Asparindo Temui Menkop-UKM Tawarkan Sistem Digitalisasi Koperasi

Saturday, 23 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menerima Audiensi dari Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) di Ruang Rapat Menteri Koperasi dan UKM. Jakarta, Jum'at(22/11/2019) / daelpos.com

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menerima Audiensi dari Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) di Ruang Rapat Menteri Koperasi dan UKM. Jakarta, Jum'at(22/11/2019) / daelpos.com

DAELPOS.com – Asosiasi Pengola Pasar Indonesia (Asparindo) bertemu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk menawarkan sistem digitalisasi koperasi yang memungkinkan koperasi-koperasi di Indonesia terintegrasi dalam sebuah fintech setara layanan perbankan.

Kepala Pusat Digitalisasi Pasar Asparindo J.W. Saputro setelah bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (22/11/2019) mengatakan koperasi potensial untuk didorong kemajuannya dengan teknologi terkini sehingga menjadi badan hukum yang semakin keren dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Kami telah membangun infrastruktur yang tidak kalah dengan fintech lain agar bisa digunakan 153.000 koperasi di Indonesia sehingga semua bisa terhubung secara digital,” katanya.

Ia menilai, mendigitalisasi koperasi dari yang semula paperbased menjadi paperless akan menjadi salah satu faktor pendorong terkuat untuk memajukan koperasi ke depan.

Pihaknya mengembangkan sistem yang diberi nama Simpool yang diharapkan bisa diadopsi oleh koperasi dengan biaya operasional yang sangat terjangkau.

“Biaya operasional sangat murah hanya Rp1.000 peranggota perbulan, jauh lebih murah dari biaya bank,” katanya.

Simpool ini disebutnya telah melalui uji coba yang matang sehingga sudah dikatakan sangat siap untuk dijalankan, bahkan 6 koperasi sudah menggunakannya dan tiga selanjutnya sedang dalam proses administrasi, yang kesemuanya berada di wilayah Jabodetabek.

Sistem tersebut dibangun dengan mengacu pada konsep keuangan yang paling rumit pada koperasi simpan pinjam.

“Koperasi simpan pinjam kan ketat jadi kita adopsi dengan core banking system sehingga kualitas sistem ini tidak kalah dengan core banking system yang prudent,” katanya.

Untuk itu, maka sistem tersebut juga tidak akan sulit untuk diterapkan pada jenis koperasi yang lain yang tidak serumit koperasi simpan pinjam.

See also  Seluruh WNI Bisa Jadi Pahlawan Masa Kini

“Simpool tujuannya untuk menyatukan koperasi-koperasi agar terintegrasi secara digital,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asparindo Suhendro berharap dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM dari sisi pendidikan dan pelatihan manajemen perkoperasian karena selama ini banyak anggota Asparindo merupakan koperasi.

“Kami ingin pengurus koperasi bisa mendapatkan pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM plus melek digital,” katanya.

Menyambut hal itu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi Pusat Digitalisasi Pasar yang telah mengembangkan sebuah sistem yang memungkinkan integrasi digital koperasi di Indonesia.

Terlebih karena dikembangkan oleh anak bangsa maka Teten berharap teknologi bisa menjadi solusi bagi koperasi agar semakin berkembang ke depan.

Asparindo Temui Menkop-UKM Tawarkan Sistem Digitalisasi Koperasi

Jakarta – Asosiasi Pengola Pasar Indonesia (Asparindo) bertemu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk menawarkan sistem digitalisasi koperasi yang memungkinkan koperasi-koperasi di Indonesia terintegrasi dalam sebuah fintech setara layanan perbankan.

Kepala Pusat Digitalisasi Pasar Asparindo J.W. Saputro setelah bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (22/11/2019) mengatakan koperasi potensial untuk didorong kemajuannya dengan teknologi terkini sehingga menjadi badan hukum yang semakin keren dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Kami telah membangun infrastruktur yang tidak kalah dengan fintech lain agar bisa digunakan 153.000 koperasi di Indonesia sehingga semua bisa terhubung secara digital,” katanya.

Ia menilai, mendigitalisasi koperasi dari yang semula paperbased menjadi paperless akan menjadi salah satu faktor pendorong terkuat untuk memajukan koperasi ke depan.

Pihaknya mengembangkan sistem yang diberi nama Simpool yang diharapkan bisa diadopsi oleh koperasi dengan biaya operasional yang sangat terjangkau.

“Biaya operasional sangat murah hanya Rp1.000 peranggota perbulan, jauh lebih murah dari biaya bank,” katanya.

See also  Kemenperin Terus Kawal Ketersediaan Gas Bagi Industri

Simpool ini disebutnya telah melalui uji coba yang matang sehingga sudah dikatakan sangat siap untuk dijalankan, bahkan 6 koperasi sudah menggunakannya dan tiga selanjutnya sedang dalam proses administrasi, yang kesemuanya berada di wilayah Jabodetabek.

Sistem tersebut dibangun dengan mengacu pada konsep keuangan yang paling rumit pada koperasi simpan pinjam.

“Koperasi simpan pinjam kan ketat jadi kita adopsi dengan core banking system sehingga kualitas sistem ini tidak kalah dengan core banking system yang prudent,” katanya.

Untuk itu, maka sistem tersebut juga tidak akan sulit untuk diterapkan pada jenis koperasi yang lain yang tidak serumit koperasi simpan pinjam.

“Simpool tujuannya untuk menyatukan koperasi-koperasi agar terintegrasi secara digital,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asparindo Suhendro berharap dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM dari sisi pendidikan dan pelatihan manajemen perkoperasian karena selama ini banyak anggota Asparindo merupakan koperasi.

“Kami ingin pengurus koperasi bisa mendapatkan pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM plus melek digital,” katanya.

Menyambut hal itu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi Pusat Digitalisasi Pasar yang telah mengembangkan sebuah sistem yang memungkinkan integrasi digital koperasi di Indonesia.

Terlebih karena dikembangkan oleh anak bangsa maka Teten berharap teknologi bisa menjadi solusi bagi koperasi agar semakin berkembang ke depan.

Berita Terkait

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak
Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam
Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta
Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut
Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa
Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya
Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan
Kementerian PU Salurkan 136 Ribu Liter Air untuk Warga dan Penanganan Karhutla di Sorong

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 11:07 WIB

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak

Friday, 9 October 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam

Friday, 9 October 2026 - 08:05 WIB

Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

Thursday, 8 October 2026 - 16:18 WIB

Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut

Thursday, 8 October 2026 - 12:48 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa

Berita Terbaru

Menpora RI Erick Thohir menyerahkan trofi kepada Marco Bezzecchi sebagai juara Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, Minggu (11/10). (foto:fajar/kemenpora.go.id)

Berita Utama

Erick Thohir: MotoGP Mandalika Bukan Sekadar Ajang Balap

Monday, 12 Oct 2026 - 13:17 WIB

Berita Utama

Apresiasi Nasabah, BNI Ajak Nikmati MotoGP dari Bukit 360 Mandalika

Monday, 12 Oct 2026 - 13:08 WIB

Berita Utama

Mentrans Dukung BP Batam Perluas Investasi di Rempang

Monday, 12 Oct 2026 - 12:58 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani / foto ist

Berita Terbaru

Puan Minta Keselamatan Korban Banjir Padang Jadi Prioritas

Monday, 12 Oct 2026 - 12:50 WIB