DAELPOS.com – Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan pemerintah Korea Selatan, dalam hal ini The ASEM SMEs Eco-Innovation Center (ASEIC) dan Green Business Center, dalam mendorong pengembangan koperasi dan UKM yang inovatif.
“Forum-forum diskusi semacam ini sudah dilakukan sejak 2016 sebagai ajang bertukar wawasan dan pengalaman mengenai inovasi teknologi UKM”, kata Damanik pada acara The 4th Indonesia-Korea SMEs Business Innovation Forum (Growth of Start-up in the Era of Industry 4.0), di Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Damanik menyebutkan, kerjasama Indonesia dengan Korea sudah cukup intens dalam kerangka internasional di bidang pengembangan UKM. Apalagi, Indonesia dan Korea juga bersama-sama menjadi anggota ASEM (Asia Europe Meeting, sebuah forum dialog negara anggota Asia dan Eropa dalam pengembangan UKM), juga bersama dalam keanggotaan APEC SME Working Group.
“Kolaborasi Indonesia dan Korea di forum internasional cukup aktif, saling mendukung dalam mengusung tema dan program kerjasama. Bahkan, sebagai dua negara pionir dalam mengimplementasikan kesepakatan kerjasama dalam bentuk didirikannya Green Business Center (GBC) yang berlokasi di Jakarta”, jelas Damanik.
Menurut Damanik, dengan perkembangan global dan teknologi yang sangat cepat dan dinamis, maka kolaborasi, inovasi, dan daya saing menjadi kunci bagi kemajuan dan keberhasilan suatu negara. “Tentu saja di dalamnya termasuk para pelaku usaha koperasi dan UKM. Inovasi menjadi sangat penting karena mampu menjadi penggerak kinerja pembangunan ekonomi dan sosial suatu negara”, tukas Damanik.
Damanik pun menyebut hasil penelitian Google dan termasuk dalam e-Conomy SEA 2018 yang menunjukkan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekosistem startup paling cepat dan ukuran pasar paling besar di Asia Tenggara pada 2025 mendatang dengan kontribusi mencapai 100 miliar dolar AS.
“Pertumbuhan startup di Indonesia sangat signifikan. Pada 2016, ada 302 startup, di 2017 meningkat menjadi 661 startup, dan pada 2018 sudah menjadi 956 startup. Ini berarti bahwa inovasi Indonesia memiliki perkembangan yang sangat baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat”, ungkap Damanik.
Ekosistem Startup
Dalam kesempatan yang sama Sekjen ASEIC Cho Choong-lai menerangkan bahwa kerjasama ekonomi Korea dan Indonesia dimulai sejak 2017 yang kemudian dilanjutkan pada 2018 yang ditandai dengan kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Korea untuk lebih mempererat kerjasama ekonomi antar kedua negara.
“Indonesia merupakan mitra paling penting bagi kebijakan ekonomi Korea, terutama dalam pengembangan koperasi dan UKM”, ucap Choong-lai. Selain itu, lanjut Choong-lai, kerjasama kedua negara juga akan fokus dalam membangun ekosistem bisnis startup.
“Kita harus membangun dan mengembangkan lingkungan bisnis startup yang kondusif di Indonesia. Kami ingin bermitra secara berkelanjutan dengan Indonesia dalam wadah Green Business Center”, ujar Choong-lai.
Sementara Commercial Concelor Kedubes Korea untuk Indonesia Moon Yang-taek mengatakan bahwa dengan mengembangkan UKM merupakan langkah strategis dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. “Hanya saja, tantangan di era industri 4.0 bukan pekerjaan mudah. Saya berharap pelaku UKM dan bisnis startup mampu bertransformasi di era sekarang”, ucap Yang-taek.
Yang-taek menambahkan, pelaku bisnis startup Korea bisa berbagi pengalaman dan teknologi dengan startup Indonesia. “Saya akui, lingkungan startup di Indonesia sudah baik. Untuk itu, pemerintah harus hadir, terutama menyangkut persoalan hak cipta dan paten”, pungkas Yang-taek. (DAE)






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

