oct 2026 - 17:09 WIB

Berita Terbaru

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 Oct 2026 - 13:53 WIB