PLN Terus Kebut Pemasangan Meteran AMI di 8 Provinsi

Tuesday, 7 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas PLN melakukan penggantian kWh meter ke smart meter di salah satu rumah pelanggan di Jakarta.

Petugas PLN melakukan penggantian kWh meter ke smart meter di salah satu rumah pelanggan di Jakarta.

DAELPOS.com – PT PLN (Persero) terus mengakselerasi penerapan smart meter berbasis Advanced Metering Infrastructure (AMI) agar pengukuran penggunaan daya pelanggan semakin akurat dan layanan lebih optimal. Menggandeng State Grid Corporation of China (SGCC), PLN telah berhasil merealisasikan pilot project implementasi smart meter AMI yang mencapai 93,54% dari total 1,2 juta di 8 (delapan) provinsi di Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo optimistis penerapan teknologi baru ini akan mampu meningkatkan mutu pelayanan PLN kepada pelanggan dengan manajemen yang lebih efisien dan responsif.

“Penerapan smart meter AMI akan memberikan banyak manfaat dalam peningkatan akurasi dan transparansi perhitungan KWH meter. Dengan sistem ini para pelanggan bisa mengetahui profil beban sekaligus tagihan listrik yang tengah berjalan,” ungkap Darmawan dalam acara Achievement for Completion of AMI Meter Installation di kantor Pusat PLN Jakarta, pada Kamis (26/10).

Selanjutnya, pelanggan juga bisa mengecek energi listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Sehingga, pola layanan juga lebih fleksibel karena pelanggan bebas memilih layanan pasca atau prabayar.

“Melalui smart meter berbasis AMI ini, pembacaan data meter bisa dilakukan secara real time dari jarak jauh sekali pun, sehingga tidak diperlukan lagi pembacaan meter ke lokasi. Begitu juga dengan pemutusan dan penyambungan listrik, tidak lagi memerlukan petugas untuk datang ke lokasi,” lanjut Darmawan.

Darmawan menjelaskan, PLN dan SGCC bergerak cepat untuk mengimplementasikan teknologi baru ini. Tercatat sampai Oktober ini, smart meter AMI telah diterapkan di delapan provinsi tersebut yakni: Sumatera Utara sebanyak 41.821 (100%), Banten 138.733 (100%), Jakarta Raya 175.100 (100%), Jawa Barat 126.926 (100%), Jawa Tengah 52.071 (100%), Jawa Timur 81.750 (100%), Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat 55.501 (100%). Adapun implementasi di Provinsi Bali sebanyak 476.422 atau 86.88%.

See also  Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan

”Hanya dalam waktu empat bulan PLN telah berhasil mengganti lebih dari 1 juta Kwh smart meter untuk pelanggan kami. Jadi awalnya saya tidak menyangka progres 1,2 juta smart meter di delapan provinsi akan selesai tahun ini,” paparnya.

Darmawan juga mengatakan, kolaborasi bersama SGCC juga dalam rangka mengakselerasi pemanfaatan EBT di tanah air hingga 75% pada 2040. Dalam hal ini, tantangan terbesar PLN adalah bagaimana mengoptimalkan dan mengevakuasi seluruh potensi EBT yang tersebar dan menyalurkannya ke pusat demand. Oleh sebab itu, pihaknya tengah mengupayakan pembangunan smart grid untuk menyiasati masuknya listrik EBT yang mayoritas bersifat intermiten.

“Keberhasilan implementasi proyek percontohan smart meter ini menjadi landasan kami melangkah lebih jauh. Melanjutkannya dengan membangun smart grid, mendigitalisasi sistem pembangkit, transmisi, dan distribusi kami,” kata Darmawan.

Executive Vice President of SGCC, Jin Wei mengungkapkan, proyek kerja sama implementasi smart meter yang dijalankan SGCC bersama PLN merupakan hal yang luar biasa. Pihaknya berterima kasih atas dukungan penuh dari PLN sehingga proyek ini berjalan lancar.

“Selama proses implementasi proyek smart meter AMI berskala besar pertama di Indonesia ini, SGCC dan PLN bersama-sama memecahkan masalah-masalah utama seperti kondisi instalasi yang rumit dan integrasi sistem informasi yang dikembangkan. Sekitar 6 bulan lamanya kami habiskan untuk memasang stasiun utama, debugging integrasi sistem, hingga pengembangan dan pengujian,” ungkapnya.

Jin Wei juga menegaskan bahwa SGCC akan terus berkolaborasi dengan PLN mendorong perekonomian dengan menjamin ketahanan energi. Dirinya yakin keberhasilan kerja sama proyek AMI akan membantu kedua perusahaan bersama-sama meningkatkan manajemen dan layanan, mendorong transformasi energi rendah karbon dan mendigitalisasi sistem kelistrikan.

“Kerja sama ini mempunyai arti penting bagi SGCC dan PLN, serta meningkatkan kolaborasi di bidang energi dan ketenagalistrikan antara kedua negara. Keberhasilan proyek ini meletakkan dasar bagi kerja sama lebih lanjut di masa depan,” tutup Jin Wei.

Berita Terkait

Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama
Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan
Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026
Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia
Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi
BRI Dukung Talenta Muda Siap Kerja Lewat Program Magang
Hutama Karya Dorong Ekonomi Sirkular, Sulap Sampah Plastik dan Minyak Jelantah Jadi Rupiah
​Cermati Dinamika Pasar, Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi Buyback Saham

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Monday, 2 November 2026 - 07:05 WIB

Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan

Friday, 30 October 2026 - 18:33 WIB

Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026

Tuesday, 27 October 2026 - 08:27 WIB

Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia

Monday, 26 October 2026 - 22:09 WIB

Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi

Berita Terbaru

Megapolitan

UPT PPPA DKI Perkuat Perlindungan dan Pengasuhan Anak

Tuesday, 3 Nov 2026 - 17:22 WIB