Rumahnya Ditempel Stiker Miskin, Puluhan Warga Mundur Dari Daftar Penerima Bantuan Pemerintah

Monday, 9 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur menyaring warga miskin di daerahnya patut dicontoh.

Guna mengurangi jumlah keluarga mampu yang mengaku miskin, mereka membuat kebijakan menempelkan stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” (prasejahtera) terhadap rumah-rumah warga yang mengaku hidup kekurangan.
Stiker ini ditempelkan di setiap rumah warga yang selama ini mendapat bantuan dari pemerintah. Hal ini cukup efektif untuk membuat jengah warga berkecukupan tetapi mengaku miskin.

 Terbukti, ada belasan warga Desa Sekapuk yang menolak saat rumahnya hendak ditempeli stiker bertuliskan “Keluarga Miskin”.

Dilansir dari Kantor Berita RMOLJatim, spontan mereka mengundurkan diri sebagai penerima bantuan pemerintah. Karena merasa malu, jika diketahui masyarakat luas.

Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim mengungkapkan, ide penempelan stiker di rumah warga (keluarga) itu tertuang dalam Keputusan Kepala Desa Sekapuk tentang penempelan stiker atau label bagi warga miskin penerima bantuan.

“Begitu kita mulai melakukan penempelan stiker bertuliskan ‘Keluarga Miskin’, total ada 20 keluarga yang selama ini tercatat sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) langsung mundur,” katanya, Sabtu (7/12).

“Rumah-rumah yang kami tempeli stiker ini, sesuai dengan data yang ada di PKH maupun BPNT. Dengan demikian masyarakat bisa tahu, siapa-siapa saja tentangganya yang dapat bantuan dari pemerintah. Karena, termasuk dalam keluarga miskin atau prasejahtera,” imbuhnya.

Ditambahkan Abdul Halim, berdasarkan data yang dimiliki Pemdes Sekapuk terdapat 205 keluarga yang masuk dalam daftar penerima bantuan PKH.

“Untuk keluarga penerima bantuan PKH, ada 18 keluarga yang mengundurkan diri. Karena mereka menolak rumahnya ditempeli stiker keluarga miskin,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penempelan stiker dilakukan agar tidak ada lagi orang-orang kaya atau mampu secara ekonomi mengambil hak-haknya warga yang benar-benar miskin.

See also  402 Relawan Turun ke Lokasi Bencana, Menteri Dody Apresiasi Semangat Generasi Muda PU di Sumatera

“Ini akan kami lakukan secara berkala dengan mendatangi setiap rumah yang terdata sebagai keluarga miskin,” tegasnya.

Bahkan agar masyarakat tahu siapa saja warga yang masuk data penerima bantuan itu, pihaknya membuat tiga macam stiker, dengan warna yang berbeda-beda. Misalnya, stiker warna hijau untuk kategori keluarga miskin yang hamil dan menyekolahkan anak.

Kemudian stiker warna kuning untuk keluarga miskin yang sakit baik fisik maupun mental. Terakhir stiker warna merah untuk keluarga miskin kelompok lanjut usia (lansia) umur 70 tahun ke atas.

“Dengan adanya stiker-stiker itu, intinya kami juga mengajak masyarakat Desa Sekapuk ini peka terhadap kondisi tetangganya. Jika rumah yang ditempeli stiker keluarga miskin, benar-benar miskin atau prasejahtera dan memang berhak menerima bantuan pemerintah ya ayo dibantu,” tutupnya (Rmol)

Berita Terkait

Kementerian PU Percepat Pemulihan Pascabanjir di Padang, Fasilitas Umum dan Permukiman Dibersihkan
Kementerian PU Percepat Pemulihan 121 Fasilitas Kesehatan Pascabencana Sumatera
Kementerian PU Percepat Pembersihan Longsor Tapan–Batas Jambi agar Aktivitas Warga Kembali Normal
Karhutla Kalimantan Kian Kritis, Hasan Basri Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional dan Evaluasi Total Penanganan
Respons Karhutla di Sekitar JTTS, Hutama Karya Perkuat Kesiapan Penanganan dan Imbau Pengguna Tol Waspada
Hutama Karya Bangun Kembali Stadion H. Agus Salim, Hadirkan Fasilitas Modern Bernuansa Minangkabau
Dari Kacang Hijau hingga Rumput Laut, Kementrans Jajaki Hilirisasi dengan Empat Perusahaan Tiongkok
Kementerian PU Percepat Penanganan Bencana di Sumatera Barat, Rampungkan Tanggul Darurat di Padang dan Pulihkan Akses Jalan Tapan- Batas Jambi

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 17:25 WIB

Kementerian PU Percepat Pemulihan Pascabanjir di Padang, Fasilitas Umum dan Permukiman Dibersihkan

Thursday, 15 October 2026 - 13:06 WIB

Kementerian PU Percepat Pemulihan 121 Fasilitas Kesehatan Pascabencana Sumatera

Wednesday, 14 October 2026 - 17:27 WIB

Kementerian PU Percepat Pembersihan Longsor Tapan–Batas Jambi agar Aktivitas Warga Kembali Normal

Wednesday, 14 October 2026 - 15:55 WIB

Karhutla Kalimantan Kian Kritis, Hasan Basri Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional dan Evaluasi Total Penanganan

Wednesday, 14 October 2026 - 11:12 WIB

Respons Karhutla di Sekitar JTTS, Hutama Karya Perkuat Kesiapan Penanganan dan Imbau Pengguna Tol Waspada

Berita Terbaru