Menteri Teten Sebut PLUT Dapat Menjadi Co-Working Space

Friday, 28 January 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki, ingin PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) menyediakan Co-Working Space bagi talenta muda untuk melakukan inovasi produk UMKM.

Menteri Teten mengatakan, saat ini banyak area publik yang dilengkapi dengan fasilitas Co-Working Space. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, dimana bekerja dapat dilakukan dari berbagai tempat sehingga keberadaan Co-Working Space di PLUT bisa menjadi sebuah inovasi dalam pelayanan.

“Kebutuhan untuk Co-Working Space dalam PLUT perlu diperkuat kebutuhannya karena anak muda ini perlu tempat untuk berexsercise, bertemu dengan komunitas, dan membangun komunitas kreatif untuk melahirkan inovasi produk,” ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara dialog PLUT, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (27/1/2022).

Selain menjadi tempat “nongkrong” para kaum milenial untuk berkreasi dan inovasi, lanjut Menteri Teten, PLUT diminta untuk tidak melupakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utamanya dalam membina dan memberikan pelayanan bagi UMKM. Di kantor PLUT tersebut harus ada profesional talent yang dapat menjadi pembimbing bagi UMKM agar produk-produknya lebih berdaya saing.

“Kita perlu meredesain PLUT ini untuk melakukan inkubasi pada calon wirausaha muda sehingga menjadi tangguh, mengkurasi produk mereka, menjadi tempat showcase bahkan menjadi pusat konsultasi bisnis bagi UMKM,” ulasnya.

Untuk menjadi Co-Working Space dan pusat pengembangan UMKM yang representatif, Menteri Teten mengaku akan menggandeng berbagai pihak seperti inkubator swasta, akademisi dari kampus hingga pemerintah daerah untuk bersama-sama melengkapi fasilitas yang dibutuhkan. Kerjasama yang erat antar pemangku kepentingan tersebut diyakini akan membantu pencapaian target pemerintah menaikkan rasio kewirausahaan hingga 3,95 persen di tahun 2024.

“Kami, PLUT, inkubator swasta dan universitas akan menjadi tiga serangkai untuk melakukan pendampingan berkelanjutan bagi UMKM supaya semakin berdaya saing tinggi,” sambungnya.

See also  Pelepasliaran Ayam Jembang dan Bajing Tiga Warna di TN Gunung Maras

Lebih lanjut, Menteri Teten menjelaskan saat ini rasio kewirausahaan nasional baru mencapai 3,55 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini lebih rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya yang rata-rata mencapai 4 persen.

Oleh sebab itu demi mencapai target rasio kewirausahaan, telah diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Wirausaha.

“Dari Perpresnya itu kita akan sama-sama bikin rencana strategis nasional, ini harus jadi momentum untuk kita ubah dunia. Ini mimpi harus besar dan saya optimis karena Presiden berkomitmen untuk mendukung UMKM,” tutupnya.

Sementara itu Essam Alqararah, UNIDO Country Representative mengatakan siap mendukung pengembangan UMKM di Indonesia melalui beberapa program yang kini sudah dijalankan.

Sebagai Badan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), program dari United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) lebih banyak menyasar pada kaum muda dan wanita. Hal ini sejalan dengan visi dan misi pemeritah Indonesia untuk lebih banyak mencetak entrepreneur muda yang kreatif dan inovatif.

“Kami adalah lembaga yang resmi dari PBB yang selalu siap mendukung program pengembangan kapasitas bagi anak muda. Jadi 50 persen dari penerima manfaat dari program kami memang adalah pemuda dan perempuan,” ungkapnya.

Essam mengapresiasi inisiatif kerjasama yang baik antara KemenKopUKM dan UNIDO yang terjalin selama ini.

Essam menambahkan, bahwa UNIDO terlibat aktif dalam berbagai pelatihan peningkatan SDM pelaku UMKM di Indonesia. Dia berharap melalui kolaborasi yang baik Indonesia bakal menjadi salah satu negara yang kuat perekonomiannya.

“Saya sadari akan banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mendorong UMKM di Indonesia. Sebab UMKM statusnya rata-rata masih kecil, oleh karena itu UNIDO sangat senang bekerjasama dengan KemenkopUKM, pemerintah pusat atau daerah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kementerian PU dan Google Hadirkan Posko Mudik di Google Maps
Mendes Dorong Pembangunan Infrastruktur Desa di Papua Pegunungan
Kementerian PU Hadirkan mudik.pu.go.id, Masyarakat Bisa Pantau Jalur Mudik Melalui 1.351 CCTV
Dukung Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional dan 15 TIP
Mendes dan Gubernur NTB Bersinergi Hapus Kemiskinan Ekstrem
Tenor Cicilan Rumah Subsidi Diperpanjang Jadi 30 Tahun
Dukung Konektivitas, HKA Pastikan Kesiapan Perkerasan Jalan Akses Tol Patimban
Cegah PHK 9.000 PPPK, Senator NTT Minta Revisi UU HKPD

Berita Terkait

Thursday, 12 March 2026 - 18:59 WIB

Kementerian PU dan Google Hadirkan Posko Mudik di Google Maps

Thursday, 12 March 2026 - 10:52 WIB

Mendes Dorong Pembangunan Infrastruktur Desa di Papua Pegunungan

Wednesday, 11 March 2026 - 21:42 WIB

Kementerian PU Hadirkan mudik.pu.go.id, Masyarakat Bisa Pantau Jalur Mudik Melalui 1.351 CCTV

Tuesday, 10 March 2026 - 23:29 WIB

Dukung Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional dan 15 TIP

Tuesday, 10 March 2026 - 23:22 WIB

Mendes dan Gubernur NTB Bersinergi Hapus Kemiskinan Ekstrem

Berita Terbaru

Berita Utama

Mendes Yandri Minta Keseriusan Semua Pihak Sukseskan DTSEN

Friday, 13 Mar 2026 - 00:28 WIB

foto ist

Berita Terbaru

Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak-Cucu Perusahaan

Friday, 13 Mar 2026 - 00:19 WIB