Kolaborasi Indonesia-Korea Dorong Pengembangan Koperasi dan UKM

Thursday, 24 October 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Abdul Kadir Damanik membuka acara

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Abdul Kadir Damanik membuka acara "The 4th Indonesia-Korea SMEs Business Innovation Forum (Growth of Star-up in the Eta of Industry 4.0)" kolaborasi Kemenkop dan UKM dengan Pemerintah Korea Selatan, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Hadir dalam acara Sekretaris Jendral ASEIC Mr. Cho Choong Lai dan Commercial Attache Embassy of The Republic of Korea Mr. Moon Yang Taek./daelpos.com

DAELPOS.com – Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan pemerintah Korea Selatan, dalam hal ini The ASEM SMEs Eco-Innovation Center (ASEIC) dan Green Business Center, dalam mendorong pengembangan koperasi dan UKM yang inovatif.

“Forum-forum diskusi semacam ini sudah dilakukan sejak 2016 sebagai ajang bertukar wawasan dan pengalaman mengenai inovasi teknologi UKM”, kata Damanik pada acara The 4th Indonesia-Korea SMEs Business Innovation  Forum (Growth of Start-up in the Era of Industry 4.0), di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Damanik menyebutkan, kerjasama Indonesia dengan Korea sudah cukup intens dalam kerangka internasional di bidang pengembangan UKM. Apalagi, Indonesia dan Korea juga bersama-sama menjadi anggota ASEM (Asia Europe Meeting, sebuah forum dialog negara anggota Asia dan Eropa dalam pengembangan UKM), juga bersama dalam keanggotaan APEC SME Working Group.

“Kolaborasi Indonesia dan Korea di forum internasional cukup aktif, saling mendukung dalam mengusung tema dan program kerjasama. Bahkan, sebagai dua negara pionir dalam mengimplementasikan kesepakatan kerjasama dalam bentuk didirikannya Green Business Center (GBC) yang berlokasi di Jakarta”, jelas Damanik.

Menurut Damanik, dengan perkembangan global dan teknologi yang sangat cepat dan dinamis, maka kolaborasi, inovasi, dan daya saing menjadi kunci bagi kemajuan dan keberhasilan suatu negara. “Tentu saja di dalamnya termasuk para pelaku usaha koperasi dan UKM. Inovasi menjadi sangat penting karena mampu menjadi penggerak kinerja pembangunan ekonomi dan sosial suatu negara”, tukas Damanik.

Damanik pun menyebut hasil penelitian Google dan termasuk dalam e-Conomy SEA 2018 yang menunjukkan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekosistem startup paling cepat dan ukuran pasar paling besar di Asia Tenggara pada 2025 mendatang dengan kontribusi mencapai 100 miliar dolar AS.

See also  Menkop dan UKM Yakini Pemangkasan Bunga KUR Dorong Pertumbuhan KUMKM

“Pertumbuhan startup di Indonesia sangat signifikan. Pada 2016, ada 302 startup, di 2017 meningkat menjadi 661 startup, dan pada 2018 sudah menjadi 956 startup. Ini berarti bahwa inovasi Indonesia memiliki perkembangan yang sangat baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat”, ungkap Damanik.

Ekosistem Startup

Dalam kesempatan yang sama Sekjen ASEIC Cho Choong-lai menerangkan bahwa kerjasama ekonomi Korea dan Indonesia dimulai sejak 2017 yang kemudian dilanjutkan pada 2018 yang ditandai dengan kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Korea untuk lebih mempererat kerjasama ekonomi antar kedua negara. 

“Indonesia merupakan mitra paling penting bagi kebijakan ekonomi Korea, terutama dalam pengembangan koperasi dan UKM”, ucap Choong-lai. Selain itu, lanjut Choong-lai, kerjasama kedua negara juga akan fokus dalam membangun ekosistem bisnis startup. 

“Kita harus membangun dan mengembangkan lingkungan bisnis startup yang kondusif di Indonesia. Kami ingin bermitra secara berkelanjutan dengan Indonesia dalam wadah Green Business Center”, ujar Choong-lai.

Sementara Commercial Concelor Kedubes Korea untuk Indonesia Moon Yang-taek mengatakan bahwa dengan mengembangkan UKM merupakan langkah strategis dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. “Hanya saja, tantangan di era industri 4.0 bukan pekerjaan mudah. Saya berharap pelaku UKM dan bisnis startup mampu bertransformasi di era sekarang”, ucap Yang-taek.

Yang-taek menambahkan, pelaku bisnis startup Korea bisa berbagi pengalaman dan teknologi dengan startup Indonesia. “Saya akui, lingkungan startup di Indonesia sudah baik. Untuk itu, pemerintah harus hadir, terutama menyangkut persoalan hak cipta dan paten”, pungkas Yang-taek. (DAE)

Berita Terkait

DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang
Kementerian PU Suplesi Air untuk Jaga 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk
Kementerian PU Perkuat Jembatan Kr Tingkeum untuk Mudahkan Konektivitas dan Lindungi Dari Daya Rusak Sungai
Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim
Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas
Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi
Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi
Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 08:19 WIB

Kementerian PU Suplesi Air untuk Jaga 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk

Tuesday, 6 October 2026 - 22:23 WIB

Kementerian PU Perkuat Jembatan Kr Tingkeum untuk Mudahkan Konektivitas dan Lindungi Dari Daya Rusak Sungai

Monday, 5 October 2026 - 22:31 WIB

Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim

Monday, 5 October 2026 - 15:08 WIB

Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas

Saturday, 3 October 2026 - 21:44 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed Ringkas untuk Bisnis

Wednesday, 7 Oct 2026 - 15:48 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penyerahan hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap kedelapan, yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Foto Istimewa

Berita Terbaru

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 12:50 WIB