Kemenkop dan UKM Desain Model Bisnis Kemitraan Usaha Besar dengan UMKM

Tuesday, 29 October 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Menerima Audiensi Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar) Fadel Muhammad di Ruang Rapat Menteri Koperasi dan UKM. Jakarta, Selasa(29/10/2019)/daelpos.com

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Menerima Audiensi Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar) Fadel Muhammad di Ruang Rapat Menteri Koperasi dan UKM. Jakarta, Selasa(29/10/2019)/daelpos.com

DAELPOS.com — Kementerian Koperasi dan UKM akan mendesain model bisnis kemitraan antara kelompok usaha besar dengan UMKM. Dengan model bisnis kemitraan ini diharapkan kedua kelompok usaha ini dapat lebih terintegrasi, serta mendapat porsi pembiayaan yang besar dari pemerintah.

”Supaya yang kecil dan besar itu bisa terintegrasi. Kalau yang besar tumbuh nanti yang kecil ketarik juga. Hanya dengan ini kita bisa mendapatkan pembiayaan yang besar,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di kantornya, Selasa (29/10/2019).

Dalam kesempatan itu, Teten menerima Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar) Fadel Muhammad di ruang kerjanya. Hadir pula Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan, dan Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto.

Meski dikatakan UMKM harus menjadi pondasi ekonomi Indonesia, Teten mengatakan Presiden Jokowi tidak menginginkan struktur ekonomi hanya didominasi oleh UMKM saja. Melainkan UMKM maupun kelompok usaha besar harus didorong supaya saling bekerja sama.

“Jadi gimana caranya yang gede dan kecil bekerja sama, sehingga bisa ketarik bukan yang gede diturunin, ini (UMKM) ditarik. Karena kita sudah harus siap yang gede-gede lawan gede-gede di dunia kerja sama dengan UMKM kita,” tandas Teten.

Apabila pola kemitraan ini berjalan baik, menurut Teten bukan tidak mungkin Indonesia tumbuh menjadi sebuah negara maju sebagaimana didukung dengan hasil kajian dari Bank Dunia. Dimana Indonesia diproyeksikan bakal maju sama seperti China, Amerika Serikat, dan India.

“Mengapa Pak Presiden menugaskan saya ke sini. Saya tahu betul apa keinginan beliau. Pak Presiden ingin membawa Indonesia menjadi negara maju. Saat ini kita sudah masuk ke G-20. Masuk G-20 bukan politik, tapi karena nilai ekonomi kita, uang yang beredar di kita sudah cukup besar, APBN dan swasta,” papar Teten.

Untuk menuju negara maju, Teten menekankan perlu melakukan 4 (empat) hal penting, yakni pembangunan infrastruktur yang massif, pembangunan sumber daya manusia, institutional reformsi, dan inovasi. “Untuk menjadi negara maju persoalan ini harus diberesin dulu, karena bahaya kalau gap terlalu besar,” katanya.

Sementara itu, Fadel mengatakan siap mendukung program yang diusung oleh Teten Masduki sebagai Menkop dan UKM yang baru. Terutama melakukan pembangunan SDM koperasi dan UKM melalui kegiatan pelatihan-pelatihan.

“Kita sudah mendengar konsep yang disampaikan Pak Menteri, saya kita sejalan dengan jiwa koperasi yang ada,” ujar Fadel.(DAE)

See also  HK Mengajar "Inspiring Leaders Hadir di Medan, Perkuat Kesiapan Pelajar Menghadapi Dunia Kerja, Digitalisasi Konstruksi, dan Keselamatan Berkendara

Berita Terkait

DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang
Kementerian PU Suplesi Air untuk Jaga 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk
Kementerian PU Perkuat Jembatan Kr Tingkeum untuk Mudahkan Konektivitas dan Lindungi Dari Daya Rusak Sungai
Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim
Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas
Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi
Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi
Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 09:59 WIB

DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang

Wednesday, 7 October 2026 - 08:19 WIB

Kementerian PU Suplesi Air untuk Jaga 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk

Tuesday, 6 October 2026 - 22:23 WIB

Kementerian PU Perkuat Jembatan Kr Tingkeum untuk Mudahkan Konektivitas dan Lindungi Dari Daya Rusak Sungai

Monday, 5 October 2026 - 22:31 WIB

Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim

Monday, 5 October 2026 - 15:08 WIB

Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penyerahan hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap kedelapan, yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Foto Istimewa

Berita Terbaru

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 12:50 WIB

Nasional

DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang

Wednesday, 7 Oct 2026 - 09:59 WIB