Menteri Teten Beberkan Tiga Jurus Gairahkan UMKM dan Koperasi

Sunday, 10 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjadi pembicara pada talkshow

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjadi pembicara pada talkshow "Membangun Komunitas Petani, Peternak, Nelayan Cyber" pada acara Kongres ke-2 dan HUT ke-8 Partai Nasdem, Jakarta, Minggu (10/11/2019). Hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, founder 8 Villages Sanny Gadafi, dan founder Hara Imron Zuhri. / daelpos.com

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan di era disrupsi sebenarnya bisa menjadi peluang untuk menggairahkan UMKM dan koperasi.

“Pertama, manfaatkan digitalisasi ini dengan membuat platform yang bisa memperluas pasar UMKM. Kedua, memberikan sentuhan teknologi produksi atas produk-produk UMKM. Dan ketiga, menyediakan fasilitas skim pembiayaan yang sesuai dengan karakeristik UMKM,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat menjadi pembicara pada talkshow “Membangun Komunitas Petani, Peternak, Nelayan Cyber” pada acara Kongres ke-2 dan HUT ke-8 Partai Nasdem, Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, founder 8 Villages Sanny Gadafi, dan founder Hara Imron Zuhri.

Menurut Teten untuk bisa mengakses pembiayaan khususnya dari perbankan, para UMKM atau kelompok tani itu bisa tergabung dalam wadah koperasi sehingga memiliki badan hukum, yang memudahkan lembaga pembiayaan seperti perbankan untuk bisa membiayai. Jadi, koperasi menjadi agregasi dari UMKM semisal kelompok pertanian, peternakan, perikanan, kuliner maupun kerajinan.

Kenapa harus agregasi? menurut Teten, hal itu karena rentang UMKM sangatlah luas dan rumit. Dengan jumlah 63 juta lebih dimana 98 persennya adalah usaha mikro, maka butuh kebijakan yang bisa menjangkau semua.

Teten memberi contoh, para petani di pulau Jawa yang kepemilikan lahannya rata-rata sempit atau dibawah 2 hektare, namun ditanami banyak komoditi.

Meskipun UMKM menyumbang 60 persen PDB, namun umumnya mereka belum masuk pada value chain (rantai produksi).

Karena itu, aplikasi-aplikasi digitalisasi menjadi sangat penting untuk menghubungkan antara petani, konsumen maupun investor. “Aplikasi menjadi penting agar ada agregasi dari para petani-petani kecil ini, karena bisa masuk dalam skala bisnis,” jelas Teten.

See also  Mensos Berharap Bansos Gairahkan Pariwisata Pulau Dewata

Aplikasi juga bisa menghubungkan akses pasar dan memberikan kepastian harga.
Aplikasi juga bisa menjawab masalah modernisasi teknologi produksi dimana produk petani nanti bisa dipusatkan dalam sharing factory dalam hal pengolahannya.

Ajak Kerjasama

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya siap melakukan kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, namun kerjasama itu akan banyak diimplementasikan di daerah khususnya di tingkat kecamatan. Dalam hal ini Kementerian Pertanian akan membentuk Kostaran (komando strategis pertanian) yang berada di kecamatan.

“Masalah pertanian adalah masalah kita bersama, karena itu semakin banyak yang ikut khususnya platform digital, saya semakin senang,” kata mantan Gubernur Sulsel itu.

Saat ini problemnya adalah masalah data, yang masih berbeda-beda. “Saya targetkan tanggal 1 Desember akan ada satu data pertanian yang akan dipakai oleh semua, data itu mencakup 34 provinsi, 580 kota kabupaten lebih, dan 74 ribu lebih kecamatan di seluruh Indonesia,” katanya.

Mentan mengajak Menkop dan UKM untuk melakukan kerjasama antara kelompok-kelompok tani dengan koperasi setempat, untuk menaikkan produktivitas padi, palawija dan perkebunan. “Kita juga akan ajak desa, agar dana desa jangan hanya untuk membuat jalan atau got aja, namun juga untuk pertanian,” kata Syahrul.(DAE)

Berita Terkait

Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air
Atasi Penyediaan Air Bersih di Pulau Palue, Kementerian PU Siap Jajaki Teknologi BRIN
Tiba di Sikka, Menteri Dody: Pemulihan Konektivitas Menjadi Salah Satu Prioritas Penanganan Pasca Gempa
Kementerian PU Alirkan Air Irigasi Ke Persawahan Terdampak Kekeringan di Kota Sungai Penuh
Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Sultan Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat
Kementerian PU Perkuat Layanan Air Minum dan Sanitasi untuk 2.623 Pengungsi di Reok
Kementerian PU Pastikan Seluruh Akses Jalan Yang Longsor di Pulau Palue Telah Fungsional
Kolaborasi Hutama Karya dan Tiga BUMN Dorong Aksi Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

Berita Terkait

Monday, 24 August 2026 - 18:45 WIB

Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air

Monday, 24 August 2026 - 15:09 WIB

Tiba di Sikka, Menteri Dody: Pemulihan Konektivitas Menjadi Salah Satu Prioritas Penanganan Pasca Gempa

Sunday, 23 August 2026 - 23:23 WIB

Kementerian PU Alirkan Air Irigasi Ke Persawahan Terdampak Kekeringan di Kota Sungai Penuh

Saturday, 22 August 2026 - 15:05 WIB

Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Sultan Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat

Saturday, 22 August 2026 - 14:58 WIB

Kementerian PU Perkuat Layanan Air Minum dan Sanitasi untuk 2.623 Pengungsi di Reok

Berita Terbaru