DAELPOS.com – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengawali hari kedua kunjungan kerjanya di Provinsi Papua dan Papua Barat dengan bertolak menuju Kabupaten Pegunungan Arfak. Dari Bandar Udara Domine Eduard Osok, Kota Sorong, Presiden Jokowi terlebih dahulu bertolak menuju Bandar Udara Rendani, Kabupaten Manokwari, Minggu, 27 Oktober 2019.
Setibanya di Kabupaten Manokwari, Kepala Negara dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanan dengan menumpangi helikopter Super Puma TNI-AU menuju Kabupaten Pegunungan Arfak. Presiden Jokowi tiba di helipad Bandar Udara Irai, Kabupaten Pegunungan Arfak sekitar pukul 09.40 WIT.
Dari Bandara, Presiden Jokowi berjalan kaki menuju Lapangan Bola Irai bertemu dengan sekitar 3.000 masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak untuk memberikan sambutan. Kabupaten Pegunungan Arfak sendiri, terdiri dari 10 Distrik, 162 kampung.
Kemudian menaiki mobil untuk meninjau Pasar Irai. Di pasar, Presiden membeli buah-buahan dari warga penjual, seperti strawberi dan markisa.
Presiden bertolak kembali ke Manokwari, pada pukul 10.50 WIT, untuk kemudian mengunjungi Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
(Sumber Berita: BPMI Setpres)






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

