Pandemi Global Mulai Menurun, Permintaan Energi Melonjak

Thursday, 14 October 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Krisis energi Eropa yang dimulai sejak beberapa bulan terakhir, kini mulai melanda negara Asia seperti Cina dan India. Krisis dipicu oleh pemulihan ekonomi akibat menurunnya pandemi Covid-19 di beberapa negara. Permintaan terhadap pasokan energi terutama di sektor industri, meningkat pesat. Akibatnya, harga komoditas energi kian melonjak.

International Energy Agency (IEA) menyebutkan, harga kebutuhan energi di Jerman dan Spanyol pada September 2021, meningkat tiga sampai empat kali dari rata-rata biaya konsumsi energi pada tahun 2019 dan 2020. Sementara itu, dikutip dari CNN (13/10), Central Electricity Authority (CEA) India mencatat, setidaknya 63 dari 135 pembangkit listrik tenaga batu bara di India hanya memiliki pasokan untuk dua hari. Di Indonesia, konsumsi listrik yang tinggi sepanjang tahun 2021, diprediksikan PT PLN (Persero) meningkat 4,5 hingga 4,75 persen dibandingkan konsumsi listrik tahun lalu.

Gelombang krisis energi yang terjadi di sejumlah negara menjadi peringatan sekaligus pelajaran bagi Indonesia untuk menjaga ketahanan energi. “Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan ketahanan energi nasional adalah dengan membangun aspek geologi. Pengembangan aspek geologi juga berpotensi mendukung setidaknya 8 dari 17 target Sustainable Development Goals (SDGs),” ungkap Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr. Ir. Eko Budi Lelono, dalam seminar daring yang diselenggarakan Universitas Pertamina, Sabtu (02/10).

Seminar mingguan bertajuk ‘Cipta Karsa’ tersebut, merupakan kuliah pakar lintas program studi yang dilaksanakan oleh Universitas Pertamina dengan tujuan menambah wawasan dan mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja. Melalui paparan para praktisi dan profesional industri, mahasiswa diharapkan mendapat pengetahuan lebih selain perkuliahan di kelas.

Dalam paparannya, Eko Budi juga mengajak serta mahasiswa Universitas Pertamina untuk membangun center of excellence (COE) di bidang geologi. “Saat ini, informasi kegeologian di Indonesia masih belum terpusat. COE geologi baik yang didirikan oleh Pemerintah seperti Badan Geologi, maupun yang didirikan di level universitas, dapat menjadi rujukan nasional bagi semua stakeholder dalam pengambilan keputusan terkait energi,” pungkasnya.

See also  Mandiri Agen: Garda Terdepan Ekonomi Rakyat di Pelosok

Dikutip dari CNBC (13/10), Dewan Energi Nasional (DEN) mengatakan Indeks Ketahanan Energi Indonesia saat ini masih berada di angka 6,57. Angka ini berada pada rentang kategori tahan. Namun, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan indeks ketahanan energi setiap tahunnya.

“Sejalan dengan visi Badan Geologi, kami juga mengajak masyarakat turut serta memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas, serta memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar,” ujar Eko Budi.

Turut hadir sebagai narasumber dalam seminar daring, Dian Wirengjurit, Tenaga Ahli Menteri ESDM. Dian menekankan pentingnya diplomasi energi untuk mengamankan ketahanan energi nasional. “Selain agenda prioritas ketahanan energi yang telah disusun pemerintah melalui berbagai kebijakan, penting bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas politiknya. Ini menjadi modal dasar untuk mengundang investasi di bidang energi. Karenanya, menjaga ketahanan energi tidak hanya menjadi tugas para lulusan program studi sains dan teknologi saja, tetapi teman-teman dari rumpun ilmu sosial dan humaniora juga,” tutur Dian.

Bagi siswa siswi SMA yang ingin berkuliah di kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut, dapat mengunjungi website resmi Universitas Pertamina di alamat https://universitaspertamina.ac.id/. Universitas Pertamina memiliki 15 Program Studi yang fokus pada pengembangan bisnis dan teknologi energi baik dari rumpun sains dan teknik, maupun rumpun sosial dan humaniora. Universitas Pertamina juga memberikan beragam beasiswa yang informasinya dapat diakses di website resmi Universitas Pertamina.

Berita Terkait

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest
ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha
Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional
Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya
OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua
Transaksi dan Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja Bank Mandiri Tetap Solid
Wamen Todotua Ungkap Tiga Strategi Jemput Investasi dan Perkuat Hilirisasi
Epson Indonesia Perkuat Komitmen terhadap Pelanggan melalui Customer Day 2026 di 50 Lokasi Authorized Service Partner

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 18:11 WIB

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Thursday, 17 September 2026 - 00:01 WIB

ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha

Tuesday, 15 September 2026 - 17:40 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional

Wednesday, 9 September 2026 - 09:10 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya

Monday, 7 September 2026 - 16:22 WIB

OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua

Berita Terbaru

 Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Syamsir Abduh / foto ist

News

Guru Besar ITPLN Ingatkan Syarat Ekspor Listrik Indonesia

Thursday, 24 Sep 2026 - 14:12 WIB