Dukung Pemulihan Ekonomi, PLN Operasikan 3 Proyek Kelistrikan Rp 324,4 Miliar di Jakarta

Wednesday, 8 December 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – PT PLN (Persero) meningkatkan keandalan pasokan listrik DKI Jakarta untuk pemulihan ekonomi setelah kasus positif Covid-19 melandai, dengan mengoperasikan  tiga infrastruktur kelistrikan senilai Rp 324,4 miliar. 

Tiga infrastruktur tersebut adalah Extension 2 Line Bay Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Grogol, Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV Grogol–Tomang, dan GIS 150 kV Tomang. 

General Manager PLN UIP JBB Ratnasari Sjamsuddin menyampaikan, ketiga proyek ini akan menyokong ketersediaan listrik ke pelanggan bisnis dan rumah tangga yang sudah mulai tumbuh kembali, khususnya di sistem kelistrikan Jakarta Barat. 

Ketiga proyek di bawah pengawasan Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 (UPP JBB 4) tersebut berhasil diberikan tegangan ( energize ) secara berurutan. Diawali dengan Ext. 2 LB GIS 150 kV Grogol pada Kamis (02/12) pukul 02.45 WIB, disusul SKTT 150 kV Grogol – Tomang pada Jumat (03/12) pukul 02.09 WIB dan diakhiri dengan energize GIS 150 kV Tomang yang tercatat mulai bertegangan pukul 11.42 WIB.

“Dengan resminya pemberian tegangan terhadap tiga infrastruktur ini, sistem kelistrikan di Ibukota terutama kawasan Jakarta Barat akan semakin andal,” ujar Ratna.

Ratna mengungkapkan, tujuan pembangunan Ext. 2 LB GIS 150 kV Grogol dan GIS 150 kV Tomang adalah untuk pembagian beban (load sharing) dengan GI 150 kV Kebon Jeruk dan GIS 150 kV Grogol. Beban trafo yang sebelumnya tinggi nantinya akan berkurang dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih baik karena pemadaman listrik pada pelanggan dapat diminimalisir.

“Karena tingginya beban trafo yang ada di GI ini, menyebabkan sulitnya melakukan pemeliharaan, sehingga kondisi instalasi menjadi tidak sehat,” imbuh Ratna.

Pembangunan GIS 150 kV Tomang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi baru untuk optimalisasi pemanfaatan lahan di area yang terbatas. GIS ini merupakan GI Radial yang menjadikan GIS 150 kV Grogol sebagai suplai satu-satunya, dan dihubungkan melalui SKTT 150 kV Grogol – Tomang sepanjang 4,089 kilometer.

See also  Menparekraf Dorong Pelaku UMKM Makin Produktif di Pantai Bebas Prapat

Pembangunan ketiga proyek ini menelan biaya investasi mencapai Rp 324,4 miliar,  dengan pemenuhan aspek Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)  sebesar 93,15 persen untuk Ext 2 LB GIS 150 kV Grogol.  Sementara aspek TKDN untuk GIS 150 kV Tomang mencapai 64,82 persen, dan 87,11 persen untuk SKTT 150 kV Grogol-Tomang.

“Hal ini merupakan komitmen kami untuk turut menggerakkan industri dalam negeri,” pungkas Ratna.

Ratna pun mengakui, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini tak lepas dari sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya muncul saat proses pembangunan Ext 2 LB GIS 150 kV Grogol yang berada di dalam lokasi GIS 150 kV Grogol. Ketika dilakukan penyambungan Ext 2 LB arah Tomang harus melakukan pemadaman total pada 1 Gardu Induk (GI). 

Kondisi tersebut tidak memungkinkan dilakukan karena 2 trafo yang ada digunakan untuk menyuplai listrik di kawasan bisnis seperti Mal Taman Anggrek, Mal Ciputra, dan termasuk sebagai cadangan listrik di wilayah Ring 1.

“Kami berdiskusi dengan unit-unit terkait untuk mencari solusi agar penyambungan Ext 2 LB tidak mengganggu suplai kelistrikan,” terang Ratna.

Akhirnya solusi didapat setelah bersinergi dengan pihak-pihak terkait, yaitu menerapkan lompatan (jumper) dari SUTT 150 kV Grogol – Grogol Baru secara langsung ke trafo, dengan banyak proteksi agar tidak terjadi pemadaman. Setelah terhubung, barulah GI tersebut dapat dipadamkan dan dilakukan pekerjaan untuk Ext 2 LB.

Tentunya, pengerjaan proyek pada kondisi pandemi Covid-19 harus memastikan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), disertai protokol kesehatan untuk menjamin keamanan dan keselamatan para pekerja.

Berita Terkait

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest
ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha
Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional
Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya
OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua
Transaksi dan Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja Bank Mandiri Tetap Solid
Wamen Todotua Ungkap Tiga Strategi Jemput Investasi dan Perkuat Hilirisasi
Epson Indonesia Perkuat Komitmen terhadap Pelanggan melalui Customer Day 2026 di 50 Lokasi Authorized Service Partner

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 18:11 WIB

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Thursday, 17 September 2026 - 00:01 WIB

ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha

Tuesday, 15 September 2026 - 17:40 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional

Wednesday, 9 September 2026 - 09:10 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya

Monday, 7 September 2026 - 16:22 WIB

OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua

Berita Terbaru